Dia adalah seorang roh terkutuk yang berteman dengan seorang manusia. Dia adalah seorang roh terkutuk yang memendam sebuah perasaan terlarang. Dia mencintai teman manusianya. Dan suatu hari dia berpikir naif bahwa teman manusianya itu juga mencintainya.
Namun semua itu hanya sebuah pikiran naifnya.
Suatu hari teman manusianya tidak mengunjungi dirinya seperti yang biasa ia lakukan selama ini. Roh terkutuk itu tetap berpikir positif, mungkin saja teman manusianya itu sedang sibuk.
Satu bulan, hingga satu bulan teman manusianya itu tidak kunjung datang. Tapi roh terkutuk itu masih tetap berpikir positif mungkin teman manusianya itu sedang sibuk, pikirnya lagi.
Tiga bulan berlalu sejak saat teman manusianya berhenti mengunjungi pohon sakura yang telah dia anggap sebagai ruamhnya. Roh terkutuk itu masih berusaha berpikir positif. Mungkin dia masih sibuk, pikirnya masih sama seperti sebelumnya.
Lima bulan kemudian roh terkutuk itu tetap setia menunggu. Hanya saja pikirannya sudah tidak sama seperti sebelumnya, dia mulai berpikir mungkin teman manusianya itu melupakan dirinya. Tapi setengah pikirannya masih berpikir positif.
Tujuh bulan berlalu, sudah tujuh bulan sejak saat itu. Di bawah pohon sakura yang kini tengah bermekaran, roh terkutuk itu masih tetap berdiri tegak menunggu teman manusia yang dia rindukan kedatangannya. Tapi sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda teman manusianya akan datang.
Satu minggu kemudian, roh terkutuk itu tersenyum gembira melihat dari kejauhan teman manusia yang dia rindukan sedang berjalan menuju pohon sakura tempatnya bernaung. Dalam hati dia terus mengulang kata "dia kembali."
Namun dia tidak sendiri. Tangan kanan teman manusianya itu menggenggam tangan seorang wanita cantik yang mengenakan gaun putih panjang di sebelahnya. Roh terkutuk itu menatap teman manusianya yang juga mengenakan baju yang selaras dengan wanita yang dia genggam.
Mereka berdua tampak bahagia. Roh terkutuk itu merasa aneh karena ini pertama kalinya dia melihat teman manusianya tersenyum lebar seperti ini.
Teman manusianya dan wanita yang ada di sampingnya, memberhentikan kaki mereka dan berdiri tepat di depan matanya. Ah, mungkin lebih tepatnya pohon sakura tempat dia bernaung.
Roh terkutuk itu bisa melihat raut wajah sedih yang ditampilkan oleh teman manusianya. Roh terkutuk itu memiringkan kepala, ada apa dengan teman manusianya? Apa dia sedang mencoba mengabaikannya karena wanita itu?
"Sayang, kenapa kamu menatap pohon sakura ini dengan raut wajah sedih?" wanita itu bertanya pada teman manusianya, sedih? Roh terkutuk itu merasa bingung kenapa teman manusianya bersedih hanya dengan menatap pohon sakura?
Dan dia bahkan mengabaikannya? Apa ini? Dia tidak seperti biasanya!
Roh terkutuk itu melambai-lambaikan tangannya di depan wajah teman manusianya. Berharap teman manusianya mempedulikan dirinya. Usahanya sia-sia, karena teman manusianya tetap mengabaikannya. Seakan dia tidak bisa melihat dirinya.
"Aku ... Hanya teringat tentang seseorang di masa lalu. Tepat tujuh bulan lebih satu minggu yang lalu dia menghilang di hadapanku dan aku tidak bisa menemukannya di mana-mana," Roh terkutuk itu berhenti melambaikan tangannya, kedua matanya menatap kosong. Apa maksudnya? Apa mungkin ... Tidak itu pasti tidak benar!
"Sayang, itu pasti menyulitkanmu," wanita itu berusaha untuk menenangkan teman manusianya. Roh terkutuk itu hanya bisa terdiam, percakapan mereka membuat hatinya terluka.
"Terima kasih, sayang. Aku kemari hanya ingin memberitahukan temanku, bahwa aku sudah menikah denganmu. Aku tahu dia pasti ada disini melihat kita."
"Karena itu aku ingin memberitahunya. Sakura, aku tahu kamu ada disini. Sakura maafkan aku karena aku ... Tidak bisa menepati janjiku untuk terus bisa melihatmu," tidak! Jangan katakan itu! Hati roh terkutuk itu berteriak kencang.
"Sakura ... Tolong beritahukan padaku. Jika kamu ada disini. Tolong berikan aku tandamu, Sakura!" Roh terkutuk itu tersenyum, disertai dengan air mata yang terus mengalir di kedua pipinya.
Dia menghela napas, dia tahu bahwa hari ini pasti akan terjadi. Dia tahu itu tapi ...
Tidak! Dia tidak boleh berpikiran egois. Saat ini teman manusianya telah menemukan kebahagiaannya jadi dia tidak boleh egois.
Seorang roh terkutuk sepertinya tidak pantas untuk berpikiran egois. Berpikiran bahwa dia bisa bersama dengan seorang manusia yang jelas-jelas adalah makhluk yang suci.
Dia tahu itu, dia sangat tahu dari awal perasaan ini dimulai. Dia sangat tahu konsekuensi yang akan dia dapatkan jika mencintai manusia. Sakura, jangan egois! Ayo berikan salam hangat terakhirmu pada teman manusiamu!
Ah ... Jadi mereka berdua telah menikah. Haruskah dia memberikan ucapan selamat dan ucapan selamat tinggal sekaligus untuk teman manusianya?
"Hahaha! ... Hiks ... Ini sedikit tidak adil ... Hiks ... Apa yang aku harapkan?" Sakura sadar cinta terlarang yang dia rasakan sangatlah menyakitkan. Mereka berdua berbeda dalam segala aspek, mereka berdua bukanlah makhluk yang ditakdirkan bersama.
Untuk saat ini dan selamanya dia akan mengikhlaskan teman manusia sekaligus seseorang yang ia cintai pada orang lain. Sekalipun dia tidak menginginkannya.
Roh terkutuk itu menggerakkan pohon sakura dengan kencang membuat banyak bunga sakura berjatuhan. Teman manusianya itu tersenyum, dia tahu ini semua pasti perbuatan Sakura.
"Sakura ... Terima kasih dan selamat tinggal. Aku tidak menyesal pernah mengenalmu! Terima kasih karena telah menjadi teman baikku," ucap teman manusianya sembari berbalik bersama dengan wanita yang ada di sampingnya dan melangkah pergi meninggalkan tempat dirinya berdiri. Roh terkutuk itu hanya terus menatap kepergian teman manusianya itu sampai benar-benar menghilang.
Haruskah dia mengucapkan Terima kasih kembali? Sakura tersenyum getir, dia akan kembali sendiri lagi. Mungkin selama ratusan tahun atau bahkan ribuan tahun.
Apa mungkin di masa depan dia bisa bertemu dengan manusia yang seperti teman manusianya itu lagi? Tapi roh terkutuk itu berharap jika dia menemui seseorang yang mirip dengan teman manusianya, semoga dia hanya menganggapnya sebagai teman.
"Ya, sudah tidak ada lagi tempat untukku di hatinya," dia menghela napas sebelum kembali berucap, "dia telah menemukan sesuatu yang berharga untuknya."
Seorang roh terkutuk sepertinya tidak pantas untuk menjadi sesuatu yang berharga bagi manusia yang suci. Hal berharga itu seharusnya adalah sesuatu yang bersih.
Bukan sesuatu yang kotor seperti dirinya. Dan untungnya manusia itu menemukannya. Akhirnya ...
Namun mengapa rasanya menyedihkan? Terasa seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Ini bukan sesuatu yang benar, tidak boleh. Makhluk kotor sepertinya dilarang untuk merasakan hal ini. Dia tidak seharusnya merasakan perasaan ini.
Benar dia harus cepat-cepat membuang sesuatu yang mengganjal hatinya. Tapi, bagaimana caranya?
"Sulitnya ... Andai aku tidak bertemu dengannya."
•
•
🌸TAMAT🌸