Pendudukan yang dilakukan bangsa Israel atas tanah Palestina memicu konflik besar yang melibatkan banyak kalangan. Rakyat Palestina dan tentara bangsa Arab bersatu untuk melawan Israel, begitu juga dengan para sastrawannya yang turut andil melawan penjajah melalui karya sastra. Kata-kata yang ada di dalam karya sastra digunakan sebagai media untuk melawan penjajah atau disebut adab al-muqawamah 'sastra perlawanan'. Ummu Kausar merupakan satu dari sekian banyak sastrawan palestina yang karyanya syarat untuk disebut sebagai sastra perlawanan sehingga memunculkan pertanyaan terkait simbol-simbol perlawanan dan semangat perjuangan apa saja yang ada di dalam cerpen-cerpennya? Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap konflik Palestina-Israel sehingga memunculkan adab al-muqawamah yang menjadi salah satu cara untuk melawan penjajah serta mengetahui simbol dan semangat perjuangan rakyat Palestina yang ada di dalam cerpen Ummu Kausar. Teori yang dimanfaatkan adalah teori adab al-muqawamah yaitu hasil pemikiran yang dicurahkan ke dalam karya sastra dan digunakan sebagai alat perlawanan serta pembangkit semangat perjuangan bagi suatu bangsa untuk menghentikan penindasan dan penjajahan yang terjadi demi menjaga kelestarian bangsa dan tanah air dari tangan penjajah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simbol-simbol perlawanan dan semangat perjuangan yang digunakan Ummu Kausar dalam cerpennya banyak mengarah pada potret kehidupan perempuan dan anak-anak Palestina serta kondisi tanah air dan bangsa Palestina. Karyanya juga dapat menjadi cambuk semangat perjuangan bagi rakyat Palestina dalam melawan Israel untuk merebut kembali hak-hak tanah air mereka.