Mungkin, aku adalah orang yang beruntung bisa mendampingimu. Diriku tidak menyesal telah memalui semua masalah dan berbagai kesulitan bersamamu. Sosok seperti dirimu lah yang kucari selama ini sebagai pendamping hidup. Ah, bahagia rasanya setiap hari bisa melihat sosokmu yang selalu terampil mengerjakan pekerjaan rumah. Aku beruntung sekali sudah bertemu denganmu dan terlibat kejadian yang tidak terduga sebelumnya. Haha ... aku tidak menyangka kita akan menjadi pasangan yang saling melengkapi. Padahal pertemuan kita begitu sangat ... aku tertawa setiap kali mengingat itu.
Gadis yang berhasil membuat kehidupanku berubah total adalah Henia Anggraini, seorang gadis yang sebenarnya tidak terlalu mencolok dengan kehidupan sederhana. Bahkan cantiknya di bawah rata-rata. Tapi, saat aku pertama kali bertemu dengannya kurasakan hatiku menghangat. Dia tidak cantik memang menurut kebanyakan orang, namun di mataku sosokmu begitu sempurna. Berharap engkau lah yang akan mendampingiku dan setiap hari menyiapkan keperluanku.
Hari itu Senin, 23 Maret 2017 aku sedang berlari ke arah tempatku bekerja. Jam menunjukkan pukul 8 tepat membuatku semakin mempercepat langkahku agar tidak terlambat. Sebelum aku sampai di tempat kerja, seorang pria bertopeng memberikanku tas wanita berwarna merah muda lalu berlari melewatiku. Di belakang pria bertopeng itu, seorang gadis sedang berlari mengejar pria bertopeng itu mungkin. Napasnya terlihat patah-patah.
Gadis itu menatapku sebentar dan matanya membulat begitu menyadari sesuatu. Aku menatapnya heran. Ada apa? Karena tidak mengerti, aku beranjak melanjutkan langkah dan berusaha mengabaikan tatapannya.
“Hei! Kembalikan tasku! Kamu yang berkomplot dengan pencuri itu, ya?!” teriak gadis itu membuatku menghentikan langkah. Aku memutar tubuh dan melihat wajahnya yang sudah merah padam, entah karena marah atau kelelahan.
Tanpa aba-aba, gadis itu menghampiriku dan memukulku berkali-kali. Aku yang tidak merasa telah mencuri tas miliknya pun menghindari pukulannya. Dia yang tahu aku menghindar, kembali mendekatiku dan kembali memukulku. Kejadian itu berulang sampai gadis itu akhirnya menghentikan aksinya. Dia menatapku tajam dan tiba-tiba menarik tanganku, berlawanan arah dengan tempat kerjaku.
Apa kalian tahu dia membawaku ke mana? Dia membawaku ke rumahnya yang terbuat dari kayu jati dan juga pagar yang terbuat dari kayu. Aku tidak mengerti kenapa dia membawaku ke rumahnya. Berbagai pertanyaan memenuhi kepalaku. Tanpa kuduga, gadis yang baru kutemui itu meminta pertanggung jawaban dan harus menikahinya saat itu juga. Aku hanya bisa mematung di tempat. Menikah? Yang benar saja! Itu adalah keputusan yang tidak masuk akal. Tanpa menunggu lagi, aku dan gadis itu tanpa menyiapkan apa-apa di nikahkan di KUA setempat.
Setelah menikah, gadis itu bertanya di mana tempatku tinggal. Karena kami sudah menikah, aku memberitahunya dan kami memutuskan akan tinggal di rumah yang kutinggali saat ini. Memang, entah nasibku sedang sial atau tidak karena mendapatkan gadis cantik tanpa harus berusaha. Awalnya, aku merasa agak canggung dengannya walau sudah menyandang istri di rumah, tapi aku tidak mengenal gadis itu sepenuhnya. Dan, sifatnya yang garang membuatku tidak berani berlaku macam-macam padanya, aku selalu menuruti semua permintaannya selama itu masih wajar dan bisa kuturuti.
Jika mengingat semua kenangan itu, aku ingin tertawa. Kenapa aku bisa terlibat hal yang tidak masuk akal dengan Henia? Ah, aku sangat gemas ingin menceritakan ini dengan putra pertamaku, Lihan. Dia harus tahu pertemuan kocak kedua orang tuanya di masa lalu, bukan? Aku yakin dia akan suka, haha ....
Setelah satu tahun pernikahan kami, aku dan Henia semakin dekat dan bahkan sudah berani untuk melakukan jatahku jika malam. Dia juga sepertinya mulai memperbaiki sifatnya dan menjadi istri yang lemah lembut. Tidak berselang lama, Henia hamil membuat kami semakin bahagia. Akhirnya, pernikahan kami akan lengkap dengan sosok bayi mungil nan lucu.
Setelah kelahiran putra pertama kami, aku berusaha lebih keras bekerja dan memenuhi kebutuhan Henia dan Lihan. Kehidupanku sekarang lebih berwarna ketika Henia menghadirkan Lihan ke dunia ini. Dan, Henia adalah wanita pertama yang membuatku mengingat ibu kandungku. Mereka mempunyai kepribadian yang mirip sekali. Tidak mau di salahkan dan cerewet adalah kepribadiannya yang membuatku makin mencintainya.
Dirimu adalah wanita paling spesial yang sudah menjadi milikku. Semua kenangan indahmu membuat cintaku padamu tidak pernah padam hingga kapan pun. Kisah cinta kita terbukti dengan kelahiran seorang putra yang akan selalu ada di samping kita. Dan, kau adalah ibu terhebat yang kutahu. Kau selalu sabar menghadapi kenakalan Lihan dan diriku yang masih mempunyai ego ini. Aku salut padamu yang bisa membesarkan Lihan dengan penuh kasih sayang dan memastikan Lihan mendapatkan kasih sayang seorang ibu dan ayah.
Banyak orang bilang, bahwa rumah adalah tempat pulang yang nyaman. Dan, aku merasakan hal itu sekarang dan sampai selamanya. Rumah yang kuanggap membosankan berubah menjadi rumah dengan kebahagiaan yang melimpah. Mempunyai keluarga kecil yang bahagia dan tentram, saling melengkapi satu sama lain, serta saling melindungi, memiliki kepercayaan yang kuat, itulah keluarga kecilku.
Terima kasih telah membuatku merasakan apa makna bahagia yang sesungguhnya, menjadi pendamping hidup yang membuatku nyaman jika berada di sampingmu. Memberikan keturunan yang bisa mewarisi sifat dan karakter kita, walaupun dia lelaki, hehe ....
Aku akan menjadi keluarga rumah tangga yang bertanggung jawab dan selalu mengutamakan keluarga di bandingkan dengan pekerjaan. Menjadi ayah yang selalu menyayangi putranya dan mendampinginya hingga mencapai apa yang dia inginkan, mendukung segala kegiatan positif yang di ikuti Lihan. Serta, kita bisa bersama hingga usia tua menghampiri kita. Terima kasih untuk semuanya, I Love my Family.