Tok tok tok
Mendengar bunyi pintu reflek ibunya Eca membuka pintunya berniat melihat siapa yang datang pagi-pagi ke rumah
Ceklek....
"Pagi tante, saya temannya Eca, mau jemput eca untuk pergi kesekolah bersama-sama"
"Ohhh nah Evan, mau masuk dulu gak nak? Ecanya masih pasti masih siap-siap tuh" kata Ibunya Eca dengan yakin
"Ohh iya boleh bun" jawab Evan kepada ibunya Eca
"Bunda panggil dulu yah Ecanya, Evan..."
"Iya bun..." sambil senyum kepada bunda
"Ecaa.... cepat nak, Evannya udah nunggu tuh dibawah" kata bunda sambil mengetuk kamar Eca
"Iyaa bunn.... bentar lagi" saut Eca
Selesai itu, Eca segera kebawah menghampiri Evan, dengan terburu-buru, karna hari ini upacara jadi harus berangkat lebih cepat
"Pagi Evan.... maaf aku telat lagi" kata Eca sambil kerepotan dengan semua barang yang dia pegang dan gantung pada badannya
"Awas... pelan-pelan turun tangga, nanti jatoh
Evan yang melihat banyak bawaan yang belum dia masukin kedalam tas pun turut membantu Eca
"Kenapa? Tumben bangun telat, biasa pagi-pagi spam telfon biar aku cepat pergi, kok kali ini kamu yang terlambat" kata Evan
"Iyaaa.... semalam aku belajar lupa waktu karena hari ini kan ulangan MTK, kemaren kan ak tidak masuk karena organisasi dan kegiatan osis dari sekolah jadi harus izin terus, jadinya ketinggalan pelajaran deh...." jawab Eca sambil merapikan barangnya dan sambil memakan roti yang dibuat ibunya untuk sarapan
"Sudah kan? Yah sudah ayo sudah berangkat sudah jam berapa ini" kata Evan
"Ayoo.... aku sudah siapp" jawab Eca dengan semangat
Eca pun memanggil bundanya untuk berpamitan
"Bun.... pergi dulu yah" kata Eca sambil salam kebunda
"Bun.... aku pergi juga yah bun" kata Evan sambil salam kepada bunda
"Iyaa.... hati-hati yah kalian, Evan.... bunda titip Eca yah, tolong dijagain" kata bunda
"Apaan sih bun... ak udah besar tau" jawab Eca
"Kamu baru sembuh sayang... jadi tidak boleh terlalu banyak aktivitas, dari jumat kamu drop, dan baru sembuh minggu kemarin, jadi kamu masih butuh istirahat" kata bunda dengan wajah yang masih sangat cemas
"Gak papa bunda.... Eca udah sembuh, Eca udah sehat, Eca udah kuat kok" kata Eca dengan semangat
"Iyaa bun... nanti saya jagain Ecanya kok" kata evan
"Untung kamu punya pacar sebaik Evan... ehh maksud bunda teman sebaik evan..." kata bunda dengan sedikit bercanda
"Apaan sih bun, kita cuma teman kok.... " kata Eca
"Iyaa bunda bercanda, tapi bunda mau bertanya sedikit. Kalian emang tidak cape terus-terusan terobsesi dangan belajar terus, pagi kalian belajar disekolah, lalu pulangnya kalau tidak ada kegiatan organisasi kalian pasti belajar dikamar dari sore itu sampai larut malam, dan terkadang sampai jam 3 pun baru kalian mau berhenti, belum lagi kalian terkenal tpi karena jarang berkomunikasi dengan teman-teman disekolah kalian jadi kalian kurang memiliki teman disekolah, makan juga paste selalu ada buku didepannya, tidak akan mau makan kalau tidak ad buku, kalian obsesinya mengerikan, sampai dapat merusa jam tidur, bersosialisasi, dan jam makan, dan kalian mengikuti organisasi, kalian jarang melibatkan orang pasti kalian ikuti yg kerjanya indifidu terus" kata bunda
"Sudahlah bun, tidak ada waktu bunda untuk memikirkan itu bun..." kata Eca buru-buru
"Yah sudah nak, kalian pergi sudah kesekolah, hati-hati yah" kata bunda
"Iya bunn.... bayy bunn" kata Evan dan Eca bersamaan
Mereka pun berangkat menggunakan mobil, Evan terus kepikiran perkataan Eca saat berpamitan kepada bunda. Evan pun tak dapat berhenti memikirkan itu dan akhirnya Evan bertanya kepada Eca