Namaku adalah Safrina, aku anak kedua dari tiga bersaudara.
Usiaku kini sudah menginjak 19 tahun, dua tahun yang lalu aku lulus dari bangku SMK.
"Pak Buk, Frina mau lamar kerja di BMT besok interview nya do'a in lancar ya," ucap ku pelan.
"Di bagian apa yang kamu lamar, gaji nya berapa?" Tanya Ibu.
"Gaji awalnya sekitar satu juta Bu, bagian yang aku lamar Admin," jawabku.
________
Singkatnya di ke esokan harinya aku pun datang ke Bank untuk melakukan interview, semuanya berjalan lancar hingga pada akhirnya aku di minta untuk mengikuti pelatihan dalam beberapa hari kedepan.
"Kamu, kami terima bekerja di sini dengan syarat harus mengikuti pelatihan untuk beberapa hari kedepan," ucapnya tegas.
"Baik Pak, terimakasih atas kerja samanya," jawabku.
Setelah itu aku di persilahkan pulang ke rumah dan kembali lagi esok.
____________
Ke esokan harinya sesuai arahan dari pimpinan cabang aku berangkat ke Bank untuk mengikuti pelatihan pagi itu.
Di sana aku dan beberapa pegawai baru di arahkan untuk praktek langsung ke lapangan dengan per orang akan di dampingi oleh satu pegawai seniornya.
Pada saat itu aku di dampingi oleh mas Dapit dengan zona lintas timur, kami keluar pagi sekitar jam sembilan berkeliling desa untuk mendatangi rumah para nasabah untuk melakukan penyurvei an ataupun menarik cicilan para nasabah.
Sekitar pukul satu siang mas Dani mengajak ku pulang kembali ke Bank karena sudah memasuki jam istirahat. Sembari perjalanan pulang kamipun sedikit mengobrol bersama.
"Hari ini sampai di sini dulu saja, kita lanjut esok lagi, sudah waktunya kita istirahat di kantor. Kalau kamu ada yang ingin di tanya perihal kerja hari ini jangan sungkan ya biar cepet paham, karna malu bertanya itu akan sesat di jalan, faham?" Jelasnya.
"Hmm ... Iyaa," jawabku sembari memanggutkan kepala.
"Pinterr," ejeknya.
"Ini zona di bagi per orang atau per kelompok mas, Kayak misal aku sama mas nih satu zona gitu apa aku sendiri mas sendiri?"
"Jadi gini kalau marketing gini itu zona di bagi per orang, setelah pelatihan kamu ini nanti akan ada fase trening yang di mana kamu sudah bertanggung jawab atas satu zona dan sudah mendapat gaji separuh."
"Kan ini yang aku lamar admin,terus kenapa pelatihannya terjun lapangan?"
"Apapun yang bagian yang kamu lamar untuk pelatihan kita samakan semua, dan terus kalau sudah mulai di katakan mampu kerja, di sini kita kerja target jadi dalam 1 hari kita memiliki target-target tertentu pada setiap karyawannya, tapi kalau masih trening belum di beri target kok."
'Kerja target yaa, di bawah tekanan ini pasti deh, udah lah gak papa dari pada di rumah kena omel mulu.' batinku.
Tanpa menjawab hanya ku balas dengan senyum kecil untuk meresponnya.
Setelah sampai di kantor kami langsung melakukan pengecekan data transaksi dan mulai menghitung.
Waktu berjalan begitu cepat hari itu sampei tidak terasa waktu sudah menjukan pukul empat sore, dan kami di arahkan untuk kembali pulang ke rumah.
____________
Singkat cerita setelah aku sampai di rumah, aku langsung membersihan diri.
"Gimana latihannya, tadi?" Tanya Bapak.
"Tadi aku latihan langsung ke lapangan Pak, dateng ke rumah-rumah para masabah nya," jelasku.
"Sama seniornya berarti?"
"Iyaa, tapi nanti kalo udah trening di kasih zona sendiri buat di hendel per orangnya satu zona."
"Jalan terus berarti?"
"Iyaa."
Kala itu bapak ku hanya terdian lalu beranjak pergi meninggalkanku sendiri.
Tidak lama setelah itu Bapak kembali mendatangiku yang tengah duduk santai di kursi ruang tamu.
"Udah gak usah di lanjut buat kerja di BMT nya, ternyata tempat yang kamu lamar itu dulu anaknya temennya bapak kena tombok puluhan juta karna ketipu pimpinannya."
"Tapi kan Pak, itu udah beda lagi Bank nya."
"Kamu tu di kasih tau bukannya nurut malah ngebantah terus, kalo Bapak bilang jangan ya jangan berhenti ya berhenti!"
"Tapi kan Pak."
"Udah-udah gak ada tapi-tapi ... Besok gak usah dateng lagi ke kantornya."
Aku hanya terdiam sembari merenung, seketika pikiranku kosong mata ku sayub badanku lemas.
________
Flashback
Setelah kabar kelulusan selama 1 minggu aku masih menganggur di rumah, sembari mencari tujuan kemana aku akan memilih pekerjaan yang cocok untukku.
Namun, kondisi rumah tidak mendukungku untuk berfikir beberapa saat, beberapa lontara kata yang keluar dari lisan kedua orang tua ku sangat membuatku tersayat, setiap hari aku merenung menangis tanpa suara dan tersenyum untuk berpura-pura baik-baik saja.
"Mana katanya lulusan SMK setelah lulus bisa langsung kerja lapangan, semuanya bobong buktinya lulus ya nganggor cuman jadi beban, apa-apa masih aja minta ke orang tua, percumah di sekolahin makan biaya banyak, gak guna semua!" Ucap Bapak.
"Sabar Pak, ini aku juga masih mau ngelamar ke beberapa tempat," lerai ku.
"Mana ha apa ... Udah lulus juga nyari kerja masih susah bisanya cuman morotin harta orang tua aja kamu!"
"Ya allah Pak, aku gak pernah minta di sekolahin sampek lulus SMK, Bapak sendiri yang minta aku buat lanjutin sekolah, ini aku juga belum sodorin lamarannya."
"Alah ngoceh aja teros kamu, percuma di sekolahin sama orang tua ngelawan terus, belom juga bisa ngasih apa-apa ke orang tua udah pinter mara-marahin orang tua, gak mikir emang selama ini idup kamu udah ngabisin berapa banyak uang orang tua haa!"
Seketika mulutku seperti terkunci kaku tak ada sepatah kata pun yang dapat terucap, hanya air mata yang tak kunjung henti mengalir membasahi kedua pipi.
.....
Dengan hati yang masih dongkol malam itu aku tidak tidur, di hadapan laptop aku memnyiapkan semua berkas-berkas untuk melamar pekerjaan, tujuan utamaku adalah BANK BMT AR RAHMA yang di mana aku melihat postingan media sosialnya yang menyatakan sedang mencari karyawan baru dengan gaji yang lumayan yaitu sekitar 2juta perbulannya, di desa ku nominal gaji tersebut sudah dapat di katakan cukup besar, dan menurutku dengan bidang jurusan akuntansi keuangan yang aku miliki bekerja di Bank adalah perkerjaan yang pas bagiku.
. . .
Ke esokan harinya dengan berkas yang sudah cukup lengkap aku pun berpamitan kepada orang tua ku untuk melamar kerja di tempat tersebut.
"Pak Buk, Frina mau lamar kerja di BMT besok interview nya do'a in lancar ya,"
Flasback off
___________