Andai aku tidak melawan kedua orang tua ku,kisah kelam ini tidak akan aku alami.
AQ seorang gadis anak perempuan pertama dari 4 bersaudara,sebut saja namaku Sinta.
Aku mengenal dia dikarenakan dia teman dari teman sekolah ku ketika SD,sebut saja namanya Mala.Mala sering bercerita kalo temannya yg bernama Tyo adalah sosok laki-laki yg bisa diandalkan,baik hati dan berkerja keras.dia mengenal kan kepada ku karena permintaan temannya Tyo itu ingin dekat dg ku.
Singkat cerita semakin hari aku dan Tyo begitu dekat,Bahakan aku tidak mendengar kan perkataan orang tua q kalo Tyo bukan laki² baik yg cocok di jadikan pasangan hidup.
Aku selalu cekcok dengan kedua orang tua ku karena ketidakdsukaan kedua orang tua ku terhadap Tyo,laki² yg aku cintai.
2 tahun kami berpacaran akhirnya memutuskan menikah dengan bujuk rayuan ku akhir nya kedua orang tua ku memperbolehkan kami menikah,itu pun aku memberitahu kedua orang tua ku kalo besok aku akan menikah,jelas kaget marah kecewa yg terlihat di wajah kedua orang tua ku.Karena tidak ada angin hujan anak gadisnya akan menikah dg orang yg tidak di sukai mereka.
Bukan karena Tyo miskin cm bapak bilang setidaknya kalo menikah itu suamimu bisa baca bacaan sholat dg bener itu alasan orang tua ku.cuma aku bebal masalah belajar sholat kan bisa nanti kan bisa pak kalo udah nikah jawab ku tetap ngotot keras kepala memilih menikah dg orang pilihan ku.
Akhirnya hari yg di tunggu pun tiba,tidak ada keluarga dan sanak saudara yg mengiringi pernikahan ku, karena memang aku tidak memberi kabar,entah apa yg aku fikirkan saat itu.
Setelah kata "sah",tiba² aku linglung ada rasa penyasalan dan tak rela.Kenapa aku bisa menikah dg cara seperti ini,tapi semua ku tepis mungkin ini emang takdir ku.Fikirku saat itu.
Ternyata aku salah pernikahan tak seindah yg ku harapkan, setelah hamil dan punya anak aku baru tahu perangainya yg sebenarnya, ternyata suamiku Tyo emang bener baik pada orang² terutama pada keluarga dia sendiri, sedangkan pada keluarga ku dia sering meremehkan dan merendahkan orang tua q.Padahal dia pun bukan anak orang kaya kata²nya begitu melukai hatiku yg terdalam.
Puncak penyesalan ku adalah ketika dia merantau keluar pulau, ketika dia mengirim uang untuk q dgn jatah perbulan 1juta untuk kebutuhan ku dan anak kamisehari-hari,untuk orang tua nya dan kebutuhan yg lainnya.
Uank segitu tidaklah cukup di tambah belum lagi kalo ada saudara/tentangga hajatan, orang lahiran,orang meninggal/tetangga atau saudara nya sakit.aku harus memutar otak ku supaya uank segitu cukup untuk kebutuhan aku dan anak yg sudah mulai MPASI.
Kata² yg sangat menyakitkan dlm hidup q adalah "duit segitu di kemanain,kamu buat ngasih makan enak orang tuamu ya GX mikir laki² capek kerja malah duit buat se enaknya".detik itu juga aku menyesal memilih dia,demi dia aku melawan nasehat orang tua q dan hasilnya laki² GX tau diri menghina ku dan orang tua q.dan yg bikin sakit hati ternyata di belakang ku dia beserta keluarga besarnya mengolok² ku dan orang tuaku.
Akhirnya aku bertekad mencari uank sendiri,AQ merantau jauh dari keluarga.kugugat cerai dia karena AQ GX sekuat itu mereka menghina orangtuaku menginjak² harga diri orang tua ku.
Kalo di lihat pun masalah harta orang tua ku lebih kaya dari keluarga nya,rumah memang masih semi permanen,tapi tepat di pinggir jalan raya kota luas tanah yg di tempati jg lumayan lebar 1/2ha milik ibu dan paman ku,belum lagi sawan 1/2ha milik ibu dan 1/4ha milik ayah.Di perantauan aku benar² berfikir.kenapa aku dulu bisa tergila-gila pada mahluk ciptaan Alloh SWT yg seperti itu z.luarnya sempurna dalam nya busuk,angkuh dan sombong.
Yaa Alloh aku menyesal telah melawan restu orang tua ku,hanya karena cinta semu.Aku sadar ini teguran dari yg kuasa karena mencintai mahluk ciptaan NYA secara berlebihan.sebagai pengingat "Cintailah seadanya,agar kalo terluka tidaklah terlalu sakit rasanya".
Thanks you Alloh.🤲