Hai namaku luois aku adalah seorang peri laki laki yang tampan dan berambut putih. Posisiku sebagai ksatria peri, jangan takut aku tidak jahat. Aku akan selalu menemanimu bermimpi. Aku berusia 200 tahun, namun ketampananku tak berubah sedikitpun.
Suatu hari Ratu menurunkan 8 ksatria peri termasuk diriku ke bumi. Kami diturunkan ke bumi dengan adanya suatu misi dan tujuan. Di bumi kami menyamar sebagai siswa SMA.
Kami menjalankan kehidupan di bumi layaknya manusia.
Di satu waktu, aku bertemu dengan salah satu gadis yang membuatku terpesona dengan model rambutnya yang cantik terurai begitu anggun, membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku berkata dalam hatiku "siapakah gadis ini ? Apakah ada gadis bumi yang secantik ini, menurutku cantiknya melebihi para peri"
Sejak saat itu aku sering memikirkannya.
Suatu hari kami para ksatria peri berkumpul di taman.
"Apa maksud dan tujuan Ratu menurunkan kita ke bumi?" Tanya kayl
"Apakah kau tidak tahu bahwa kita ada sebuah misi untuk diselesaikan?" Jawab Leo
"Ratu tiba tiba menurunkan ku begitu saja, saat aku sedang membersihkan gudang di kayangan" ucap Kayl
" sudah sudah, Jangan bertengkar, mari kita bahas bagaimana rencana kita agar bisa menyelesaikan masalah dengan cepat" ucap Alex , sang pemimpin kami.
"Aku tahu bahwa kita memiliki misi , tapi mohon maaf masalah apa yang harus kita selesaikan?" Tanya Daniel
"Ratu meramalkan bahwa bumi akan rusak karena ulah manusia yang egois, kita harus mencegah hal itu terjadi" jawab Alex
"Oohh baiklah"
"Apa kalian ada ide ?" Tanya Alex
"Hmmm aku sedang berusaha untuk berfikir " jawab Ian
"Masalahnya begitu rumit, you know?"ujar Shion
"Louis bantu berfikir, jangan diam saja !" Bentak Ryu padaku
Sontak aku terkejut dan terbangun dari lamunanku.
"Hah ..a...apa ? Iya begitulah" karena gugup aku sembarangan menjawab Mereka.
"Louis apa maksudmu?" Ucap Kayl dengan menaikkan satu alisnya
"Louis tolong lebih serius sedikit, kita sedang membahas hal penting di sini !" Perintah Alex
"I ..iya ....m-maaf ketua " karena rasa malu aku menundukkan kepalaku dan tidak berbicara sedikit pun.
"Sepertinya aku memiliki satu ide bagus" ujar Ian
Lalu ide yang diajukan oleh Ian di setujui oleh semuanya. lalu kami semua kembali ke rumah masing-masing. Kebetulan aku satu rumah dengan Ryu.
Diperjalanan pulang aku terus memikirkan kejadian yang tadi.
"Wahhh apa apaan aku ini , sempat sempatnya melamun, di saat yang lain sedang sibuk, huuh sungguh kacau" aku terus memurungkan wajahku hingga sampai di rumah
"Hei...Louis !" Panggil Ryu
"Iya ...ada apa ?"
"Maaf soal yang tadi , aku tidak sengaja membentakmu "
" tidak apa, lagi pula itu salahku"
"Ada apa denganmu ? Kenapa kau melamun begitu ?"
"Ahhh tidak ada, tidak ada sesuatu yang kupikirkan "
"Hmmm "
Aku langsung beranjak menuju tempat tidurku.
Keesokan harinya saat matahari masih terbenam Alex mendapat kabar bahwa kami harus segera kembali ke kayangan.
"Hah... yang benar saja , bahkan misinya belum di mulai sama sekali " ujar Ian
" tapi ini perintah Ratu , kita harus segera kembali ke kayangan" jawab Alex
" apa tidak perlu menjalankan misi ?" Tanyaku padanya
"Sepertinya tidak Louis" jawab Alex
"Cepat kita harus segera kembali sebelum matahari terbit !" Ujar Kayl
"Kayl benar kita harus bergegas , matahari sebentar lagi muncul !" Ucap Leo
"Baiklah ayo kembali !" Perintah Alex
Satu persatu teman temanku terbang ke kayangan , namun keanehan terjadi saat aku hendak terbang menyusul yang lain.
Aku berlari dan melompat, berharap bisa terbang dengan mudah seperti yang lain , namun aku justru terjatuh kembali.
"Louis ada apa ?" Tanya Ryu
"Entahlah tiba-tiba saja aku tidak bisa terbang"
"Matahari hampir terbit !"ucap Leo
" maaf Louis kami tidak bisa membantumu !" Ujar Ryu
"Teman teman tunggu aku !"
" suatu hari kami akan kembali untuk membantumu , Louis !" Ucap Alex
" aku akan menunggumu "
Teman teman ku kembali ke kayangan meninggalkanku seorang diri di bumi.
Kini aku kembali hidup seperti manusia.
"Apa aku benar benar akan menjadi manusia ? Kenapa aku tidak bisa terbang ?"
Tak kusangka mereka benar benar menepati janji mereka. Mereka datang kembali padaku.
"Louis, bagaimana kabarmu?"
"Leo, akhirnya kalian datang "
"maaf membuatmu menunggu lama " ujar Kayl
"Alex memerintahkan kami untuk menjemputmu dan Ratu juga sudah menyetujuinya, maaf meninggalkanmu begitu saja" ucap Ian
"Tidak apa , aku tidak masalah"
"Tetapi bersiaplah Ratu murka padamu !" Bisik Kayl
"Hah...kenapa ? Apa aku berbuat salah ?"aku terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Kayl
"Nanti kujelas kan"
"Cobalah untuk terbang!" Perintah Leo
Dengan senang hati aku melompat, namun aku terjatuh lagi.
"Kalian melihatnya?" Tanya Ian
"Sepasang tangan " jawab Kayl
"Mengerikan , sepasang tangan seolah menarik kedua sayap Louis dan tak mengijinkannya untuk pergi" ucap Leo
"Louis, sepasang tangan menarik sayapmu , itu yang membuatmu tidak bis terbang!"
"Hah ?"... seketika aku langsung terkejut dengan apa yang kulihat
"Apa ada sesuatu yang kau beratkan di bumi ini? Mungkinkah ada sesuatu yang tak rela kau tinggalkan?"tanya Ian
"Hmmm" aku hanya diam mematung tak bisa menjawab pertanyaan tersebut.
"Haahhh...tidak mungkin , Louis jatuh cinta pada gadis bumi"
"Heyy...Kayl , kau jangan mengarang cerita, siapa yang menyukai gadis bumi "
"Jujur saja , ya sudah kau jadi manusia bumi saja , cintamu kan ada di sini , hehehe" ledek Kayl
"Hmmm berhenti mengejekku , aku seorang ksatria peri tidak mungkin jatuh cinta pada gadis bumi "
"Sssttt, ini hal serius Louis, jika kau ingin terbang kau harus meneteskan tubuhmu dengan mata air suci sebanyak 10X" ujar Leo
"Hahh...dimana itu berada ?"
"Hanya ada di kayangan" jawab Ian
"Aku akan mengambilkannya!" Ujar Kayl
Lalu Kayl terbang kembali ke kayangan demi mengambil mata air suci.
"Ini teteskan 10X ke tubuhmu !"
"Terima kasih Kayl"
Teman temanku membantuku meneteskan air mata suci ke tubuhku, seketika sepasang tangan yang menggenggam erat sayapku hilang begitu saja.
"Iya sudah hilang " ucap Kayl
"Benarkah? Wahh.. terima kasih semuanya "
"Sama sama"jawab Kayl
"Coba terbang !" Perintah Leo
Lalu aku mencoba melompat dan terbang, akhirnya aku berhasil, betapa senangnya hatiku akhirnya bisa terbang kembali
"Yahuuu....aku bisa terbang kembali , aku terbang bebas seperti burung burung di angkasa , akhirnya sayapku kembali "aku sangat gembira
"Perasaan sayapnya gk hilang ya ?" Ucap Ian
" biarkan dia dengan kebahagiannya "jawab Ian
"Ayo kembali ke kayangan!" Perintah Leo
Lalu kami semua kembali ke kayangan. Sesampainya di sana Ratu langsung memanggilku, dan benar apa kata Kayl, aku di marahi habis habisan oleh Ratu.
"Kamu ini bagaimana Louis, kau adalah seorang ksatria peri, kau bukan sembarang makhluk, tingkah lakumu harus di jaga " ucap Ratu dengan murka
"M-maaf baginda Ratu , saya tidak akan mengulanginya lagi "
"Huh...apa apaan kau ini , seorang ksatria peri, jatuh cinta pada gadis bumi ? Apa kau mau aku kutuk menjadi manusia saja "
"Ampun Ratu , jangan Ratu , saya tidak akan mengulanginya lagi, saya berjanji "aku nampak gemetar dan ketakutan.
"Kau tahu perilakumu telah melanggar peraturan dunia peri , jika kau bukan orang penting bagiku , kau seharusnya sudah dieksekusi "
"Hahh...jangan Ratu , ampuni saya Ratu !"
" baiklah aku memaafkanmu , jangan sampai melanggar aturan lagi !"
" B-baik Ratu "
Lalu aku pergi keluar istana dengan wajah pucat dan jantung berdebar kencang, keringat bercucuran, dan rasa panik tak kunjung berhenti.
"Waahhh ada yang habis di marahi habis habisan nih " ujar Daniel
"Huhh...tidak tahu aku sedang keringat dingin , sempat sempatnya meledek" ucapku dalam hati sambil memandang Daniel
"Apa yang Ratu katakan , dia marah karena apa ?" Tanya Shion
"Yahh...karena aku melanggar peraturan peri" jawabku padanya.
Setelah lama mengobrol kami kembali ke rumah masing-masing
Ya...sekian cerita dari saya , salam dari Louis sang ksatria peri, mari kita bermimpi bersama.
~TAMAT~