Rola berlari tergopoh-gopoh menuju ke rumah sakit. Air matanya sudah bercampur dengan darah di pelipis. Malam ini adalah malam yang takkan pernah ia lupakan.
2 jam sebelum kejadian.
"Aku sudah tak tahan lagi hidup di dunia ini."
Pesan itu masuk ke ponsel Rola. Membacanya dan membuat gadis berumur 22 tahun itu menelan ludah. Hendra yg ia ketahui merupakan teman sekampus, jarang berbicara, pendiam namun baik, pintar sekaligus rajin bersih bersih itu ternyata memiliki luka batin yg sangat dalam.
Rola mengenal Hendra karena mereka punya ketertarikan yang sama dengan kartun Jepang, anime.