"ka" panggil ku dengan seseorang yang sedang berpelukan dengan seorang wanita di sebrang sana
"Dine?" gumam pria itu,terkejut karna sang kekasih melihatnya,lalu pria itu langsung melepaskan pelukan wanita yang tidak ia ketahui siapa wanita itu
"Nadine,dengarin penjelasan kakak dulu Dine" kata pria itu sambil berlari ke arah Nadine
"kak sagara kenapa lari ke Nadine?,Nadine gak papa kok kak" ucap Nadine pada Sagara.
Sagara tertegun mendengar ucapan Nadine "hey Nadine maaf kakak gak tau siapa wanita itu,maafin kakak Nadine jangan bicara seperti itu lagi hmm?" ucap Sagara sambil memeluk Nadine
"kak?? kita sepertinya udah gak cocok deh" ucap Nadine spontan "maksud kamu apa Nadine? kakak udah minta maaf sama kamu loh" sarkas Sagara "Nadine minta maaf sama kakak untuk sebelumnya,tapi kak kita sekarang lagi di hubungan toxic,kakak tau gak sih kalau kakak itu belum bisa mencintai Nadine,kakak masih mencintai masalalu kakak,maafin Nadine kak sepertinya kita memang harus mengakhiri hubungan ini" ucap Nadine dengan nafas yang memburu dan mendorong bahu Sagara
"Nadine kakak sayang sama kamu" gumam Sagara yang melihat Nadine yang sudah berlari menjauh dari nya,tanpa pikir panjang Sagara pun menyusul Nadine namun naas nya yang Sagara lihat bukan penampakan Nadine yang cantik yang berdiri sambil ia peluk tadi,Nadine yang ia lihat sekarang adalah Nadine yang sudah terbujur lemas dengan berlumuran darah
"NADINE BANGUN SAYANG LIHAT INI KAKAK,SAYANG AKU MOHON BANGUN" teriak Sagara sambil memeluk tubuh Nadine
pukul 00:15 Nadine putri senjana dinyatakan meninggal dunia
rasanya dunia Sagara kini hancur ia tidak bisa melihat senyum manis Nadine,wajah cantik Nadine yang bagaikan senja dan suara lembut Nadine yang bagaikan deburan ombak di tepi pantai
"sayang bangun yuk??kamu gak capek tiduran di sana ayuk sayang di sana gelap loh,jangan marah lagi sama kakak"ucap Sagara pada batu nisan yang bertuliskan nama Nadine putri senjana binti Muhammad Iskandar
"Sagara pulang yuk kasian kamu nya,besok² kita jumpai Nadine lagi ya?" ucap bunda Sagara dengan lembut "Bun nanti kalau kita jumpa Nadine Sagara ingin membawakan bunga kesukaan Nadine" gumam Sagara yang dapat di dengar oleh bundanya
"iya gara sayang nanti kita kesini lagi dengan membawakan bunga kesukaan Nadine ya?" ujar lembut bunda Sagara "sekarang kita pulang ya sayang" sambung sang bunda
"iya bund" jawab Sagara "sayang aku pulang dulu ya,nanti aku kesini lagi dengan membawa bunga kesukaan kamu" lanjut Sagara pada makam Nadine lalu meninggalkan tempat itu
2 tahun kemudian Sagara tidak dekat dengan wanita manapun yang Sagara inginkan hanyalah seorang Nadine gadis yang sangat ia cintai lebih dari 6 tahun lamanya
"maaf sayang,aku mohon kembalilah kepada ku lagi" celetuk Sagara yang sedang menatap fotonya dan Nadine,di foto itu terlihat jelas betapa hangatnya senyum Nadine,tanpa terasa cairan bening yang dari tadi ia tahan akhirnya luruh juga
Kriet~(anggap aja suara pintu terbuka)
"gara sayang" panggil bunda Rina ibunda Sagara,Sagara yang mendengar ucapan sangbunda pun langsung memeluk Rina ketika Rina sampai di bibir kasur Sagara "bunda gara ingin mendengar,memeluk,mencium,dan bicara dengan Nadine Bun" ucap gara tersedu-sedu "kak lupain Nadine ya? kasihan Nadine nya,dia gak mau liat kakak nangis terus,nanti kalau Nadine lihat kakak nangis Nadine bisa ikutan sedih loh" monolog Rina agar Sagara tidak menangis lagi
"bunda,kak Nadine kenapa gak pernah kerumah lagi? Abang lagi ada problem ya sama kak Nadine? kak Nadine udah 2 tahun gak pernah main sama zoy,zoy kangen sama kak Nadine bang,bawa kak Nadine kerumah dong bang atau gak kita kunjungi kak Nadine aja yuk bang,mumpung masih siang ayuk kita dekat kak Nadine"celoteh zoy adik laki-laki Sagara,ya adik laki-laki nya itu memang sangat cerewet kalau lagi merindukan Nadine selama ini ia selalu di bohongi oleh bunda dengan alasan Nadine sedang sibuk
"zoy segeralah bersiap ayok kita kunjungi kak Nadine,zoy ingin melihat kak Nadine kan makanya ayok kita kesana" celetuk Sagara pada zoy,zoy yang mendengar itupun dengan girangnya langsung bergegas untuk bersiap-siap
"gara? kamu yakin sayang?"khawatir Rina pada Sagara "Sagara kangen sama Nadine bund,setelah ke makamnya Nadine Sagara ingin mengajak zoy ke tempat favoritnya Nadine" oceh Sagara kepada Rina dengan senyum yang paling manis yang ia tunjukan pada Nadine
DEG senyum itu akhirnya kembali lagi benar setelah kepergian Nadine Sagara sudah tidak pernah menunjukkan senyum ceria itu "kak hati-hati ya? jangan ngebut oke?" ucap Rina lembut
"iya bunda" jawab Sagara yang sedang memakai pakaiannya
"sayang aku dan zoy datang mengunjungi mu,aku membawakan bunga tulip itu bunga kesukaan kamu sayang"ujar Sagara dengan senyum yang tak pernah luntur "kak Nadine ayuk main sama zoy.kak,kakak tau gak sih nanti zoy sama bang gara mau ketempat kesukaan kakak loh" ucap zoy dengan air mata yang sudah membasahi pipinya
"zoy jangan nangis dong masa kamu nangis di depan kak Nadine kan gak bisa gitu zoy kamu tuh harus senyum kaya biasanya"celoteh Sagara pada sang adik yang sudah menangis tersedu-sedu,anak mana yang tidak menangis jika harus menerima kenyataan bahwa kekasih abangnya itu tidak bisa lagi menemaninya untuk bermain dan mengajaknya belajar bersama
"maafin zoy kak Nadine zoy cowo lemah,zoy gak bisa tanpa kakak" lirih zoy yang tidak dapat menahan isakan nya,Sagara yang melihat itupun langsung memeluk sang adik
pukul 15:30 Sagara,zoy dan Nadine menikmati hembusan angin dan deburan ombak "Dine suka gak?" tanya Sagara pada Nadine,namun nihil ia tidak bisa mendengar kata "suka kak" dari mulut mungil Nadine "kak gara kalau ada kak Nadine pasti akan lebih cantik lagi ya" celetuk zoy yang dapat membuyarkan lamunan Sagara "iya zoy kamu benar" jawab Sagara yang sedang mengingat kisahnya dengan Nadine dulu
5 tahun lalu
"kak di sini tenang ya,dan anginnya juga sejuk,ini tempat kesukaan Nadine kak Sagara harus terus menemani Nadine kesini ya?" oceh Nadine "iya sayang kita akan terus kesini ya" jawab Sagara tersenyum manis kepada kekasihnya itu
"kak fotoin kita dong" pintanya pada seorang wanita yang tidak ia kenal "oke kak mohon gayanya ya?" jawab wanita itu
CEKREK📸
CEKREK📸
CEKREK📸
"sudah kak" ujar wanita itu "terimakasih ya kak" jawab Nadine "iya kak sama-sama" jawab kembali wanita itu
"kak lihat bagus kan" tunjuk Nadine pada Sagara "iya bagus" jawab Sagara dengan melihat hasil fotonya tadi "ih cantik banget"ucap Nadine dengan senyum yang sangat cantik "masih cantikan kamu sayang" celetuk Sagara pada Nadine,Nadine yang mendengar itu tersenyum malu "hahaha" tawa Sagara pecah ketika melihat wajah Nadine "ihhh kak Sagara jangan ketawain Nadine"teriak Nadine malu "kenapa sayang kamu kan memang cantik"goda Sagara pada Nadine
"ihh sini kamu kak" kesal Nadine dengan mengejar Sagara
"hahaha masa-masa itu memang indah ya sayang" tanpa sadar Sagara meneteskan cairan bening itu ke pipinya "bang lihat senjanya cantik kaya kak Nadine"celetuk zoy pada Sagara "iya cantik zoy"jawab Sagara dengan menghapus air mata yang keluar
mereka berdua menikmati suasana senja dan menghabiskan waktu hingga malam mendatang
THE END
TERIMAKASIH YANG MAU MAMPIR DI SINI SAYA HANYA BOSAN DAN MEMBUAT CERPEN INI
awalnya kentang ini hanya memikirkan cerita biasa tapi lama-kelamaan malah pikiran kentang ini harus membuat versi cerpen
pasti kalian ada yang bertanya-tanya kenapa gak di jadikan novel aja? jawabannya kentang ini males memikirkan setiap bab nya,kalau di buat cerpen kentang ini hanya memikir kan tentang awal,tengah,dan akhir saja tidak seperti novel yang harus memikirkan titik salahnya.
okey sudah segini saja deh jari kentang ini capek buat mengetik saya awali dengan gaya dan akhiri dengan sleep call ayang🗿 maaf gak nyambung kalau mau nyambung ntar aku dan mantan yang akan memulai hubungan baru lagi