Diary Zoe
Hallo gue Zoella Anastasya panggil aja gue Zoe,gue adalah mahasiswi populer di kampus,gue punya dua orang sahabat mereka bernama Jeffrico Arganata dan Cordellia Yfette.
Hari ini gue ditugaskan oleh pak dosen untuk datang ke SMA berlian sebelum hari wisuda gue di kampus yang masih sekitar 2 bulan lagi
Awalnya gue menolak untuk kesana karena gue gak berminat sekali jadi murid SMA lagi ,tapi saat pak dosen bilang ada sesuatu yang harus gue lakukan,gue pun akhirnya menyetujui nya dengan syarat gue boleh mengajak ke 2 sahabat gue ,pak dosen pun dengan sumringah menyetujui syarat dari gue.
Saat ini gue masih di gerbang sekolah menunggu ke 2 sahabat gue yang masih belum datang,gue juga memakai seragam layaknya siswi SMA yang sangat biasa dan tidak terlalu mencolok,
Tak lama gue menunggu mereka pun akhirnya datang dengan nafas yang ngos-ngosan karena berlari.
"Gue ga telat kan Zoe?" Celetuk Dellia seperti habis lari maraton
"Gue juga Zoe,gue kira Lo berdua udah masuk tadi" kata Jeff juga
"Gak,gak kok santai aja" kata gue pada mereka berdua
Mereka pun seketika bernafas lega karena tidak telat di hari pertama kita di sekolah ini.
"Oh ya Zoe,lagian ngapain sih pak dosen harus nyuruh Lo kesini?"tanya Dellia yang penasaran
"Entahlah,tapi katanya sih di sekolah ini ada beberapa kasus pembullyan,jadi kita di suruh untuk melaporkan apapun yang kita tau pada pak dosen untuk ujian masuk universitas pada calon mahasiswa atau mahasiswi dari sekolah ini yang ingin masuk ke kampus kita nanti"
Gue pun menjelaskan panjang lebar pada Cordellia agar dia segera faham dan tidak terus bertanya atau rencana penyamaran kita di sekolah akan terbongkar jika ada siswa atau siswi yang mendengar nya.
"Ya udah yuk masuk,hari pertama ga boleh telat" kata gue pada mereka dengan menahan tawa karena menurut gue lucu saja gue harus balik lagi ke masa putih abu-abu ini.
Gue,Dellia dan Jeff pun mulai memasuki halaman sekolah itu,hingga sampailah gue di depan kelas 12C kelas yang kata pak dosen gue adalah kelas yang terburuk di SMA itu.
FYI gue dulu juga korban bully sewaktu SMA,tapi setelah lulus gue berhasil melawan pembully² itu,dan sekarang gue dikampus di kenal sebagai mahasiswi populer di sana.
Setelah gue memasuki kelas bersama ke 2 sahabat gue, guru pun menyuruh kita memperkenalkan diri pada murid-murid yang berada di kelas itu.
"Hai gue Zoella panggil aja Zoe,Gue harap kita bisa berteman" ucapku pada mereka,
Mereka pun bersorak ramai dan memuji gue,ada yang bilang gue cantik dll,tapi gue sama sekali tak mau menanggapi mereka,dan sekarang giliran Dellia memperkenalkan dirinya,sama seperti gue ,di kelas itu juga banyak yang memujinya,dan yang terakhir giliran Jeff untuk memperkenalkan diri,dan benar saja banyak siswi yang histeris karena Jeff memang begitu tampan dan sangat keren.
Tak mau kelas ricuh ,guru di kelas pun segera menyuruh kami untuk duduk di bangku yang masih kosong.
Jeff dan Cordellia sudah mendapat bangku sedangkan gue berjalan menuju ke belakang ya tepatnya di samping seorang gadis yang menurut gue agak pendiam, entahlah siapa namanya gue gak tau,tapi saat gue duduk di sampingnya semua murid disitu menatap padanya seolah ingin menerkamnya hidup²,tapi gue tetap santai dan sudah duduk di sampingnya, sedangkan gadis itu hanya menunduk ketakutan saat murid lain menatapnya.
Beberapa jam pun berlalu dan bel istirahat pun berbunyi,guru pun sudah keluar meninggalkan kelas sedangkan murid yang lain juga ada yang keluar dan juga ada yang masih tinggal di kelas itu.
"Oh ya,gue Zoe,sorry ya gue tadi main duduk aja disini,emm Lo ga keberatan kan?" Itulah pertanyaan gue pada gadis yang berada di sebelah gue
"Eng-engga kok duduk aja" katanya mencoba tersenyum ke arah gue
"Oh ya btw nama Lo siapa?" Tanya gue pada gadis itu
"Emm aku Revrionka,kamu panggil aja Revi" kata gadis itu padaku
"Oh Revi ya,oh ya Lo ga ke kantin?" Tanya gue lagi
"Engga aku disini aja" tolaknya kemudian
Gue yang merasa sedikit lapar pun mulai berdiri dan berjalan ke depan menghampiri ke2 sahabat gue dan mengajak mereka ke kantin,dan mereka pun dengan senang mengikuti gue menuju ke kantin, sedangkan Revi..,yah dia sepertinya memang ingin dikelas dan tidak ingin kemanapun.
Saat gue dan sahabat² gue menuju ke kantin, tiba-tiba saja gue lupa bahwa dompet gue masih di tas,dan mau tak mau gue harus kembali ke kelas dan menyuruh mereka untuk ke kantin dulu dan memesan makanan.
"Gue balik ke kelas dulu ya kalau gitu,tar gue nyusul deh" kataku pada mereka
"Yah si Zoe kebiasaan deh"ucap Dellia memutar bola matanya jengah
Sedangkan Jeff hanya menggelengkan kepalanya karena dia juga tau gue memang sedikit pelupa jadi ya mau tak mau dia pun memakluminya begitupun dengan Dellia dia juga tak ingin mempermasalahkan itu dan dia segera menyuruh gue untuk segera kembali setelah mengambil dompet,gue pun mengacungkan jempol gue padanya dan segera pergi untuk mengambil dompet gue yang ketinggalan.
Tak lama kemudian gue pun sampai di kelas,tapi saat gue akan masuk gue melihat beberapa murid sedang berdiri di hadapan Revi sambil menarik-narik rambut panjang nya dan juga mengata-ngatai nya dengan kata-kata yang sangat menjengkelkan.
"Seneng banget ya Lo cupu udah ada orang yang mau duduk di samping Lo"
"Iya nih,si cupu udah punya teman sekarang"
"Hahaha tapi gue ga yakin anak baru itu mau berteman sama si cupu ini,secara lihat aja dia sendirian kan sekarang"
"Iya bener banget pasti anak baru itu cuma butuh tempat duduk aja gak lebih makanya dia mau duduk di samping si cupu hahaha"
Kira-kira begitulah kata-kata yang di ucapkan para murid-murid itu,gue yang sedikit terbawa emosi pun langsung masuk dan menutup pintu kelas dengan begitu keras sehingga membuat perhatian murid-murid itu beralih menatap ke arah gue.
Brak!!
"Cukup, hentikan apapun yang kalian lakukan!" Kata gue sambil menatap nanar mereka
Mereka yang ada di sana pun hanya menatap gue dan seolah-olah tidak peduli dengan apa yang gue lakukan barusan.
"Hahaha eh murid baru,jangan sok jadi pahlawan disini,atau Lo bakal bernasib sama kayak ni cupu" ucap salah satu dari mereka ke gue sambil tertawa mengejek
"Iya nih murid baru jangan sok deh" kata yang lain juga
"CK, kalau gue murid baru kenapa,gue gak takut jika harus berhadapan dengan sampah sekolah seperti kalian!" Kata gue dengan sarkas pada mereka
Mereka yang mendengar perkataan gue pun sangat geram dan kemudian berjalan mendekat ke arah gue.
Saat salah satu dari mereka ingin menarik kerah baju gue, tiba-tiba seseorang membuka pintu dan segera menepis tangan murid yang tadi, sehingga murid itu pun sedikit terkejut dan hampir jatuh ke lantai.
"Lo sentuh dia,Lo berurusan sama gue!" Ucap seseorang itu yang tak lain adalah Jeff
Jeff pun menatap mereka dengan nyalang seperti bersiap ingin menghabisi mereka, mereka yang melihat tatapan dari Jeff pun ketakutan dan segera berlari meninggalkan kelas tersebut.
"Lo gapapa kan Zoe?" Tanya Jeff ke gue
"Gue gapapa kok Jeff,oh ya thanks ya,Lo datang tepat waktu" kata gue padanya
"Yah abis Lo lama banget sih ga balik-balik jadi gue nyusul kesini" kata Jeff lagi
"Ehehe sorry ya, seperti yang Lo lihat tadi gimana"
"Yah pantes aja feeling gue sama dellia gak enak jadi gue buru-buru kesini" katanya lagi
Ya memang felling mereka itu selalu benar tentang gue meskipun mereka sahabat tapi mereka lebih seperti saudara buat gue.
"Emm,Oh ya terus dellia mana ga ikut?"
"Dia masih nunggu di kantin,udah pesen makan, jadi kalau ga ada yang jaga nanti mubazir makanan nya,jadi dia nyuruh gue kesini buat jemput lu" kata Jeff kemudian
"Oh ya Zoe Lo memang ada masalah apa sama murid-murid tadi?"Tanta Jeff penasaran
"Itu tadi mereka bully Revi...,,oh ya Jeff tunggu ya" kata gue yang baru ingat alasan kenapa gue melawan murid-murid tadi, alasannya ya itu,karena mereka membully revi.
Setelah berbicara dengan Jeff gue pun menghampiri Revi di bangku belakang.
"Rev Lo gapapa kan?"tanya gue padanya
"Gapapa kok,makasih ya"ucapnya ke gue
"Oh ya Rev kenapa Lo gak ngelawan mereka,atau aduin gitu ke kepsek?"
Kata gue padanya, karena gue juga dulunya korban bullying jadi gue tau apa yang di rasakan Revi saat ini.
"Gapapa kok udah biasa" ucapnya sambil memaksakan senyum
Tak kusangka jawaban Revi akan sepasrah itu.
Gue yang kasihan padanya pun ,mengajak dia untuk menjadi salah satu sahabat gue,tapi jawaban yang gue dapat malah tak sesuai dengan apa yang gue harapkan.
"Oh ya Rev gimana kalau Lo jadi sahabat gue?" Tanya gue padanya
Awalnya Revi sedikit terkejut dengan apa yang gue katakan tapi setelah itu dia dengan tenang menjawab..
"Sebelumnya makasih ya atas tawaran nya,tapi Lo tau ngak,bagi gue semua persahabatan itu bulshit,ga ada orang yang bener-bener tulus ke Lo,Lo harus catet itu"
Entah Kenapa ucapan yang Revi ucapkan itu membuat hati gue sedikit sakit,entah apa yang membuat Revi berkata seperti itu gue pun ga tau karena gue sendiri baru mengenalnya hari ini.
Setelah Revi mengatakan itu dia pun merapihkan barang-barang nya dan bergegas pergi meninggalkan kelas,gue awalnya ingin mengejarnya tapi Jeff yang masih berdiri di pintu kelas mencegah gue untuk tak terlalu ikut campur dengan masalah Revi, apalagi Jeff juga mendengar perkataan Revi yang sangat tidak enak tadi.
"Jangan di kejar, biarkan dia merenungkan apa yang dia katakan tadi" kata Jeff padaku
Setelah itu Jeff pun mengajak gue untuk segera ke kantin menemui dellia yang sudah lama menunggu kita.
Keesokan harinya...
Gue datang ke sekolah seperti kemarin,dan saat gue sedang menuju ke kelas seseorang menghentikan gue
"Zoe tunggu" ucapnya
Gue yang merasa di panggil pun menoleh ke belakang dan ternyata itu adalah dellia dengan wajahnya yang begitu panik entah kenapa.
"Loh dell kenapa?,kok muka Lo gitu?" Tanya gue padanya
Cordellia pun mulai mengatur nafasnya dan mulai bercerita ke gue tentang apa yang sebenarnya terjadi hari ini.
"Zoe Lo tau gak,siswi yang duduk di sebelah Lo itu?"ucap delia ke gue
"Siapa?,Revi maksut Lo?" Tanya gue yang penasaran
"Iya kalo gak salah namanya Revrionka Accelerine,bener gak?"tanya dia kemudian
"Iya emang itu namanya Revrionka panggilan nya Revi"kata gue padanya
"Wait ,tunggu deh,emang dia kenapa sih Del,Lo klo cerita to the poin aja deh " kata gue lagi yang tak sabar menunggu dellia bercerita
"Iya si Revrionka itu Zoe,dia ditemukan bunuh diri di kamarnya"
Deg
Rasanya gue begitu kaget saat mendengar apa yang dellia katakan barusan, pasalnya gue sendiri baru mengenal Revi kemarin dan baru beberapa kali berbicara dengannya,tapi kenapa Revi pergi secepat ini apa yang terjadi padanya?.
"L-lo yang bener ah Del,jangan bercanda"kata gue yang masih tak percaya apa yang Delia katakan barusan
"Gue serius Zoe ga bohong gue,massa Lo ga percaya sama sahabat Lo"
"Ya gue percaya dell ke Lo,tapi ini ga masuk akal aja gitu"
Saat gue dan Delia masih bertukar cerita tiba-tiba Jeff datang menghampiri kita
"Woyh ada apa nih?"tanyanya yang tiba-tiba muncul di sebelah gue
"Nah kebetulan ada Jeff disini,eh Jeff Lo udah tau berita nya kan?"tanya dellia yang tiba-tiba saja langsung bertanya pada jefrico
"Iya itu bener Zoe"
Setelah mendengar kebenaran itu,gue pun berjalan menuju ke kelas dengan wajah yang sedikit lesu,
Sesampainya gue di kelas gue pun duduk di bangku gue,bangku yang berada tepat di sebelah Revi,tapi sayangnya Revi sekarang sudah pergi, padahal kemarin gue masih duduk bersama nya dan sedikit berbicara dengan nya,dan gue juga gak tau apa yang sebenarnya terjadi padanya.
Saat gue sedang duduk tiba-tiba murid-murid lain mulai membicarakan tentang Revi, mereka juga membicarakan gue yang masih duduk di bangku itu.
"Wah ini bukanya murid baru yang belain si cupu kemarin ya?" Ujar salah satu dari mereka sambil tersenyum mengejek ke arah gue
"Iya bener tuh,tapi sayang yah si cupu sekarang udah beda alam sama kita" kata yang lainnya
"Eh iya bener njirr,gak nyangka banget"
"Tapi nih ada bagusnya juga udah ga ada si cupu,jadi udah ga ada lagi sampah di sekolah ini,iya gak sih"
Begitulah kata-kata yang mereka ucapkan untuk Revi,tapi gue yang tak terima dengan apa yang mereka katakan pun segera berdiri dari bangku gue dan mengebrak nya dengan begitu keras.
Brak!
Mereka yang mendengar itupun terkejut dan mereka pun menoleh ke arah gue secara bersamaan.
"Eh kalian sadar gak sih,yang sampah di sekolah ini tu sebenarnya kalian,bukan Revi,apa kalian faham?!" Kata gue begitu sarkas pada mereka
Para murid itu pun seketika terdiam setelah mendengar perkataan gue,lalu beberapa saat kemudian salah satu dari murid itupun mulai berbicara lagi .
"Eh Lo murid baru,jangan sok deh atau Lo mau bernasib sama seperti Revi?" Kata murid itu
"Iya nih sok banget" kata yang lainnya menambahkan
"Terus kenapa?, bukan kah apa yang gue bilang tadi benar,andai kalian ga bully Revi ,Revi gak bakalan ngelakuin itu,oh ya satu lagi, dengarkan ini baik-baik,kalau sikap kalian terus begini gue yakin ga akan ada satupun universitas yang mau menerima kalian,,kalian tau karena apa?,itu karena kelakuan dan atitude kalian itu nol!"kata gue pada mereka dengan sangat berani.
Sedangkan mereka yang mendengar itu pun kelihatan kesal ke gue, sedangkan gue sendiri sedikit puas karena sudah mengeluarkan perkataan pedas gue pada murid-murid nakal itu.
"Eh anak baru ,punya hak apa Lo bicara tentang kita di terima atau ngak nya di universitas,hah!" Bentak seorang murid menatap nyalang ke arah gue
"Iya bener ,awas aja Lo bakal bernasib sama kayak si cupu Revi!"kata yang lainnya dengan nada mengancam.
Gue pun hanya menatap mereka sambil tersenyum smirk ke arah mereka.
"Tentu gue berhak!" Kata gue pada mereka
Saat gue masih berdebat tiba-tiba Jeff dan dellia masuk ke kelas.
"Ada apa ini?" Tanya dellia pada semua yang berada di kelas
Semua murid pun terdiam saat Delia bertanya pada mereka
"Jawab,jangan cuma diam!" bentak Jeff pada mereka
"Eh kalian ga usah sok deh disini ,kalian juga murid baru sama kayak dia!"kata salah satu murid yang pada akhirnya berbicara sambil menunjuk ke arah gue.
"Iya bener sok banget sih mentang² kalian itu good looking semua"kata yang lain berceloteh
"Tau tuh ,sok banget"kata yang lainya lagi
Sedangkan Delia dan Jeff pun tak memperdulikan ucapan mereka dan malah menghampiri gue di bangku
"Lo gapapa Zoe?" Tanya dellia
"Gapapa kok,tapi mereka bicara buruk tentang Revi."
"Lo ga usah perduliin mereka biar gue sama Jeff yang hadepin mereka"
Murid murid tadi pun memandang ke arah gue Jeff dan Delia dengan tatapan yang tidak begitu ramah,sampai tiba-tiba Delia duduk di atas meja sambil menyilangkan kakinya layaknya bos gangster yang sangat kejam.
"Sudah puas kalian main-main nya?" Tanya dellia menatap nyalang mereka.
"Ngapain Lo sok begitu ,mau cari ribut"kata salah satu dari mereka yang kesal pada sikap dellia.
"CK,kalau Lo berani ayo ribut, bukannya Lo semua tukang bully ya di sekolah ini?!"kata dellia menyinggung mereka
"Apa maksud Lo,Lo semua tu murid baru disini,jadi jangan sok tau!" Kata murid itu lagi
"Heh,memang iya kami murid baru,tapi kami bukan murid sampah seperti kalian,kami juga ga bully org sampai mati karena bunuh diri"kata Delia yang begitu sarkas.
Murid tadi pun seketika terdiam meninggat apa yang tadi dellia katakan memanglah benar, karena secara tak sengaja merekalah yang telah membuat Revi melakukan perbuatan itu.
"CK jangan dengerin ,Revi mati itu bukan salah kita,dia cuma nakut-nakutin kita aja,kalau ada yang di salahin tu Revi sendiri ngapain dia bunuh diri!" Ucap salah satu murid yang memang paling sering membully revi.
"Iya bener bunuh diri kan dosa,Revi harusnya yang salah"kata yang lain membenarkan perkataan temannya.
"Heh asal Lo tau ya,dia bunuh diri,dia salah,gue tau,cuma sadar gak sih,kalau aja ada seseorang yang mendengarkan nya,dia pasti gak akan pernah merasa sendiri ,pasti dia juga gak akan ngelakuin itu,kalian tau mental dia udah bener-bener capek saat dia ngelakuin itu!"kata dellia pada Mereka semua
"Dan kalian malah membully nya,jahat ya kalian!" Tambah Delia lagi
"Haha kita jahat,ga salah,Revi tu yang jahat, ngapain coba bunuh diri nyusahin orang aja!"
Setelah salah satu murid mengatakan itu Jeff yang sudah habis kesabarannya pun mengebrak meja dan membentak mereka semua.
"Diam kalian!!!"kata Jeff dengan suaranya yang menggema di ruangan kelas
Seketika semua murid tadi pun diam saat melihat amarah Jeff yang lebih menakutkan di banding dellia tadi.
"Lo semua dengerin gue baik-baik,soal Revi,dia itu dari awal ya ngak jahat,cuma kalian lah yang membangunkan iblis dari dalam dirinya,apa kalian puas??"
Setelah Jeff mengatakan itu murid-murid yang tadi menyalakan Revi dan membela dirinya sendiri pun sedikit gelisah dan memikirkan tentang kesalahan mereka saat ini.
"Oh ya, setelah ini kami akan pergi dari kelas ini,gue harap kalian minta maaf ke keluarga Revi dan berjanji ga akan ada korban lagi di kelas ini!"
Semua murid pun terkejut saat mendengar apa yang dikatakan oleh Jeff barusan,itu artinya mereka akan pindah sekolah,batin murid-murid itu.
Saat para murid-murid itu binggung, kepala sekolah dan pak dosen pun datang ke kelas itu,yang membuat semua murid pun duduk rapi di bangkunya masing-masing,begitupun dengan dellia dan Jeff yang juga ikut duduk mendengarkan apa yang akan di katakan oleh dosen kami dan kepala sekolah itu.
"Pertama Tama kami turut berdukacita atas kehilangan teman atau sahabat kalian di sekolah ini yaitu Ananda Revrionka Accelerine." Kata pak kepsek mewakili
"Oh ya selain itu saya sudah mendengar apa yang kalian lakukan pada Revi,jadi mohon maaf kalian harus tinggal di sekolah ini beberapa tahun lagi,sampai kalian sadar apa yang telah kalian lakukan" kata pak kepsek menambahkan
Para siswa siswi itu pun mengeluh dengan keputusan yang di ambil oleh pak kepsek.
"Sudah diam,saya harap kalian merenungi apa yang telah kalian lakukan,oh iya ini pak dosen dari universitas skylight dan dia datang kesini untuk menjemput ke 3 muridnya yang di beri tugas untuk mengawasi kalian."
"Zoe, Delia, Jeff ayo kesini" kata pak dosen menyuruh kami untuk maju ke depan
Sedangkan para murid yang tadi berdebat dengan kami pun kini keberanian nya menciut karena telah mengetahui siapa kami sebenarnya.
Setelah kejadian itu kami pun mendatangi rumah Revrionka dan mendatangi makam Revrionka bersama dengan semua murid untuk meminta maaf pada keluarga Revi dan juga pada Revi yang sudah tenang di alam barunya,
walaupun itu semua tidak mungkin bisa mengembalikan Revi lagi,tapi setidaknya murid-murid itu sudah mau mengakui kesalahan mereka dan memberi mereka pelajaran agar tak membully siswa atau siswi lagi seterusnya.
Beberapa bulan kemudian hari kelulusan pun tiba di universitas skylight,dan kami 3 sahabat dan para mahasiswa dan mahasiswi di kampus yang sudah lulus mulai menyelenggarakan program anti bullying di kampus maupun di sekolah-sekolah yang terkenal dengan pembullian nya.
Tamat..