" ayok naik..." Ajak Andra pelan padaku.
Dengan rasa deg-deg an, malu, aku pun mengikuti perintah Andra. Kini, aku duduk di belakang seseorang yang selama ini sering membuatku salah tingkah sendiri di SMS dan telepon. Kini rasa gugup dan bingung campur menjadi satu. Di balik tubuh tinggi si Andra aku hanya bisa menutupi mulutku dengan tangan karena sejak tadi terus tersenyum sendiri.
" Den, gimana kalau kita ngobrol sebentar sebelum pulang?"
" Iya ndra, emang mau kemana kita?" jawabku dengan gugup sembari memegang gagang belakang sepeda motor milik Andra karena aku takut terjatuh.
Akhirnya kita berhenti di sebuah persawahan yang berjarak dua kilometer dari sekolah kami. Aku sungguh tak menyangka kami akan pergi kesana.
"Gimana? Bagus kan pemandangannya?" ucap Andra sambil mengajakku berjalan menuju ke pertengahan sawah.
"Iya ya bagus banget, tapi ngapain kita kesini?" Aku yang tak menyangka di ajak ngobrol di tengah sawah hanya mengikuti langkah kaki si Andra dari belakang.
Kami berdua akhirnya duduk di pinggiran sawah, beralaskan rerumputan hijau. Dengan pemandangan sengkedan persawahan yang berjajar rapi.
Tiba-tiba Andra mengeluarkan beberapa bungkus coklat. Dalam pikiran ku akan di beri coklat bermerk Silverqueen, namun tak sesuai ekspektasi ku.
" Ini tadi aku beli di koperasi sekolah" ucap Andra sambil menyodorkan bermacam jajanan coklat seperti chocolatos, superstar, nabati, dsb. Sebenarnya itu jajanan yang memang biasa ku beli juga di sekolah juga.
Walaupun begitu, aku pun berterimakasih dan tersenyum kecil sambil menerima coklat dari si Andra. " Hihihi... Makasih ya..."
" Gimana den udah kamu pikirkan pertanyaanku yang kemarin?" Tanya Andra sembari mencuri-curi pandang kepadaku.
Sebelumnya memang Andra telah mengajak ku untuk menjadi pacarnya. Namun dia hanya mengatakan lewat SMS saja, dan memang masih aku gantung karena ku bilang akan menjawabnya ketika bertemu.
Dan seketika aku menjadi teringat, ini adalah alasan dia ingin mengajakku pulang bersama. Ternyata dia juga mengajakku ke sawah bukan tanpa sebab, Andra mengikuti apa yang aku katakan lewat SMS sebelum bertemu dengan dia. Di SMS Aku berkata suka ke tempat yang hijau. Kini dia pun merealisasikan, dan membawaku ke persawahan.
Dan aku juga lupa kalau bilang aku suka makanan manis yang rasanya coklat, itu pula alasannya ia memberiku jajanan yang berasa coklat, meski harganya seribuan. Memang tak sesuai ekspektasi ku, tapi aku kagum dengan usaha dan ketulusannya untuk menyenangkanku.
"Gimana jawabannya den? Kamu mau nggak?" tanya Andra sekali lagi padaku.
Aku terdiam sejenak, menata perasaanku yang gugup dan sebenarnya masih bingung ingin menjawab apa pada Andra. " Hemm.. gimana kalau tiga hari lagi aku kasih kamu jawaban"
"Kenapa gak kamu jawab sekarang aja? Kemarin di SMS katanya kalau kita ketemu bakalan kamu jawab?"
"Hehehe, maaf ya ndra... Gak papa kan tiga hari lagi aku jawab."
Andra pun mengiyakan keinginanku. Disana kami mengobrol banyak, menceritakan tentang sekolah, teman-teman kami dan masih banyak lagi. Kami merasa nyaman satu sama lain tertawa bersama, bercanda, sampai tak terasa hari pun sudah petang. Dari kejauhan terdengar mesin cor jalan yang berada di seberang jalan mulai beroperasi, seakan ikut mengusir kami yang memang sudah dua jam lebih berada di persawahan milik orang lain ini.
" Yuk aku anter pulang" ajak Andra sambil tersenyum malu memandangku.
Aku pun beranjak dari tempat ku duduk sambil tersenyum. Kami berjalan pulang perlahan- lahan ke arah sepeda Andara parkir, mungkin karena memang kami masih ingin bersama lebih lama lagi. Aku yang berjalan di belakang Andra mulai senyum-senyum sendiri. Begitu pula si Andra yang sering menoleh ke arah ku.
Sore ini rasanya bunga, bintang, kupu-kupu berkecamuk di hatiku. Aku sungguh bersyukur bisa menghabiskan waktu bersama Andra.
•••••
" Udah turunin aku di sini aja gak papa" sambil menepuk pundak Andra aku meminta berhenti agak jauh dari rumahku.
" Beneran di sini aja?" Tanya Andra menegaskan.
" Iya di sini aja.. makasih ya"
" Nanti balas SMS ku ya" ucap Andra sambil menarik tuas gas nya sambil berlalu meninggalkanku.