#SEBELUMNYA#
"Jadi gimana Pak Agus ceritaya tuh?" Tanya Pak Iwan yang duduk di meja sebelah pak Agus yang meninjau pekerjaan Siswa di mejanya.
"Yah jadi pas Tahun 70an itu katanya dulu di sekolah kita ada fenomena misterius yang kayak cerita supranatural gituh yang saya denger dari Pak Bagas kepala sekolah kita yang udah pensiun," jawab pak Agus yang berbicara tanpa mengalihkan fokusnya.
"Supranatural gimana tuh pak?" Tanya Bu Mira ikut berbicara dengan mereka sembari berdua yang tampak tengah mengerja kan sesuatu di mejanya yang berada di hadapan meja pak Iwan.
"Yah katanya sih jadi jaman dulu ada fenomena salah satu guru yang nemuin kapur aneh bernama KAPUR TAK BERTUAN dari kapur itu sih katanya kita dapat ngabulin keinginan kita gituh," cerita pak Agus.
"KAPUR TAK BERTUAN?"
***
"Iya , katanya sih kapur ajaib," lanjut pas Agus bercerita.
"Haha ..., ada hal begitu yah? Itu kayak kartun anak-anak yang tiap pagi saya tonton dulu deh pak. Tawa pak Iwan mendengar kisah Urban yang di dengarnya.
"Beneran ada yang begitu pak? Atau dongeng aja kali?" Tanya Bu Mira penasaran namun juga ragu akan kebenaran cerita itu.
"Yah saya sih gak tahu itu bener apa gak, tapi dari cerita kepala sekolah terdahulu sih gituh, saya pun gak percaya saat itu, tapi yah katanya karna itu beberapa staf dan murid sekolah menghilang lalu ada banyak kejadian kecelakaan beruntun di tahun itu," jelas pak Agus yang menjelaskan pemahamanya dengan ringan dari apa yang ia dengar.
"Wah kalau beneran ada yang begitu serem juga sih, tapi kalau ada gimana bentuknya benda itu dan apa ada syarat pemakaian? Bukanya gimana-gimana sih kalau dari film kan, benda-benda semacam itu punya hukum penggunaan dan karmanya sih," basal Pak Iwan menanggapi sembari memikirkan konspirasi asal muasal benda misterius itu.
"Iya sih katanya sih ada persayaratan tertentu yang juga mengorbankan tumbal, entah orang itu akan kehilangan nyawa atau apa yang telah ia dapat dari cara itu atau yang lainya,saya sih kurang jelas karna hal itu juga misteri di jaman itu," jelas pas Agus menanggapi.
"Wih kalau itu kayak kartun anak-anak lucu juga, tapi kalau yang seperti bapak jelaskan sih serem juga sih,kok bisa adaorang yang mau coba memakai hal yang tidak jelas asalmuasal dan hukumnya, musyrik itukan," balas Bu Mira sembari merapikan mejanya.
"Orang mah kalau udah Khilaf mana tau dosa bu, namanya juga udah kebisik saiton," balas Pak Iwan sembari menyesap kopi di mejanya.
☆☆Flasback Off☆☆
Setelah hari itu aku pun memutuskan untum menelusuri sekolah guna mencari kebenaran dari asal muasal KAPUR TAK BERTUAM yang ia dengarkan kemarin.
Berbekal center kecil usang yang memancarkancahaya redup, aku pun mulai dengan perlahan-lahan menyusuri sekolah yang sudah sepi.
Mengendap-endap bak pencuri dan berusaha tak banyak mengeluarkan suara yang takutnya akan memicu untuk di temukan oleh penjaga sekolah mau pun guru yang mungkin masih tinggal di ruang guru.
Pertama-tama aku pun mencoba untuk menyusuri kelas-kelas yang ada di lantai satu. Satu persatu kamu mencoba melihat mulai dari rak-rak buku yang adadi sudut belakang kelas, meja dan sorokan bawah meja siswa dan guru.
Namun aku masih belum menemukan petunjuk apapun, lalu mulai aku pun mencoba memeriksa area kantin yang berada di gedung timur sekolah yang telah rapi dan sudah di bersihkan oleh para pedagang yang menyewanya.
Hem ... aku masih belum menemukan petunjuk apapun dan harimulai gelap, apakah aku harus menyerah? Tidak masih ada dua lantai di atas dan gudang di sisi barat yang bisa aku periksakan.
Dwngan ragu-ragu namun masih memiliki tekad untuk menemukan benda ajaib itu aku pun mulai naik ke lantai dua dan tiga memeriksa semua kelas dan hasilnya masih sama. Sungguh melelahkan, sekarang aku sudah kembali ke lantai satu dan mulai berjalan ke tujuan terakhirku.
"Gudang sekolah barat."
Langit sudah gelap dan sekolah pun hanya bercahayakan bulan, heuw menyeramkan, sejenak bulu kudukku meremang.
Huft, entah mengapa aku merasa agak bodoh dan konyol mengapa mencari hal dari cerita yang tidak jelas kebenaranya walau itu berasal dari mantan kepala sekolah.
Tapi siapa yang tahu bahwa cerita itu hanya kisah rakyarmt seperti...,"Malin kundang, bawang merah dan bawang putih, atau si timun mas itu?" Hem sudahlah ketemu atau tidak setidaknya aku sudah menunaikan rasa penasaranku.
Tak! ??
Sreek, sreek ...?
Suara apa itu?
Dengan penasaran aku mencoba melihat sekeliling, apakah ada seseorang di sekitar? Atau penjaga sekolah?
Gawat jika aku ketahuan!?
Tapi ....? Tidak terlihat ada siapa pun, emm apa aku salah dengar?
Tak, tak, sreek ....
Gleg!? Kenapa tiba-tiba aku merasa gugup dan tubuhku merinding yah? Apa karena sudah malam aku juga merasakan suhu di sekitar juga semakin dingin.
Walau aku tahu sekolahku saat ini ada di area sebuah kota kabupaten kecil yang berada tak jauh dari area bawah pegunungan tapi ini tidak berada di atas gunung dan cenderung jarak kota dan hutan pegunungan berada jauh, jika itu desaku yang memang berada 500 meter dari kaki gunung aku pasti tidak terlalu memikirkannya tapi, ini kan sekolahku di kota kabupaten yang jaraknya puluhan kilometer!?
Dan sialnya aku juga lupa bahwa cara pulang satu-satunya hanya dengan bus terakhir pada pukul 12 dan sekarang sepertinya sudah pukul 8 malam,untungnya ini adalah hari bersenang-senang ayahku yang mana setiap sabtu malam hinggu minggu tak akan pulang untuk melihatku yang bagaikan parasit di matanya, sehingga aku tak perlu takut untuk di pukuli saat pulang terlambat.
Namun aku masih di buru waktu, aku harus segera cepat menyelesaikan penelusuran ini agar dapat mengejar bus terakhir. Jika tidak aku harus tinggal semalaman di sini dan menunggu kendaraan umum di pagi hari dan aku tidak mau itu. Siapa yang mau tinggal di sekolah yang seram di malam hari. Apalagi jika ini di ketahui penjaga sekolah aku akan dapat masalah.
Sepertinya aku terlalu cemas akan sekitar sehingga pikiranku terlalu banyak bertualang entah kemana dan mulai mengabaikan sekitar hingga tak sadar aku sudah sampai di depan pintu gudang.
Drap ... Drap ... set !
Eh? Siapa tuh? Jangan-jangan satpam jaga hari ini! Gawat!"
Tampak dari kejauhan aku mendengar langkah kaki bersama siluet seorang pria besar yang sepertinya adalah satpam yang sift jaga malam hari.
Kritt!
Takut ketahuan olehnya aku pun buru-buru lari memasuki gudang.
Hosh ... hosh sembari menyandarkan diri membelakangi pintu aku pun tak lupa menempelkan telinga kiriku mencoba mendengar gerakan di luar, takut-takut satpam yang tengah berjalan, berkeliling itu mendengar gerakanku dan masuk dan memergoki aku yang bersembunyi di sini.
Drap ... Drapp ....
Huft.
Setengah menit berlalu setelah kumendengar sepertinya langkah kaki sang satpam telah berjalan melewati pintu gudang dan sudah berlalu jauh aku pun mulai bernafas lega.
Cklek!... Cklekk!... Eh? Kenapa ini kok gabisa di buka sih? pikirku yang mulai panik pasal sepertinya pintu gudang tak mau terbuka dan aku akan terjebak di dalam ruangan yang kotor dan pengap juga gelap ini sendirian sampai pagi!
Apa yang akan terjadi padaku!?
🕸️
🕷
🕸️
🕷
🕸️
🕷
🕸️T🕸️B🕸️C🕸️