Sejak kecil Elira selalu bermimpi untuk terbang dilangit seperti burung burung yang terbang dengan bebas.
"Kapan ya aku bisa terbang seperti burung burung itu.."
Elira melamun sambil menatap burung burung yang terbang dengan bebas kesana kemari.
"Kalau nanti aku udah dewasa aku bakalan terbang bagaimana pun cara nya!" Ucap Elira dengan semangat.
10 tahun kemudian-
Elira berjalan jalan di taman bersama teman nya.Lagi lagi Elira melamun menatap kearah burung burung yang terbang.
"Hey! Elira!"
Teman Elira memanggil nya berkali kali namun tidak digubris oleh Elira.Pada akhirnya temannya meneriaki nya dengan kencang,untung taman saat ini sedang sepi.
"ELIRAAAAA!"
Elira yang diteriaki pun terkejut.
"Y-ya?.."
Elira menjawab dengan ekspresi wajah terkejut. Pria di samping nya menepuk kepala sambil menghela nafas nya.
"Ku tebak,kau melamun sambil menatap burung kan?.."
"Iya...hehe.." jawab Elira dengan kekehan diakhir ucapan nya. Arka hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Pulang yuk, hampir malam nih.."
Arka melihat jam tangan nya. "Aku akan mengantarmu pulang,dan jangan protes kau itu perempuan tidak baik pulang sendirian di jam segini" Jelas Arka.
Elira tidak bisa menolak dan akhirnya setuju untuk diantarkan pulang.
-Dirumah Elira
"Makasih Arka!kamu hati hati di jalan ya!.." Ujar Elira sambil tersenyum. Arka tersenyum balik lalu pergi pulang kerumah nya.
Elira belajar dengan giat agar bisa bekerja di perusahaan yang ia inginkan. Saat dia sudah sukses nanti Elira akan terbang seperti yang ia katakan saat masih kecil.
Usaha Elira tidak sia sia,ia sekarang mendapatkan pekerjaan dengan jabatan bagus di perusahaan yang ia inginkan. Ada satu hal yang Elira tidak sangka sangka...ternyata Arka adalah pemilik perusahaan tempat ia bekerja sekarang.
Elira jadi tenang karena bos tempat ia bekerja adalah teman lama nya. Elira dan Arka sering makan siang bersama, bercanda bersama dan bekerja bersama. Setelah beberapa bulan bekerja, Elira akhirnya mendapatkan gaji pertama nya. Melihat Elira yang senang karena mendapatkan gaji pertama kali nya Arka memberikan cuti kepada Elira.
Elira senang bukan main, Elira memutuskan untuk pergi ke Prancis negara impian nya dan keinginan nya waktu kecil akhirnya terkabulkan.
Pada awalnya Arka juga ingin ikut dengan Elira namun Arka berubah pikiran untuk tidak ikut dan membiarkan Elira menikmati cuti nya ke Prancis sendirian.
Arka mengantar Elira ke bandara untuk pertama kalinya.
Setelah mengantarkan Elira, Arka pergi kembali ke perusahaan nya untuk mengurus hal yang lainnya. Arka yang kelelahan akhirnya tertidur di meja kerja nya.
Setelah beberapa jam Arka terbangun, Arka kemudian melihat kearah jam ternyata sudah jam 6 malam seharusnya Elira sudah sampai di Prancis pikir Arka. Arka kemudian menyalakan handphone nya untuk menghubungi Elira. Saat Arka menelpon Elira,sama sekali tidak ada jawaban.
Kemungkinan Elira sedang menikmati cuti nya pikir Arka. Karena bosan Arka menyalakan Tv yang ada di ruang kerja nya.Mata Arka terbelalak ketika melihat berita di Tv.... Pesawat dengan tujuan Prancis hari ini mengalami kecelakaan.
Arka ingat dengan benar pesawat yang ada diberita adalah pesawat yang di tumpangi oleh Elira....yang berarti...Elira sudah tiada di kecelakaan tersebut.
Dada Arka terasa sesak, air mata nya mengalir deras.
"E-Elira..." lirih Arka sambil melihat kearah Tv yang menayangkan berita tersebut. Arka segera mematikan Tv nya, Arka tidak sanggup mendengar berita bahwa pesawat yang di tumpangi 'pujaan hati' nya mengalami kecelakaan.
"Elira...kalau ingin terbang selama nya kenapa tidak mengajakku?...Elira...kalau kau tidak pergi ke Prancis mungkinkah sekarang kau berada di hadapan ku dengan memakai cincin yang sudah kusiapkan?...Elira...aku mencintaimu..selamanya.."
Sekarang Elira sudah terbang terlalu bebas... terlalu jauh... untuk Arka menggapai nya lagi.
Arka memegang cincin yang ia siapkan untuk Elira. Air mata nya mengalir membasahi cincin tersebut dan dokumen dokumen yang berserakan dimeja Arka. Arka tidak peduli sekarang, dia sudah terlalu terpuruk untuk peduli dengan dokumen dokumen tersebut.
"Elira..Seperti nya aku mengantarkan mu untuk yang pertama kali nya dan untuk yang terakhir kalinya.."
"Elira pasti sudah bahagia kan?...kau kan sudah bisa terbang bebas... selamanya dan hari ini juga aku menyesal tidak mengungkapkan perasaan ku kepada mu.."
Arka tersenyum saat dirinya menangis entah kenapa dia tersenyum diri nya juga tidak tau.
"Elira..kalau kau melihat ku dari atas,ingat lah cinta ku hanya untuk mu walaupun kau meninggalkan ku dan terbang dengan bebas sendirian...cinta Arka hanya untuk Elira...seorang.. sampai kapanpun.."
-The End
Terimakasih buat yang udah mampir!maaf kalau ada kekurangan!