Kehidupan barunya pun dimulai sebagai seorang putri kerajaan Viloria. Semula ia hanya menjadi putri yang baik dan perhatian lama kelamaan rasa dendam pun muncul ditambah rasa irinya terhadap sang adik Viloria auntia astrea (tia). Semua orang menganggap putri kedua lebih cantik,anggun dibandingkan putri pertama. Kebencian yang selama ini ia tekan berubah menjadi dendam dan iri sang adikpun ditargetkan menjadi korban pertamanya. Ia tanpa belas kasih dan dendam lamanya membutakan segalanya. Malam itu di kerajaan sang putri pertama Vey nekat membakar kamar adiknya sendiri. Pada saat itu Vey masih berumur 10 tahun namun telah merencanakan hal segila itu,terus terang Vey adalah salah satu lulusan murid terbaik di academy Viloria.
Pada malam hari di kamar Tia..
*Tok..tok..
"Siapa"tanya Tia
Vey yang menyamar menjadi seorang pelayan memasuki kamar tersebut.
"Maaf nona saya mengantarkan makanan dan lilin pengharum untuk ruangan" Jawab Vey.
"Ouh baiklah letakkan saja di situ.."jawab Tia tanpa curiga terhadap Vey yang memakai jubah hitam tersebut.
Setelah menyalakan lilin ia pun mendekatkan lilin tersebut ke hordemg di dekat jendela. Kemudian keluar dari kamar Tia dan mengunci pintu kamar Tia agar Tia tidak bisa kabur dan melancarkan aksinya.