Namaku Ayumi Qaireena,Aku seorang pelajar yg duduk dikelas 2 smp,aku merupakan murid pindahan dr SMP sebelah, dikarenakan aku seorang ank baru, sulit bagiku untuk mendapatkan teman baru.
Hari ini aku tak sengaja menabrak seorang kakak kelas,namanya kak Aura, dia kakak yg cantik dgn mata khas tertutup dn rambut panjang nan tipisnya dikuncir 2,akupun meminta maaf karena tak melihat saat jalan dan dia memaafkan ku, kamipun berkenalan dan berjalan melewati koridor-koridor sekolah.
Kak Aura sangat baik dia mengenalkanku ruangan, ruangan sekolah ini yg tak ku ketahui,tetapi saat kami berjalan, semua tatapan orang tertuju pada kami, aku merasa tak enak menjadi pusat perhatian, mungkin kak Aura orang yg terkenal disini?? Entahlah.
Kak Aura mengajakku berjalan hingga kami sampai disebuah ruangan,ruangannya sangat bersih dn tertata rapi,sekolah ini menyimpan ruangan luas seperti ini? Aku bahkan tak mengetahuinya sama sekali.
Kami duduk disalah satu sofa.
"Kak,ini ruangan siapa ya? Bagus sekali"
-ucapku dgn kagum dn disertai rasa penasaran yg tinggi.
"Ini ruangan pribadi milikku,yumi".
-ucapnya membalas pertanyaanku dgn tersenyum.
Akupun ber-oh ria sambil meratapi satu persatu dr ruangan ini.
"Aku ini adalah wakil ketua OSIS disekolah ini,jd wajar aku punya ruangan tersendiri,yumi"
-ucap kak Aura memecahkan keheningan.
Akupun terkejut mendengar hal itu, aku tak menyangkanya perempuan yg tak sengaja tertabrak olehku merupakan wakil dr OSIS? Pantas saja orang-orang banyak memperhatikan kami disepanjang koridor.
"Sungguh!? Itu keren sekali,kak!"
-ucapku antusias.
Kak Aura terkekeh pelan mendengar kegiranganku,kamipun mengobrol beberapa hal-hal yg random didalam ruangan itu, bahkan sampai hal-hal yg berhubungan dgn aib pun terbongkar,aku tidak mempermasalahkannya, toh gunanya jg untuk mempercepat hubungan pertemanan kami.
Waktupun trs berjalan dn bel berbunyi menandakan waktu istirahat tlah usai, akupun pamit pada kak Aura dn bergegas memasuki ruangan kelasku,ini adalah jam pelajaran yg terakhir sebelum bel pulang berbunyi.
"Sampai besok,kak!"
Aku lalu bergegas pergi setelah melihat kk Aura tersenyum,dikelas,aku melihat teman-teman sekelasku berbisik-bisik saat melihatku, aku tak terlalu memperdulikannya, hingga saat duduk di bangku milikku, aku mendengar sesuatu.
"Lihat,itu bukannya anak yg digosipkan td??"
"Mengerikan sekali ya,apakah dia itu ank indigo? "
-ucap mereka
Mereka berbisik atau apasih? Kok keras bgt?.
Aku lalu menatap mereka tajam
"Hey!,kedengaran tau!! Berhati-hatilh saat berbicara,tanpa kalian sadari itu akan membuat org kesal dn tersinggung!!
Ucapku rada kesal.
" oh!, m-maafkan kami"
-ucap mereka dan kembali pada tempat duduknya masing-masing.
Guru pun masuk dibeberapa detik berikutnya dn mulai mengajar, akupun mulai fokus disaat itu juga.
***
keesokan harinya aku bertemu lg dgn kak Aura, dan hari-hari berikutnya juga, aku belum menemukan teman lain yg bisa diajak ngobrol selain kak Aura.
Karna hanya dialah yg bisa mengerti kepada ku, kak Aura pernah bilang bahwa dia banyak waktu luang,jadi, tak masalah jika aku main dan mengajaknya ngobrol sebentar,padahal kupikir seorang wakil OSIS pun memiliki banyak pekerjaan.
Diakhir-akhir itu juga, aku mendengar rumor-rumor aneh tentang diriku, isinya adalah mengenai aku yg sering bercerita sendiri di Koridor sekolah sambil tertawa dan suka memasuki area terlarang sekolah.
Justru mereka yg aneh tidak bisakah mereka melihat bahwa aku berkomunikasi antar sesama teman? aku ini masih normal!!
Hingga suatu hari aku ingin mencari kak Aura, tetapi aku tak kunjung menemukannya, aku mencari diseluruh penjuru sekolah dn bahkan sampai mengelilinginya berapa kali.
Aku mencarinya karna ingin meminta nomer ponselnya, karna sudah seminggu aku selalu saja lupa memintanya.
Dari kejauhan samar-samar aku melihat kak Aura,akupun menghampirinya,tetapi saat ia berbalik aku terkejut melihat sosok itu, itu bukanlah kak Aura!!
Dia berbeda!raut mukanya datar dan dia menggunakan syal diarea lehernya, manik matanya menatap tajam,akupun langsung merinding ditempat, aku menunduk lalu meminta maaf karena salah orang sampai meneriaki nama yang salah, lalu aku bergegas pergi,tetapi belum selangkah aku tapakkan kakiku, ia menarik pergelangan tangan ku.
"Kau itu Ayumi Qaireena, kan? Bisa ikut aku sebentar
-ucapnya dgn nada penuh penekanan.
" matilah...apakah aku akan kena hukuman? "
-batinku merenggut.
Kakak itu mengajakku ke sebuah ruangan bernuansa biru, sangat rapi, posturnya sangat mirip dgn kak Aura, tetapi mengapa dia mengajakku kesini??
"Ma-maaf"
-ucapku gugup dikala atmosfer ruangan ini sangat mencengkram, bahkan hening melanda, mau tak mau aku harus mulai topik dgn kata maaf.
"Hey yumi, apa yg kau ketahuilah tentang anak yg bernama Aura Alletha? "
-ucapnya.
"Kak Aura? "
-ucapku penuh dgn nada bingung.
"Dia kakak kelas yg baik dan pengertian, kak Aura sangat senang bercerita dgn ku, aku sangat sayang pada kak Aura, aku sudah menganggap nya seperti kakak ku sendiri "
-ucapku antusias.
"Sekarang bisakah kau meninggalkannya"
Aku tak percaya!, apa maksudnya aku disuruh meninggalkan org yang ku sayangi!!
"M-maaf, tapi.."
-ucapanku terpotong.
"Namaku adalah Naura alletha, ketua OSIS disekolah ini" aura adalah adik perempuanku dia sdh lama meninggal "
Meskipun kami sedang duduk, dapat ku rasakan kakiku lemas seketika, saudara kembar? Meninggal? Aku tak percaya itu, jelas-jelas waktu itu kak Aura ada didepan kusendiri, bercerita dan bermain bersama.
"Meninggal? Jangan bercanda kak!! "
"Aku paham perasaanmu, yumi, tapi aku ada buktinya, apakah kau sering keruangan yang ada dibelakang sekolah? "
Akupun menganggukkan kepalaku, dan kakak ini menjelaskan tentang ruangan itu adalah tempat terakhirnya kak Aura ditemukan terakhir kali tewas gantung diri, konon katanya kak Aura dulu semasa hidupnya menjadi salah satu pilihan menjadi wakil OSIS, ia sangat ketat penjagaanya, ia berusaha untuk tetap menjaga nama baik sekolah.
Hingga suatu hari, ada salah seorang anak baru tak sengaja melakukan kesalahan, hingga kak Aura memarahi dan menghukumnya, ia tak tau bahwa anak itu memiliki fisik yang lemah, alhasil anak baru itu meninggal dunia, ia selalu merasa bersalah, hingga memilih untuk gatung diri guna untuk menembus kesalahannya.
"Dan aku tak percaya arwahnya masih gentayangan pada anak baru sepertimu, tapi aku yakin dia itu baik, maka dari itu jangan dekati atau mencari dia lagi"
-ucap kakak itu dgn suara bergetar,
Aku tau ini berat, apalagi mereka berdua adalah saudara kembar, tetapi tak mudah bagiku untuk.meninggalkan kak aura.. Mungkinkah ini perpisahan antara kami? Semoga kak Aura berbahagia dan tenang disana.
END