Samuel Richard, begitulah orang-orang memanggilnya. Ia merupakan seorang Aktor tampan multi talenta di masanya. Dirinya terkenal lewat tembang hits era 80 an yang berjudul'O My Sweet Lady'. Pada saat itu banyak kaula muda yang mendambakan sosoknya, Sam di anugrahi suara yang merdu dan bakat akting yang memukau. Tetapi nahas, di saat karirnya naik ke puncak popularitas, kecelakaan tragis harus merenggut nyawanya, hingga para penggemar harus merasakan patah hati. Tepat pada tanggal 23 Juli 1993 di peringati hari kematian sang Aktor tampan dan berbakat itu, ia meninggal tepat di usianya yang ke 32 tahu, dengan status yang masih lajang.
Karya-karyanya terus di kenang di sepanjang masa, tak tergerus oleh pergeseran zaman, tak tak pernah lekang oleh waktu, hingga sampai saat ini, tepatnya di era digital.
Ketika menikmati musik dan video bisa dengan mudah lewat applikasi, tak seperti zaman dahulu yang harus menggunakan kaset pita ataupun CD.
Banyak beberapa kaula muda berbakat yang mengcover ulang lagu-lagu lawas, terutama lagu milik sang mendiang, Samuel Richard.
Meski karya-karyanya di kenang sepanjang masa, tetapi wajah-wajah baru yang menghiasi layar kaca perlahan mampu melupakan sosoknya yang sudah lama tak di perbincangkan kembali, mengingat penggemar-penggemarnya juga sudah mulai menua di makan usia.
Tetapi lain hal nya dengan Yura wanita yang kini sudah berusia 28 tahun, ia menyukai hobi yang unik, yankni pencinta lagu-lagu klasik, ia sangat senang sekali nuansa-nuansa vintage.
Dirinya begitu mendambakan sosok Samuel Richard, mulai dari mengoleksi semua single, album, dan beberapa film yang pernah di perankan olehnya.
Entah mengapa, Yura begitu terobsesi pada Almarhum Aktor terkenal itu.
Yura sendiri berasal dari keluarga sederhana, kehidupannya tak seberuntung orang-orang di luar sana.
Yura masih melajang hingga saat ini, atas dasar itulah dirinya kerap kali di bully dan di cibir sebagai 'Perawan Tua' oleh teman-teman ataupun keluarganya sendiri. Yura merasa rendah diri, ia selalu tak beruntung dalam urusan asmara begitu pula dengan kondisi keuangannya saat ini. Selalu saja kekurangan, karena sudah 2 tahun lamanya Yura menganggur disaat resign dari pabrik tempatnya bekerja.
Yura sebenarnya memiliki bakat terpendam, ia memiliki hobi bermusik dan menulis cerita, hanya saja takdir belum berpihak padanya, sehingga bakat hanya sekedar hobi yang tak bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Di saat ia tengah menggeluti kesenangannya, terkadang ia merasa tak nyaman tiap kali sang Ibu selalu merongrong memintanya untuk menjadi mesin penghasil uang. Tak ayal lontaran kalimat caci maki sering kali ia terima.
Reni, sang Ibu yang tak pernah bisa mengerti isi hati Putrinya, kerjanya hanya menuntut dan menuntut, membuat Yura menderita tekanan batin, sampai-sampai gelap mata dan ingin mengakhiri hidupnya sendiri karena mendapat perlakuan yang semena-mena, belum lagi mulut-mulut orang di luaran sana yang selalu mempertanykan kehidupan Yura karena tak jua ada perkembangan baik itu dari segi ekonomi dan asmara.
Hidup dalam lingkungan masyarakat yang julid memang sulit, butuh mental sekuat baja untuk menghadapinya.
Mereka hanya bisa berkomentar tanpa tahu keadaan yang sesungguhnya.
Tiap kali Yura di landa stres dan kecemasan, ia memutuskan untuk mengurung diri di temani lantunan lagu klasik milik mendiang Samuel, ada satu bait lirik yang begitu menusuk kedalam relung hatinya, lagu yang bertemakan tentang motivasi kehidupan. Semasa hidupnya Sam kerap kali memberikan motivasi terhadap orang-orang yang sudah hilang harapan, hingga akhirnya ia menciptakan sebuah lagu dengan nuansa ceria, memberikan semangat baru bagi siapapun yang sudah tak memiliki semangat menjalani hidupnya. Begitu juga dengan Yura, tiap kali dilanda keputus asaan ia selalu mendengarkan lagu itu.
Yura kembali merasakan spritual yang luar biasa, ia seakan terkonseksi dengan sang Aktor karena suaranya yang mampu menghanyutkan hati dan menggetarkan jiwa.
"Benar, aku harus kembali semangat melanjutkan hidupku," batin Yura.
Hingga suatu ketika, Yura merasa suntuk, ia memutuskan untuk pergi ke suatu tempat dengan menaiki sebuah Biss.
Tak butuh waktu lama, ketika menunggu di halte, ia mendapatkan Biss tersebut kemudian naik dengan langkah hati-hati.
Biss AC dengan konsep modern tanpa suara bising, membuat penumpangnya merasa betah dan nyaman.
Yura duduk di paling pojok, sambil menyandarkan kepalanya ke jendela, ia melihat pemandangan jalanan yang mulai padat.
Sampai akhirnya ia tertidur. Namun, keanehan mulai terasa, indra pendengarannya menangkap suara-suara riuh orang-orang. Diantaranya, pengamen, dan para pedagang asongan.
Yura membuka kedua matanya dengan wajah penuh keheranan.
"Loh, kok Bissnya berubah, sih?" tanya Yura bingung, pandangannya mengedar kesegala arah, di sana terdapat orang-orang yang mengenakan pakaian klasik persis seperti nuansa era tahun 80'an.
Seorang pengamen bergaya regae, membawa alat musik ukulele, turut menyanyikan lagu tahun 80 an juga.
"Cangcimen-cangcimen,(kacang, kuaci, permen...)" Teriak seorang Bapak pedagang asongan.
Yura masih terheran-heran dengan situasi saat ini, hingga dirinya yang merasa kehausan berteriak memanggil Bapak pedagang asongan itu.
"Pak...Air mineralnya 1."
Bapak pedagang asongan itu langsung memberinya.
"Harganya berapa?" tanya Yura.
"300 perak," jawabnya.
"Hah???" Yura masih dalam mode heran, ia langsung merogoh uangnya dalam saku celana, kemudian memberikan kepada sang pedangan asongan.
"Uang apa ini?" tanya pedangang tersebut karena uang Yura berikan tentunya uang di zamannya.
"Kok pake tanya sih, Pak? Ya itu uang 5 ribu," jawab Yura, hingga terjadilah perdebatan, singkat cerita mereka menuduh aneh satu sama lain, hingga Yura tetap mendapat air mineral itu.
"Orang aneh ngatain aneh, huh dasar!" umpat Yura, kemudian ia mengamati kemasan air mineral tersebut dengan merk familiar tetapi tampilan yang sangat berbeda.
"Lah, ini seperti kemasan jadul," batin Yura, lalu ia memeriksa kode expire, sontak ia begitu terkejut dibuatnya, dan reflek menyemburkan kembali air yang telah sampai ke mulutnya.
"Eh buset, tanggal kaduarsa 12 mei 1985," kata Yura, ia kembali mengedarkan padangannya ke sekitar, dan ia benar-benar sadar sepenuhnya, apa lagi ketika ia menengok ke kaca jendela, di luar sana terdapat kendaraan-kendaraan khas zaman dulu.
"Aku sebenarnya ada dimana?" Yura bingung bukan main, begitu juga orang-orang, mereka menatap heran terhadapnya.
Di saat Biss berhenti di sebuah halte, Yura memutuskan untuk turun.
Di sebuah mall ia menyaksikan riuh orang-orang, Yura ikut penasaran dengan apa yang terjadi disana, nampaknya mereka begitu antusias.
Yura menerobos kerumunan, mereka menatap aneh kearahnya, karena hanya Yura seorang yang tampil berbeda dari mereka.
Yura begitu terpana ketika menyaksikan idolanya sedang berdiri di atas stage, sungguh seperti mimpi indah baginya.
"Samuel Richard..." teriak Yura histeris, pandangan Sam langsung tertuju pada Yura saat ini.
Sam langsung mendekatkan microphine tepat di ujung bibirnya, kemudian berkata, "Nona yang disana, silahkan naik, dan bergabunglah kemari!"
Yura segera menghampirinya, kemudian mendapat bincang eksklusif bersama Sam.
"Dari mana Nona berasal?" tanya Sam, Yura merasakan hawa panas dingin ketika itu.
"Ehmm...saya dari tahun 20**," jawab Yura membut semua orang tertawa dan menganggapnya sebagai orang stres.
Terkecuali Sam, ia mendengarkan dengan serius apa yang katakan oleh Yura, meski ia tak menaruh percaya, terlebih tanpa bukti yang jelas.
Singkat cerita, Yura merasa bingung harus pulang kemana ketika dirinya terjebak di masalalu.
Hingga akhirnya dengan kerendahan hati, Sam mengajaknya pergi bersama.
Sam kerap mempertanyakan ucapan Yura mengenai dirinya yang berasal dari masa depan, dan Yura mampu menerangkan secara detail tentang kehidupan di tahun 2020an, ia juga memperlihatkan ponsel yang ia bawa sebagai bukti.
Karena niat Yura yang begitu tulus, dan perasaan yang begitu kuat, ia mampu menyerap energi waktu.
Yura berhasil membawa Sam ke masa depan.
"Aku dimana, Yura?" tanya Sam, tanpa ia sadari Yura sudah membawanya ke era 2020an.
Yura mengajari Sam menggunakan beberapa teknologi dimasa depan seperti gawai, dan lain sebagainya.
Yura juga menyewakan sebuah tempat untuk Sam tinggali.
Yura mencoba mengubah penampian Sam menjadi lebih kekinian, dan Sam menjadi sosok yang baru.
Tak kehabisan ide, Yura menyuruh Sam untuk mengcover lagu-lagunya sendiri tetapi dengan sentuhan modern.
Alhasil selang beberapa waktu, video yang Yura upload lewat chanel youtube-nya melejit, karena Sam kepiawaian dalam menyanyikan lagu dengan suara merdunya, terlebih Sam memiliki wajah yang begitu tampan.
Tak butuh waktu lama, sebulan kemudian Sam berhasil menjadi idola baru di masyarakat, tetapi Yura mengganti namanya, Sam berubah menjadi Rey Josef.
Rey kerap kali di banding-bandingkan dengan sosok dirinya sendiri dimasa lalu, Samuel Richard.
Mereka tak akan menyangka jika Rey dan Sam merupakan orang yang sama.
Terlebih rekan-rekan sejawat Sam yang kini sudah menua, mereka seakan kembali menemukan sosok Sam dalam diri Rey dan mampu melepas kerinduan selama puluhan tahun pasca kematiannya.
Bahkan kematian Sam sendiri seakan di tutup-tutupi, dan tak pernah di usut kembali hingga saat ini.
Sam mencoba mengulik informasi mengenai kecelakaan maut di masalalu yang merenggut nyawanya, dan Yura senantiasa membantu memecahkan masalah Sam, agar jiwa Sam bisa tenang.
Di tengah puncak popularitas, Sam berhasil menjadi Aktor dan penyanyi dimasa kini karena bakat yang luar biasa, dan Yura turut menikmati hasilnya, hingga Yura bisa membeli mulut orang-orang yang pernah menghinanya.
Tetapi walau begitu, Sam merasakan hampa dalam kehidupanya, ia benar-benar berada dalam situasi yang tak masuk akal.
Dirinya bak diantara garis hidup dan mati, bahkan ia tak bisa merasakan dirinya sendiri.
Ia meminta Yura untuk terus mengusut tragedi yang telah menimpanya, sampai akhirnya semua itu terkuak, berita kematian Sam kembali muncul ke permukaan setelah beberapa tahun lamanya.
Sam meninggal bukan tanpa sebab, di puncak kejayaannya tak luput dari orang-orang yang iri, dan ingin melenyapkan dirinya, orang tersebut tak lain adalah rekan satu profesinya sendiri.
Setelah Polisi melakukan investugasi berkala, mereka akhirnya menemukan beberapa bukti yang menguatkan jika seseorang atas nama Frenky Liu dinyatakan bersalah, ia yang telah menyebabkan Samuel Richard meninggal dunia.
Frengky di usianya yang ke 57 harus mendekam di balik jeruji ulah perbuatannya di masalalu, dengan ini Sam bisa pergi dengan tenang.
"Yura, dengan berat hati aku harus pergi meninggalkanmu," ucap Sam untuk yang takrhir kalinya, dan Yura tersenyum karena ia tahu keberadaan Sam tak akan selamanya, ia hadir karena sebuah keajaiban yang tak seharunya terjadi.
"Tidak Sam," cegah Yura sambil berurai air mata.
"Tugasku sudah berakhir disini." Sam tersenyum, Yura berusaha untuk terus menggenggam tangannya.
"Semangat Yura, kau jangan pernah berputus asa menjalani kehidupanmu." Sam menyanyikan sebuah lagu motivasi untuk yang terakhir kalinya dihadapan Yura yang tengah terisak saat akan melepasnya pergi.
"Selamat tinggal..."
...
TAMAT