🕸️🕸️🕸️
Krak... Bruk....!
"Makanya kalau jadi orang itu jangan sok cantik! Sok pinter! Sok cari-cari muka deh, nih rasain nih! Ini akibat loe yang suka cari muka di depan Kak Arga!" Hardik beberapa siswi yang tampak mengeroyokimu, yang selalu di anggap gadis culun dan cupu yang kini sudah berada dalam keadaan tersudut di dekat lorong ruang gudang yang jarang dilewati orang, dengan kamu yang kini tampak dalam keadaan kacau dengan rambut dan seragam sekolah yang berantakan dan basah.
"Gak usah ngarepin bisa pacaran dengan Kak Arga yang ganteng dan pintar deh! Loe tuh gak pantes tau gak!? Loe sama dia tuh kayak dia itu langit dan loe itu lumpur tau gak!" Hardik mereka yang kini terus menatik dan menjambak rambutmu dengan kasar, yang hanya dapat kamu tanggapi dengan terdiam sembari menahan rasa sakit dari memar yang di dapatkan oleh perlakuan kejam mereka.
"Yok cabut guys jangan sampe ketahuan sama pak Budi!" Ajak salah satu gadis berambut panjang bernama Rika yang mengajak kedua temanya Andin dan Risa untuk lekas pergi sebelum ketahuan satpam sekolah yang akan membuat mereka mendapat hukuman.
"Yok lah males juga kalau ketahuan Pak budi terus di laporin ama Pak Iwan," sahut Andin yang berpenampilan dengan rambut sebahu lurus dan wajah yang dihiasi Make Up tebal dengan seragam ketatnya.
"Yuk lah males juga natep cupu ini lama-lama kena virus entar kulit gue, heh lu awas ya kalau sampe ngelaporin Pak Iwan dan sampe kita masuk ruang Bknya abis lu!" Cibir dan ancam Risa yang bertampilan rambut bop ikla dan juga tidak berbeda jauh dengan kedua temanya.
Bug! Akh!
"Awas aja kalau tuh culun bocor hidupnya gak akan tenang hidup di sekolah ini abis dia heh," cibir Rika yang melirik kamu yang terduduk di lantai tak berdaya sembari salah satu kakinya dengan sengaja menendang salah satu kakimu dengan keras.
"Haha, berani-benarinya si laler cupu itu sok bagus di depan kita heh, sampah," cibir mereka sembari tertawa senang seakan hal kejam yang mereka lakukan padamu hanyalah sebuah lelucon dan candaan yang terdengar seperti hanya mengejek dan merendahkanmu.
Setelah mereka berlalu pergi kamu pun berusaha bangkit dengan tertatih-tatih memegangi dinding di sebelahmu untuk bertumpu dengan keadaan tangan yang cukup lemah dan tangan lainya yang bertumpu pada salah satu lututmu.
Dengan perlahan kamu pun berjalan menuju lorong kamar mandi sekolah dengan tertatih- tatih dalam keadaan sekolah yang sudah cukup sepi. Sesampainya di dalam mandi kamu pun mengeluar kan kotak P3K yang ada di dalam tasmu serta perlahan kamu pum membersihkan kotoran yang ada di tangan dan kaki dengan menyekanya pelan menggunakan tisu dan air secara perlahan dan tak lupa membasuh wajah dan merapikan rambut.
Dalam situasi dirimu yang dalam penampilan kacau kamu harus bisa menutupi segala jejak insiden perundung an yang kamu dapat karena jika tidak bukan hanya kehidupan sekolahmu yang akan terganggu namun juga kehidupan rumahmu, yang mana jila Ayahmu yang suka mabuk-mabukan dan memukulimu dengan alasan bahwa dirimu adalah penyebab ibumu tiada itu pasti akanlebih marah melihat penampilan kotormu yang di anggap menjijikan dan juga tidak hanya akan memukulmu tapi mungkin juga akan di kurung di dalam kandang bekas ternak semalaman tanpa di beri makan yang ingin kamu hindari dan tak mau mengalaminya.
Setelah usai membereskan diri dan mengganti pakaianmu dengan setelah pakaiankaus abu-abu usang dan celana panjang senada yang sudah tua yang juga kamu balut dengan jaket merah muda yang sudah tampak lusuh pembelian ibumu yangtelah lama dan selalu kamu bawa kemana pun pergi.
Setelah merasa penampilanmu sudah lebih baik dengan pakaian, jaket yang telah di ganti dan rambut yang kamu kepan bawah ganda seperti biasa dan segera meninggal kan tempat itu dengan jalan perlahan-lahan sembari melirik kiri dan kanan takut- takut ada yang memergoki dirimu karena kali ini kamu tak akan langsung pulang demi sebuah tujuan.
Tujuanmu adalah menemukan sebuah benda yang berbentuk kapur dan konon disebut "KAPUR TAK BERTUAN" ini adalah kisah lampau di sekolahanmu yang baru-baru ini kau dengar dari mulut para guru saat kau melewati lorong ruang guru lusa lalu sehabis menjadi samsak kekesalan genk Rika dan kedua temanya.
[FLASHBACK]
Saat ini kamu sedang melalui lorong guru yang kamu pikir sudah sepi dan tak ada penghuni sehabis melalui retorika kehidupanmu yang sehari-hari menjadi bahan rundungan genk wanita populer di sekolah yang membencimu.
Tak! Saat kamu akan melewati ruang guru tak sengaja kamu mendengar ada suara kegiatan di dalam ruang guru yang mengartikan masih ada guru yang tinggal di dalam ruangan dan sontak saja tubuhmu membeku dan membuatmu menahan nafas sejenak.
Setelah kamu sadar dan mencoba mengatur detak jantungmu yang panis takut mendapat perhatian beberapa guru di dalam kamu pun mencoba mendekati ruang dengan mengendap-endap untuk memastikan kegiatan guru di dalam tak akan memperhatikan gerakanmu yang akan segera lewat. Kini tampilanmu bak pencuri yang takut tertangkap jila Pak Budi satpam sekolah jika ia melihat dan melewatmu pasti akan di tangkap karna dicurigai sebagai pelaku kriminalitas.
Srekk, tak, tak. Saat kamu mengintip dari tepi pintu yang menampakan situasi ruang guru yang menampakan dua guru lelaki yang kamu kenal adalah Pak Agus yang di kenal sebagai guru sejarah dan Pak Iwan Guru Bk serta Bu Mira guru Ipa yang tampak berbincang sembari mengerja kan pekerjaan ya masing- masing di meja yang berbeda namun sesekali saling memandang dengan raut penasaran seperti mendengar kan sebuah cerita yang tampak seru di antara mereka.
"Jadi gimana Pak Agus ceritaya tuh?" Tanya Pak Iwan yang duduk di meja sebelah pak Agus yang meninjau pekerjaan Siswa di mejanya.
"Yah jadi pas Tahun 70an itu katanya dulu di sekolah kita ada fenomena misterius yang kayak cerita supranatural gituh yang saya denger dari Pak Bagas kepala sekolah kita yang udah pensiun," jawab pak Agus yang berbicara tanpa mengalihkan fokusnya.
"Supranatural gimana tuh pak?" Tanya Bu Mira ikut berbicara dengan mereka sembari berdua yang tampak tengah mengerja kan sesuatu di mejanya yang berada di hadapan meja pak Iwan.
"Yah katanya sih jadi jaman dulu ada fenomena salah satu guru yang nemuin kapur aneh bernama KAPUR TAK BERTUAN dari kapur itu sih katanya kita dapat ngabulin keinginan kita gituh," cerita pak Agus.
"KAPUR TAK BERTUAN?"
🕸️
🕸️
🕸️
T-B-C
Gimana? Seru gak? Manggayadonk🤗