Aku terlalu lama berkompromi dengan hati. Terlalu sering berkutat dengan pikiran. Hingga aku lupa menyuruh logika untuk ikut berperan. Terlalu percaya jika kamu selalu ada. Terlalu berharap akan menjadi selamanya. Namun nyatanya, Selama itu tak ada. Yang ada hanyalah kita. Yang kukira selamanya. Ternyata hanya sementara.