"Kenapa putus? Kenapa putus jadi pilihan buat kamu?" pria itu terdiam..
"Karena kita nggak akan pernah bisa menyatu, kamu tidak benar-benar ada... Kamu hanya pria yang selalu muncul di tiap mimpiku.."
"Justru aku akan menemani tiap langkahmu sampai kau benar-benar menemukan yang lebih dariku, Anjani.. Dulu kau memberiku banyak rasa untukmu, untuk Anjani seorang."
"Bahkan jika Anjani telah berubah, aku Arga Segan tidak pernah berubah, apalagi untukmu. Anjani, Arga Segan hanya milik Anjani. Arga memang banyak, tapi Arga yang ini hanya milik Anjani. Hanya hadir saat Anjani merasakan sepi, sunyi, sendu, pilu. Kau sadar Anjani sayang?" wanita itu mengangguk pelan, dia terduduk di ruangan gelap. Dia merasakan kehadiran Arga di sisinya... Walau Arga Segan tak pernah benar-benar muncul di hadapannya. Tapi Arga memang ada!!
"Arga, aku minta maaf.. Maafkan aku, aku ikhlas kau pergi.. Kembalilah ke surga sayang, aku sudah bisa tanpamu. Kembali lah, kembalilah Arga!" bayang-bayang pria itu berjalan mundur, hangat sosok Arga tak lagi berasa.
Ini Arga Segan, dia kekasih ku. Pria paling baik, pria yang selalu sigap menjadi tempatku bersandar, karena kepergiannya aku menciptakan suasana yang sama seperti saat kami masih bersama.
Seorang pria melambaikan tangan nya, menyapa begitu hangat Anjani. Anjani yang melihat pria dengan blazer coklat itu pun berlari menghampiri pria itu..
Tanpa memperhatikan jalan, Ttinnn.. Ttin..
"Anjani awas!!" Arga yang awalnya hanya berdiri di pinggir, sontak berlari mendoring Anjani menjauh
"Bruuakk..." Arga.. Arga sekarat, "Arga... Sayang, bertahan Ga!! Lo bisa.." Arga hanya mengangguk pelan, tangan nya seperti berusaha merogoh saku blazer nya, mengeluarkan sekotak berukuran kecil berisi cincin, rencananya malam ini Arga akan melamar Anjani.. Tapi semoga dengan pengorbanan Arga, menjadi bukti bahwa Arga sudah lebih dari bertanggung jawab untuk Anjani kelak..
"Lain kali hati-hati sayangku." ucap Arga terbata-bata, dengan tubuh yang bercucuran darah
"Nggak Ga!! Lo masih bisa hidup lebih lama.. Ini, ini cincin buat gue kan?!! Ayo Ga!! Lo bisa." wanita itu menggengam tangan Arga erat, seperti menyalurkan energinya, untuk saling menguatkan.
Tapi tak ada yang menolong, mereka bertemu terlalu larut, sudah tak ada orang yang berlalu lalang.
"Terimakasih sudah bertahan Arga Segan.. Baik-baik di Surga ya?" ini sudah 3 tahun sejak kematian Arga, tapi Anjani terus msngunjunginya, membersihkan malam nya, bahkan selalu menaburkan kembang dan selalu ada sebuket bunga mawar putih.
Kala itu, Arga pernah memberikan Anjani bunga mawar putih, katanya "kau tau Anjani? Mengapa mawar ini putih? Karna kamu sebersih mawar ini, hubungan kita yang suci sama seperti mawar ini. Kamu suka?" bahkan saat ini ditangan Anjani sudah tersematkan cincin pemberian Arga di temu terakhir mereka.
"Sayang... Aku sudah menjadi dokter, aku sudah menyelamatkan banyak nyawa. Maaf aku terlambat, maaf membuatmu tidak selamat, maafkan aku yang mencelakai mu karna ku..."