Katanya tak semua laki-laki itu sama, nyatanya semua laki-laki yang kutemui sama saja.
Bagaimana seorang anak perempuan tidak takut dengan laki-laki jika cinta pertamanya saja membuatnya hancur.
Luka yang kau berikan tidak hanya diluar tetapi juga di dalam bahkan terlalu dalam. Balita sampai dewasa itu bukan waktu yang singkat.
Dia hebat ya sudah bertahan selama itu dengan segala hal yang di pendam. Jika bisa memilih dia juga tak ingin terlahir didunia ini bahkan dilingkungan yang seperti ini.
Trauma dan rasa takut dia rasakan saat bertemu laki-laki hatinya tertutup pintu yang sangat rapat. Awalnya tidak serapat itu namun para bajingan yang dengan sengaja singgah dan menghancurkan nya membuat pintunya semakin tertutup.
Dia selalu bertanya apakah akan ada yang bisa menyembuhkan dan mengembalikan rumahnya yang hancur setelah sekian banyak yang datang hanya untuk menambah kerusakan.
"Terimakasih diriku telah bertahan sampai saat ini." Kata yang selalu dia ucapkan setiap tahunnya sambil berharap akan tetap bertahan sampai akhir....