Pada hari jum'at pagi, semuanya mempersiapkan pelajaran Bahasa Indonesia namun guru tersebut izin tidak memasuki kelas, akhirnya Jam Kosong.
“Ayo, tugas Bahasa Indonesia di kumpulin” Teriak Devi selaku ketua kelas disini.
Aku berdiri untuk mengumpulkan tugas, namun sialnya buku ku di ambil oleh Aldi “Di, balikin gak!”bentak ku.
“Ambil kalo berani” dia mengangkat buku ku tinggi-tinggi tapi dia lupa atau gimana kalau aku lebih tinggi daripada dia, aku berusaha mengambil buku di tangan dia, namun secara tidak sengaja aku hampir memeluk Aldi, dia mendorong ku dengan keras dan kepala ku hampir saja terbentur pojokan meja, aku menahan amarah ku dengan mengepal tangan dengan kuat.
“Yang, siniin bukunya biar cepet kumpulin nya”seru Devi.
“Maaf yang, nih ambil” Aldi menyerahkan buku ku ke Devi, aku bernafas lega sebab buku di kumpulkan kepada Devi ngga di buang.
Setelah kejadian buku ku di ambil, aku langsung berganti pakaian karena terdapat pelajaran olahraga. Setelah berganti pakaian kelas 8G langsung menuju ke lapangan untuk berolahraga.
Mereka sudah selesai berlari, aku masih ada 2x putaran lagi, waktu aku berlari aku tersandung kepala ku terbentur dengan tanah.
“Aduhh.. Gajah jatuh nih haha” Seru Aldi tertawa puas di susul dengan teman-teman yang lainnya, aku mengepal tangan ku dengan kuat.
“Kenapa ngepel tangan? Gak terima di katain? Ngaca makanya, badan kayak gajah, muka jelek, pantesan di bedain sama pak guru, mungkin pak guru jijik liat modelan kayak kamu” Kata Shinta, mata ku mulai memerah karena menahan amarah.
Setelah berolahraga sudah waktunya beristirahat, aku, Ayu, Lina, Regina dan teman-teman yang lain berada di lab seperti biasa, mereka mulai menghibah dan aku mendengarkan mereka sambil menyahuti.
“Eh nanti jangan lupa Pramuka”ujar Ayu.
“Jujur aku males banget, gimana kalau bolos aja?”ajak Lina.
“Setuju” teman-teman mengangguk.
“Sesat kalian semua”seru Ayu lalu tertawa, di susul teman-teman.
Segerombolan laki-laki 8G lewat di depan lab, pas di depan ku tiba-tiba mereka di panggil oleh Ayu.
“Eh kalian nanti jangan lupa Pramuka” kata Ayu
Namun tiba-tiba Aldi meludahi wajah ku tanpa alasan, aku sangat marah “Anj, sebenernya ada masalah apa sih kamu sama aku! Yang ngingetin kamu Pramuka itu si Ayu kenapa aku yang di ludahin!”bentak ku, namun bukannya di jawab Aldi langsung jalan mengabaikan bentakan ku.
“Aldi bangs4t!”teriak ku histeris, tiba-tiba Aldi berhenti, ia menengok kearah ku “Apa kamu bilang jah? Aku gak denger nih” ia mendekat kearah ku lalu menarik krudung ku hingga lepas “Udah mulai berani kamu?” Aldi menyengir lalu meninggalkan lab.
Setelah kejadian itu, beberapa hari kemudian hidup ku terasa tenang karena sosok laki-laki tersebut tidak masuk.
‘Ra, jangan tenang dulu, bisa saja teman-teman nya menyiapkan hal yang lebih mengerikan’batin ku
Dan sesuai dugaan ku, aku keluar kelas melihat tas ku di gantung di atas, aku mengepal tangan ku mengepal dengan kuat.
“Siapa yang lakuin ini!”aku teriak dengan histeris, semua teman laki-laki mendadak diam karena disana tidak ada sosok Aldi yang sudah mereka anggap sebagai bos mereka.
“Jawab b4ngsat!”teriak ku sekali lagi, lalu mereka melihat sosok Febri.
“Oh jadi kamu yang lakuin itu?”tanya ku datar, aku mulai mendekat, febri mundur perlahan sambil menelan salivanya sebab aku lebih tinggi dan lebih besar di bandingkan laki-laki tersebut.
Aku mengambil kerah bajunya, kaki febri mulai gemetaran “Kamu ambil tas ku di atas, atau kamu HABIS di tangan ku”aku sengaja menekan kata ‘habis' untuk menakuti febri.
“I-iya”jawab Febri dengan gemetaran, aku melepas kerah bajunya “CEPET!” bentak ku, ia langsung memanjat pohon pepaya yang lumayan tinggi.
“N-nih” febri memberikan tas kepada ku dengan tangan yang gemetaran.
Aku menghadap kearah teman laki-laki yang lain “Kalian tanpa Aldi hanya seorang pengecut, pecundang” tunjuk ku satu-satu kepada teman laki-laki, lalu aku pergi ke kelas tanpa memedulikan mata yang sedang melihat ku.
“Kenapa kamu diem aja ra?”tanya mama kepada ku.
Aku menatap mama “Gapapa, percuma juga aku cerita mama kan tapi gak di perhatiin malah mainan HP” ujar ku langsung masuk kedalam bangunan rumah tapi tidak seperti rumah untuk berpulang, aku merasa bangunan tersebut hanya tempat untuk tidur, makan tetapi tidak untuk berpulang.
“Kamu udah mulai berani sama mama?”bentak mama.
Aku menghela nafasku “Bukan berani, tapi itu kenyataannya gitu. Kita emang anak dan ibu, tapi kenyataannya bagi mama aku hanya alat untuk dapet kabar dan alat untuk minta uang ke papa”jelas ku.
‘Gak di rumah, gak di sekolah ada aja masalah' gumam ku.
Aku menuju ke dapur untuk mencari makanan, namun seperti biasa tidak ada makanan, aku pun membuat mie untuk mengganjal perut ku yang sudah berbunyi.
Setelah makan aku menuju kamar untuk mengerjakan tugas, tetapi ada aja gangguan.
“Ra, ayo ikut mama” ajak mama.
“Kemana?”tanya ku datar tanpa melihat mama.
“Bisa gak kalo mama lagi bicara kamu liat mama?” Seru mama.
“Untuk apa? Apa mama pernah ngeliat aku waktu aku lagi cerita?” tanya ku kembali kepada mama, aku menghela nafasku lalu aku meletakkan pulpen ke meja dan melihat kearah mama “Udah kan?” tanya ku lalu aku melanjutkan kegiatan ku sebelumnya.
Mungkin banyak sekali orang yang mengira aku durhaka kepada mama ku, namun mereka tidak tahu apa saja yang sudah aku alami di rumah.
Hari sial ku terjadi setiap hari, di rumah maupun di sekolah, hidup ku tidak pernah tenang.
Singkat cerita, ada pengumuman libur 2 minggu, aku sangat senang karena akhirnya aku tidak ketemu Aldi lagi.
Selama 1 minggu libur aku hanya berada di rumah, karena setiap ingin keluar pergi dengan teman.
Bu Husna Wali Kelas: Assalamu’alaikum wr.wb di beritahukan kepada seluruh siswa-siswi SMPN 1 bahwa libur di perpanjang tidak tahu sampai kapan, selengkapnya akan di beritahu.
‘Alhamdulillah, gak jadi ketemu Aldi' gumam ku
2020 akhir sebelum Ujian Sekolah.
Aku: Mengirim Video
Aldi: Itu siapa sih
Shinta: Oadira
Aldi: Oalah gendut
Apa kabar jah, gajah hahaha
Deg, jantung ku rasanya nyeri, aku menghela nafas dengan panjang ‘A-aldi?sakit' batin ku. Aku lanjut mengetik menjawab chat Aldi.
Aku: Sok asik.
Aku mematikan HP ku, karena aku tidak mau lebih sakit lagi.
Aku merebahkan diriku ke kasur, “AKKKHHHH....” aku berteriak histeris, untung saja mama ku tidak berada di rumah. Tanpa aku sadari air mata ku mulai berjatuhan ‘Kamu cemen banget sih dir, gitu aja nangis' batin ku sesegukan dengan air mataku berderai sangat deras.
Keesokan harinya, aku pergi ke sekolah setelah satu tahun lebih lamanya berada di rumah. Aku pergi sekolah hanya untuk Ujian Sekolah, aku sengaja datang pagi-pagi agar bisa mengobrol dengan teman ku dulu. Namun, tidak sesuai yang aku impikan, aku di kucilkan, diabaikan, bahkan mereka menceritakan kan ku di belakang ku.
Aku menahan tangis selama Ujian tersebut dimulai, aku segera menyelesaikan soal ku dengan cepat, aku sudah tidak tahan berada di antara mereka.
Namun sayangnya di depan gerbang, aku ketemu dengan sosok yang paling aku benci yaitu Aldian. Dia menatap ku, aku mengalihkan pandangan ku dengan kaki bergetar sangat hebat, aku sangat ketakutan saat itu.
Mama ku datang menggunakan motornya, aku buru-buru naik kemudian mama ku melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
Singkat cerita, aku akan segera meninggalkan sekolah itu. Sekolah yang menurut ku sangat tidak adil akan tindakan yang guru disana lakukan. Aku sangat bahagia karena sebentar lagi aku akan meninggalkan seragam putih biru dan akan memakai seragam baru putih abu. Dan akhirnya aku tidak akan mengenal sosok teman ku di SMP, teman yang menyeramkan bagiku.