Suatu malam yang hening, disuatu sekolah yang tua dan terpencil terdapat cerita misterius tentang penunggu Gelap yang menghantui orang orang yang ada di sekolah. Beberapa siswa dan guru pernah merasakan kehadiran sesuatu yang aneh, menghadirkan kejadian yang aneh disekolah saat malam hari.
Cerita berawal dengan tokoh bernama Gino, seorang murid pindahan dari kota sebelah. Dia seorang remaja yang penuh semangat, penasaran tentang cerita cerita penunggu sekolah, dan memutuskan untuk mencari tahu apa benar ceritanya nyata atau mitos belaka?..
Lalu kemudian, dia bertemu seseorang guru tua yang mengetahui tentang sejarah sekolah (panggil saja pak Jajang). Guru itu menceritakan tentang tragedi yang dahulu terjadi disekolah ini bertahun tahun lalu, yang mungkin akar dari munculnya penunggu Gelap itu.
Keinginan mencari tahu lebih lanjut mengarahkannya pada petualangan yang menegangkan. Gino pun mencari arsip sekolah yang lama, mengajak kedua temannya untuk melakukan eksplorasi di koridor koridor yang gelap, Dan bahkan mencoba berkomunikasi dengan penunggu itu sendiri.
Namun, apa dia dapat memecahkan misteri penunggu sekolah dan mengakhiri kutukan tersebut? Atau dialah korban selanjutnya?
Dia yang semakin terobsesi dengan misteri penunggu sekolah akhirnya mengajak dua temannya, Maya dan Riza, dalam petualangan mencari jawaban. Mereka bertemu di gedung tua sekolah pada malam hari yang gulita, membawa peralatan seperti kamera, alat pendeteksi aktivitas paranormal, dan lilin untuk menciptakan suasana yang lebih mencekam.
Bertiga mereka memasuki ruang bawah tanah yang terisolasi di tengah kompleks sekolah. Suasana di sana begitu gelap dan suram, membuat mereka bergidik ngeri namun tetap memilih maju. Lalu, tiba-tiba, mereka mendengar suara aneh, serupa raungan yang sangat mendalam. Hati mereka berdebar kencang, tetapi rasa penasaran mengalahkan ketakutan mereka.
Saat mereka menjelajahi koridor-koridor yang sunyi, mereka melihat bayangan yang bergerak di sudut-sudut gelap. Suara-langkah kaki yang berat menghantui telinga mereka. Setiap langkah yang mereka ambil, semakin dekat mereka merasakan kehadiran penunggu sekolah.
Di tengah petualangan mereka, mereka menemukan ruang kuno yang tersembunyi di dalam sekolah. Di sana, mereka menemukan benda-benda kuno, di antaranya sebuah buku harian yang diisi oleh seorang siswa dari masa lalu.
Dalam catatan harian itu, Dia dan teman-temannya membaca kesaksian yang mengejutkan bahwa penunggu tersebut adalah seorang siswa bernama Agus. Agus adalah seorang siswa cemerlang yang diintimidasi dan dibully oleh teman-temannya. Tekanan mental yang dia rasakan membuatnya menjalani kehidupan yang gelap dan tragis, hingga akhirnya, dia mengakhiri hidupnya di dalam sekolah.
Setelah membaca kesaksian ini, mereka memutuskan untuk berusaha membebaskan Agus dari penjara rohnya yang tersisa di sekolah tersebut. Dia, Maya, dan Riza melakukan ritual khusus dengan harapan Agus dapat menemukan kedamaian dan melanjutkan perjalanan rohnya.
Saat ritual dilakukan, suasana menjadi semakin mencekam dan gangguan dari penunggu semakin kuat. Namun, dengan persevere mereka, Agus muncul di depan mereka. Wajahnya dipenuhi kesedihan dan kegelapan, tetapi pada akhirnya dia menemukan ketenangan dan memilih pergi ke alam lain.
Setelah Agus pergi, sekolah terasa lebih terang, suasana menjadi lebih ringan. Keberanian mereka untuk mencari kebenaran telah membawa perdamaian bagi sekolah tersebut. Sekarang, sekolah yang dulu mencekam menjadi tempat belajar yang nyaman, tanpa kehadiran penunggu gelap.