Clara Irani Hardi,dia adalah gadis desa yang cantik.
Putri tunggal dari pak Tanuja Hardi dan Bu Sekar wangi Lestari.
Dia mencintai seorang laki-laki perkasa satu-satunya di desanya, yaitu bernama Agung Darwin Harjoko.
Agung begitu sangat mencintai Clara.
Sehingga satu hari nanti, agung memperkenalkan Clara kepada anggota keluarganya.
Semuanya awal-awal mah baik-baik saja tidak terjadi keributan atau ketidak restuan di antara Clara maupun ibunya agung tampak bahagia saja, tetapi kebahagiaan itu tidak bertahan lama.
Awalnya Lastri Harjoko merestui hubungan putranya dengan Clara.
Tetapi suatu hari nanti dia tidak sengaja mendengar obrolan orang kampung di sekitar desanya Clara namanya desa Jatimulyo.
Konon katanya, orang itu bilang.
"Bu Jana, apa Bu Jana ngenani gosip keluargane Pak Hardi sing lagi panas ing orang kulon?”.oceh warga bermulut pedas itu memanas-manasi Bu Jana adalah istri dari pak RT desa Jatimulyo.
"Mboten, wonten napa Bu?". tanya Bu Jana mulai ke pancing pembicaraan.
"Iki Bu Jana, Bu Etty ngendika. Yen Pak Hardi nggawe anak Clara dadi kurban kanggo bandha edan!".
"Ora mung kuwi Bu Jana! semono uga calon mantu, Pak Hardi!”.sahut Bu gempi.
Deg
Jantung Lastri seakan copot dari tempatnya.
Tiba-tiba saja dia.
Brukkk
Tubuh Bu Lastri pun tumbang tidak sadarkan diri.
Ibu-ibu yang melihatnya pun langsung panik dan menghampirinya.
"Heh mbak, iki calon mantune Pak Hardi?!". Seru Bu Evi panik.
Lalu tubuh Bu Lastri pun di angkat oleh pak Samsul dan di bawa ke klinik terdekat sini.
Bu Lastri pun membuka matanya perlahan, setelah itu dia pun mengerjapkan matanya berkali-kali sehingga terbuka dengan sempurna.
Di samping kiri dan kanan brankar yang di tidurkan oleh Lastri pun di sana dia mendapati agung dan Clara.
Seketika tatapan Lastri pun menunjukkan kalo dia tidak ingin melanjutkan pertunangan ini dengan putra satu-satunya.
"Bu, mboten napa-napa ta?". tanya agung khawatir.
Lastri tidak menjawab pertanyaan agung.
Dia hanya menatap Clara dengan tatapan tidak suka.
"Agung, kulo nyuwun tulung, tulung batalken pertunangan niki!".kata Lastri tegas.
Deg
Jantung agung dan Clara pun seolah berhenti berdetak, mereka tidak sanggup lagi untuk berkata-kata menjawab perkataan Lastri.
"Nanging Bu, sampeyan ora bisa mbatalake pertunangan iki?!"kekeuh agung pada pendiriannya.
"Yen sampeyan nolak panjaluke ibu, mula sampeyan kudu ninggalake ibu lan aja nganti mlaku ing omah kita! wiwit saiki lan ing salawas-lawase kowe dudu anaké biyungmu manèh!”.tantang Lastri telak.
"Lha yen kuwi sing dikarepake ibu marang aku, Agung bakal lunga lan isih rabi karo Clara!”.sahut agung lantang.
Lalu agung pun pergi dari hadapan Lastri.
Lastri hanya bisa menangis tersedu-sedu menatap kepergian putranya bersama Clara.
Dan sedangkan Clara, dia masih tersentak kaget mendengar perkataan Lastri, Clara hanya bisa menundukkan kepalanya tidak berani menatap agung.
"Dear.... ana apa karo kowe? Apa sampeyan isih kaget nalika krungu tembunge ibu? ". tanya agung lembut.
Clara pun memberanikan diri untuk menatap manik mata agung.
Saat bertepatan, tatapan matanya pun beradu dengan kornea mata coklat terang agung yang menyiratkan tatapan sendu.
Clara pun hanya mengangguk lemah.
Dia masih sangat terkejut dengan kenyataan yang di dapati dari calon mertuanya.
"Apa kita kudu mbatalake pertunangan kita, mas?". tanya Clara pelan.
Agung pun menggelengkan kepalanya tegas.
Bahwa dia tetap ingin melanjutkan pertunangan ini sampai menuju ke pelaminan.
Agung dan Clara pun akhirnya pergi melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.
"Ayo". ajak agung lalu pergi di ikuti Clara di belakangnya.
****
14 tahun kemudian
Hari berganti hari, waktu berganti waktu, bulan berganti bulan, tahun pun berganti tahun telah berlalu.
Kehidupan agung dan Clara pun semakin di berikan kebahagiaan selalu.
Agung dan Clara pun bahkan sekarang mereka tidak pernah mendengar kabar tentang kedua orang tuanya lagi setelah kawin lari bersama Clara sehingga di karuniai dua orang anak yang cantik dan tampan.
Agung dan Clara pun di karuniai dua orang anak, satu perempuan dan satu laki-laki.
Sedang yang perempuan di beri nama Siska Irani Harjoko yang kerap di sapa Siska berusia 13 tahun, dan sedang yang laki-laki di beri nama Arifin putra Harjoko yang kerap di sapa Arif baru menginjakkan usia 7 tahun.
Usia Siska dan Arif terpaut 6 tahun.
Kecantikan Siska benar-benar menurunkan dari sang ibunya.
Bahkan Siska pun yang di usianya baru beranjak remaja di gemari semua orang termasuk orang-orang di kampungnya.
Keluarga Harjoko pun semakin di limpahkan banyak rezeki serta kebahagiaan yang membuat mereka menjadi lebih tenang tanpa ada yang mengganggu keharmonisan rumah tangganya agung dan Clara serta putra-putri mereka.
"Mas...kowe lagi ngapa Siska?". tanya Clara tersenyum pada sang putri.
Siska pun tersadar dari lamunannya.
"H-hah,Mbak.Siska kuwi sapa?”.jawabnya sambil membalas senyuman Clara.
“Lha kowe lagi mikir apa, mas?". tanya Clara pelan.
"Ibu bakal percaya apa ora yen Siska crita bab bapak, Ibu?". sahut Siska lemah lembut.
"Bapakmu ana apa ta?". balas Clara tak kalah lembut dengan Siska.
"Nanging Siska wedi Bu critane, nanging ibu kudu janji karo Siska dhisik, yen ibu ora kaget, Siska bakal ngandhani bapak?!".pinta Siska memohon pada Clara.
Clara pun tersenyum lalu menganggukkan kepalanya mengerti.
Siska pun mulai membuka pembicaraannya dengan Clara.
Sebelum bercerita, Siska pun menghirup nafas dulu lalu menghembuskan nafas panjangnya.
"“Dadi kaya kiye mbak, Siska ora sengaja weruh bapak mlaku-mlaku karo lik Nancy, malah bapake ngambung bathuke lik Nancy, bu!”.jelas Siska panjang lebar.
"Bapak malah ngombe minuman beralkohol, Bu!". sambung Siska lalu menghembuskan nafas gusarnya.
Deg
Jantung Clara seakan-akan berhenti berdetak mendengar perkataan sang putrinya mengenai tentang suaminya.
Ya, akhir-akhir ini Clara memang sering melihat agung pulang dalam keadaan mabuk, bahkan dia juga mencium aroma bau parfum wanita, entah parfum itu milik siapa yang wanginya tertinggal di baju kemeja suaminya saat dia ingin mencuci baju itu.
Bahkan akhir-akhir ini Clara selalu mendapatkan perlakuan kasar dari agung.
Agung yang sekarang Clara lihat bukanlah seperti agung yang dulu selalu bersikap lembut padanya.
Jadi... dugaan dia selama ini benar?!kalo agung itu selingkuh darinya.
Clara tak habis pikir dengan jalan pikirannya agung yang sekarang.
Air mata yang di tahan oleh Clara pun akhirnya meluncur dengan bebasnya membasahi pipinya yang putih mulus itu.
Dia pun menangis tersedu-sedu.
Siska yang melihat sang ibunya rapuh pun akhirnya memeluk Clara erat.
Keduanya pun sama-sama terisak tanpa suara.
"Nuwun sewu Bu, Siska mboten kedahipun Siska nyariyosaken sedaya punika dhateng ibu!". kata Siska berucap pelan.
Clara pun hanya menggeleng tegas membenarkan perkataan Siska, bahwa tidak bersalah.
"Sampeyan ora salah, sayang!". sahut Clara di tengah isaknya.
Di lain sisi, seseorang baru saja pulang ke rumahnya dengan jalan sedikit sempoyongan.
Dia pun meraih handle pintu dan setelahnya.
Klek
Handle pintu pun terbuka perlahan.
Sehingga menampilkan seseorang, ya.dia adalah agung.
Perhatian keduanya pun yang di tengah-tengah isaknya pun menoleh ke arah pintu.
Di sana Clara dan Siska terbelalak kaget melihat suaminya datang dengan langkah sempoyongan dan bau alkohol yang sangat menusuk hidung keduanya.
Clara pun beranjak dari duduknya dan menghampiri agung, namun setelahnya.
"Aja ndemek aku! Aku ora gelem disentuh wong kaya kowe!". bentak agung sambil mendorong tubuh Clara pelan sehingga hampir saja dia terhuyung ke belakang.
Clara dan Siska pun tersentak mendengar perkataan agung yang di lontarkannya.
"Cak... kok saiki koyo ngene mas?". tanya Clara sedikit meninggikan volume suaranya.
Agung pun hanya tersenyum sinis.
"Apa urusan karo sampeyan, lol? ". gertaknya.
Clara dan Siska pun hanya tersentak kaget mendengar suara agung yang menggelegar.
"Aku iki sopo? ". kata agung teriak sambil mengangkat satu alisnya.
"Aku iki bojomu, mas!". balas Clara tak kalah keras dengan agung.
"Aja ngimpi, Clara! Aku mung nikah karo kowe amarga bandhamu sing akeh banget!". kata agung telak.
"Apa kowe ngerti, Clara? Aku getun yen aku nikah karo kowe!". kata agung sekali lagi.
Siska dan Clara pun kaget mendengar perkataan agung yang terlontar bebas dari mulutnya.
"Luwih becik kowe lan anakmu lunga saka kene! Lan wiwit dina iki, kita bakal pegatan! amarga aku wis numpes sampeyan, Clara!".telak agung finish.
"Nanging aku ora pengin ... ". ucap Clara terpotong.
Namun setelah itu.
Plak
Satu tamparan pun lolos mendarat di tepat di pipi Clara yang putih mulus.
Namun lagi-lagi sebelum Clara bangkit dia langsung kena.
Plak
Plak
Dua tamparan keras pun berhasil lolos kembali yang menggema di ruangan pun membuat Clara lemah tak berdaya.
Sedangkan Siska yang melihat dengan kepala matanya sendiri pun langsung menutup kedua telinganya dan meringkuk ketakutan sosok sang ayah yang seperti kerasukan iblis.
"Hiks... hiks... hiks,Pak, mangga kula lan bocah-bocah aja dibuwang!”.kata Clara lirih di tengah-tengah isaknya.
"Aakkhh...Aku ngomong sadurunge Clara! Lungaa saka ing kono, wong loro mau digawa lunga saka aku!”.racau agung emosi.
Lalu dia pun membanting-membantingkan semua barang-barang yang berada di dekatnya sehingga ruangan persegi luas itu kacau berantakan.
Agung pun langsung mengambil tongkat baseball, lalu setelahnya.
Plak
Plak
Plak
Plak
Berkali-kali agung memukulkan tongkat baseball itu dengan keras ke tubuh Clara sehingga tubuhnya memar dan kebas seperti mati rasa.
Siska yang melihatnya pun tidak sanggup lagi dia hanya bisa berdoa dalam hati kecilnya.
Lalu setelah itu.
Bugh
Agung pun memukul keras cermin yang berada di hadapannya sehingga.
Prannkkk...
Pecahan beling kaca itu pun berserakan dimana-mana.
Agung langsung menoleh ke arah kanan dan mendapati putrinya yang sedang meringkuk ketakutan sambil menangis.
Dia pun berjalan menghampiri Siska sambil membawa gergaji biasa di tangannya.
Lalu setelahnya.
Tanpa rasa kasihan pun agung langsung.
Sreekk
Sreekk
Langsung memutilasi kedua tangan putrinya.
"Aakkhh...". lirih Siska kesakitan saat mendapati kedua tangannya copot.
Lalu agung pun terus memutilasi tubuh Siska kecil-kecil sehingga darah merah segar mengalir deras di lantai.
Tubuh Siska pun sudah tidak berbentuk lagi, bahkan Siska pun sudah merenggang tak bernyawa.
"Sis-siska, sayang!". lirih Clara pelan melihat mayat tubuhnya yang berserakan di mana-mana bahkan menjadi potongan-potongan kecil.
Hati Clara teriris melihat putrinya di mutilasi.
"A-aku...tak a-kan memaafkan mu ma-s!". lirih Clara pelan menggunakan bahasa Indonesia.
Namun tak lama setelah itu agung langsung mengambil pistol dan.
Dor
Tepat sasaran, peluru pun mengenai jantung Clara dan pada akhirnya Clara pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Satu target lagi, agung langsung menuju ke Arif, setelah itu dia pun menyeret Arif ke kamar mandi dan.
Blubuk
Blubuk
Blubuk
Dengan tega pun agung langsung menenggelamkan kepala Arif di bathtub yang penuh terisi air sehingga air di dalam bathtub pun meluber penuh.
Agung menenggelamkan kepala Arif selama 2 jam lamanya.
Setelah agung merasa tidak ada pergerakan dari Arif pun akhirnya dia mengangkat kembali kepala Arif.
Arif... sudah tidak bernyawa lagi.
Agung pun hanya bisa menyesali perbuatannya.
"Aakkhh...". teriaknya sembari menjambak rambutnya kuat-kuat.
Agung pun meluruh ke lantai.
Dia pun menangis tersedu-sedu.
"Apa sing wis tak lakoni marang wong-wong mau? Siska, Arif, mas!". lirih agung menyesal.
Warga yang sempat mendengar tetangga nya ribut pun kaget melihat kejadian yang telah terjadi di dalam rumah pak agung saat melihat seisi rumahnya.
"Astaghfirullah, Ya Allah. Bapak-bapak, ibu-ibu.pirsani menika?!”.seru pak Untung kaget.
Segerombolan warga pun sama kagetnya.
Mereka pun langsung menghubungi pihak rumah sakit dan pihak polisi.
Setelahnya.
Suara sirene ambulance dan polisi pun saling bersahutan.
Mereka dengan cepat pun langsung masuk.
Setelah agung di bawa oleh salah satu polisi.
Rumah agung pun langsung di garis polisikan.
Dan agung di bawa pihak berkewajiban.
Setelah menjelaskan semuanya di sidang atas kasus pembunuhan terhadap keluarganya sendiri.
Agung pun selama bertahun-tahun di penjara.
Konon katanya, orang bilang setiap kali melewati rumah milik agung bersama Clara, selalu mendengar suara anak kecil menangis dan suara perempuan minta tolong kesakitan.
Ya, rumah itu.... menjadi angker, karena arwah ketiganya gentayangan.
Sedang Siska? dia jadi mati penasaran mencari tangan sebelah kirinya yang menghilang.
Semuanya pun berubah saat agung mengenal nancy, lalu dia pun di guna-guna oleh nancy! sehingga agung berubah 180°!.
Nancy yang tau tentang kematian ketiganya pun tertawa bahagia karena melihat keluarga Hardi Harjoko hancur berantakan dan saling membunuh.
Namun setelah itu nancy pun berbalik badan dan mendapati.
Clara dan Siska, ya mereka berdua langsung mencekik leher nancy sehingga kehabisan nafas dan menghembuskan nafas terakhirnya.
Clara pun langsung menggantung leher nancy seolah-olah abis bunuh diri.
~The_End ~.
Cerita ini hanya khayalan saja, mohon untuk tidak menghujat dan menghargai author yang sudah susah payah berpikir keras, terimakasih banyak atas support dan dukungannya, salam Lutalizanfih 🙏😊☺️.