Bola basket sedang memantul ke sana-kemari mengikuti arahan tangan remaja yang sedang asik berebut dan berlari.
Sorak-sorak gembira dan histeris terdengar dari bangku penonton.
Walaupun hari ini adalah pertandingan basket remaja putri, tetap saja tidak kalah seru dibanding saat remaja putra yang bertanding.
Semua itu karena memang mereka sudah cukup jago dan mampu membuat siapa pun terkagum-kagum.
Seorang wanita dengan rambut panjang terikat sedang berusaha membawa bola menuju ring lawan, tapi hadangan terus terjadi.
Hingga akhirnya bola mampu masuk ring, tapi membuat wanita bertubuh jangkung tersebut jatuh tersungkur karena melawan arus lawan.
Priiiit suara wasit meniupkan peluit menggema.
“Medis! Risya terluka, tolong,” ucap wasit.
Seorang Pria dengan postur tubuh tinggi
Datang berlari membawa kotak P3K.pertandingan mau tidak mau akhirnya di jeda terlebih dahulu.
Risya dibawa kepinggir lapangan dan pertandingan mulai berlanjut kembali.
"Aku enggak kenapa napa, res " ucap Risya pada zares yg sedang mengobati lukanya.
" Iya aku tau kok.lain kali hati hati sya. kamu kan cewek, masa badannya banyak bekas lecet karna luka dimana - mana ".
Risya cemberut. " Terus kalau aku penuh lecet lecet terus luka luka, kamu nggak suka sama aku lagi gitu? " Ucap Risya.
Zares menempelkan plaster pada dagu, siku dan lutut Risya.setelah itu zares mendekati Risya.
" Aku bakal jadi plaster kamu ". Ucap Zares. Zares menyentuh ujung hidung Risya yg mancung sembari mengelus kepala Risya dengan sentuhan menenangkan.
“Kalau sudah selesai diobatin bisa kalian pacarannya nanti dulu, pertandingan penting ini,” ucap seorang pemain yang melipir sedikit ke pinggir lapangan.
Risya dan Zares tersenyum.
Risya berlari dan mendekati wasit menandakan dirinya sudah siap bertanding.
Zares adalah anggota ekskul PMR, sedangkan Risya adalah anggota Tim basket putri.meskipun kegiatan ekskul mereka berbeda,tapi mereka tetap saling support satu sama lain.