seorang wanita berambut panjang sebahu dengan mata berwarna kecoklatan sedang mengayuh sepeda menuju SMA Nusantara sekolah elit yang hanya orang dari kalangan atas yang bisa bersekolah di sana. Liana sendiri bukan dari orang kalangan atas diri nya hidup sederhana di rumah kontrakan keci ji yang berda di kawasan Jakarta, Liana dapat bersekolah di sana di karenakan diri nya mendapatkan beasiswa.
Sesampainya di kelas Liana di sabut oleh kinar dan Romi mereka berdua sering membuuly Liana karena Liana yg merupakan orang dari kalangan bawah "Lia Lo belikan gue makanan cepat" sentak kinar
"bentar lagi kan masuk" dan tak lama setelah nya bel masuk pun berbunyi "gue gak mau tahu Lo belikan gue makan cepatan" "kalau dia gak mau jalan di paksa nanti nangis" ucap Romi dengan nada mengejek dan tak lama air mata Liana pun jatuh Liana emang anak yg mudah untuk menangis, seluruh kelas yang melihat Liana menangis pun tertawa dan Romi mendekat ke arah Liana dan Liana di dorong hingga diri nya jatuh ke lantai semua orang yang berada di kelas IPA 12 3 pun tertawa semakin kenjang saat melihat Liana jatuh dan Romi melanjutkan kan nya dengan kepala Liana yang ia benturkan ke arah diding, tidak ada satu pun seorang yang berniat untuk membantu Liana merak malah asik tertawa dan tipa tipa dari arah ada seorang yang memukul muaka Romi dia adalah Putra Dion mahareda "kenapa Lo mukul gue hah" kata Romi sambil memegang rahang N a yang sakit akibat pukulan Dion "Lo gak apa apa kan" ucap Dion sambil berjongkok di depan Liana " gak aku gak apa apa" ucapnya sambil tersenyum dan tak lama Liana jahun pingsan Dion yang melihat Lia. tidak sadar kn diri langsung mengedong Liana menuju UKS setelah sampai di UkS Liana langsung di tanganin Olen penugas UKS "luka di kepalanya gak terlalu parah, Dion kenap Lia bis kayak gini" "itu dia habis di bully kepalanya di benturan ke dinding"
Pasti Romi atau kinar batin petugas UKS tersebut dia sangat mengenal Liana karena setiap jam istirahat Liana selalu mampir ke UKS untuk sekedar beristirahat atau makan di UKS.
"ibu saya permisi dulu" kata Dion sedikit mendukung kan kepalanya
ibu UKS tersebut membalas nya dengan senyuman.
"Anak anak kita punya teman baru, silahkan masuk" ucap ibu Maharani selalu wali kelas 12 IPA 3
Romi dan kinar yang mengetahui anak baru tersebut adalah Dion meraka langsung membulatkan matanya "diakan"
batin Romi dan kinar
selang beberapa jam Liana terbaring di UKS akhirnya dia pun bangun dari Pisangan, saat Liana bangun dia marasakan sakit sangat hebat di kepala nya mungkin karena benturan yang di lakukan Romi kepada nya "Lia kamu udah bangun" ucap petugas UKS tersebut yang sangat mengenal Liana. Liana membalas nya dengan senyuman "kamu minum dulu" memberikan gelas berisikan air putih
Liana pun minum air terbut hingga kadas tidak tersisa "Lia kamu gak mau laporkan masalah bully kamu ke kepala sekolah"
"udah, buk tapi yah gitu" dan tiap tiap dari arah belakang Dion datang membawa sebuah bukus plastik berisi makanan
" Lo udah sadar" Liana sangat terkejut saat mengetahui bahwa laki laki yg menolong nya tadi adalah Dion sahabat sekaligus cowok yang dia suka.
" Lia dia ini anak pemilik sekolah ini.." ucap petugas UKS tersebut. " dia tadi yang bahwa kamu ke sini" lanjut petugas Tersebut Liana yg mendengar kan nya pun terkejut "Ee iya makasih"
"Buk bisa keluar sebentar saya mau bicara berdua sama dia"
"Yaudah ibu keluar dulu ya Dion"
Dion membalas nya dengan anggukan kepala
saat ini Dion dan Liana diam sampai Liana membuka suara "apa yang kamu lakukan di sini" " sekolah lah apa lagi"
"Iya tapi kan Lo bisa sekolah di tempat lain aja"
"Gue mau nya dia sini"
"udah ah aku capek sama kamu"
"Ayah mau ke sini,aku udah bilang kalau kamu di bully di sini kenapa kamu gak bilang sama aku atau ayah"
"Aku gak mau ngerepotin kamu Yon"
" Kamu itu gak pernah ngerepotin aku Lia"
Dan tidak berselang lama ayah Dion yang merupakan pemilik sekolah SMA Nusantara pun datang kepala sekolah yang melihat kedatangannya pun terkejut diri nya bahkan belum mempersiapkan apa apa untuk jika pak Bayu selaku pemilik sekolah SMA Nusantara menanyakan tentang Kasun bully karena sudah banyak kasus bully terjadi di SMA elit ini bahkan ada banyak orang tua datang ke sekolah bahkan ke rumah pak Bayu selaku pemilik SMA Nusantara untuk mengajukan protes bahkan sampai ada orang melempar kan kaca jendela milik Paka bayu.
"Pak kemal saya pecat hari ini, dan yang akan menjadi kelapa sekolah menggantikan pak kemal hari ini saya" Bayu dengan latang mengatakan nya di lapangan basket Bayu emang di kenal sebagai orang yang penuh akan kejutkan diri nya selalu membuat semua orang pasti akan di buat terkejut dengan apa yg ia lakukan seperti contoh nya yang ia lakukan saat ini.
Pak kemal yang mendengar itu pun terkejut dan berlari keluar ke arah lapangan basket "tapi kenapa pak" kata pak kemal dengan napas yang tidak beraturan "coba kami pikirkan sendiri"
para murid yang mendengar bahwa Paka kemal akan di pecat pun bersorak Sorai gembira karena pak kemal sendiri adalah kepala sekolah yang mesum dan gila uang
Para murid sudah lama ingin pak kemal turun dari jabatan nya.
Selang beberapa hari setelah pak kemal di pecat peraturan sekolah pun berupa banyak peraturan yang berupa dan SMA Nusantara semakin ketan peraturan nya tapi itu walaupun begitu para murid yang bersekolah di sana sangat gembira karena tidak ada lagi guru mesum seperti pak kemal Romi dan kinar sudah mendapatkan hukuman yang layak untuk Meraka dan Meraka tidak di keluarkan dari sekolah mareka mendapatkan hukuman seperti apa yang Meraka lakukan kepada Liana.
Kinar pun saat ini berteman baik dengan Liana, dan Romi dan kinar telah putus alasannya pun karena mereka berdua sudah tidak cocok lagi. hubungan antara Dion dan Liana semakin dekat Dion juga sering membantu Liana berjualan kue dan beberapa kali kerumah Liana setelah sudah lama tidak ke sana.
" Nak Dion, gak pulang udah malam tadi nak Dion di cariin Sama orang rumah"
" Gak, ibu tenang aja Dion bakal pulang kalau Lia udah tidur"
"kalau Nak Dion mau nginep sini gak apa apa tapi nak Dion tidur Sama bapak mau?"
ucap bapak nya Liana dari arah belakang
"Mau..." Saat ingin mengatakan sesuatu tipa tipa posel Dion berbunyi Dion pun mengangkat nya dan yang telpon adalah ibunya Dion.
"Dion pulang udah jam berapa"
"Iya iya ini aku mau pulang"
Dan telpon di matikan secara sepihak
"Yaudah Dion pulang yah Tante pak"
" Iya hati hati di jalan nak"
" Siap ketua" setelah mengatakan nya Dion segera pulang ke rumah nya.
Setelah sampai di rumah Dion langsung di sabut omelah mama nya " mau habis dari mana sih ko jam segini baru pulang kalau tadi mama gak suruh kamu untuk pulang pasti kamu gak pulang kan"
"Udah lah mah Dion pasti ke rumah nya Lia"
"Benar kata papa mah gara gara mama Dion jadi gagal dekati orang tua nya Lia"
"Kamu kan masih kecil jangan pacaran mama gak suka"
"Iya mah Dion mau ke kamar dulu"
Dan mama nya Dion pun membalas nya dengan senyuman.
keesokan hari nya Dion di kejutkan dengan kabar orang tua Lia meninggal dunia dengan cara di bunuh menggunakan pisau, dengan cepat Dion pergi ke rumah Lia untuk memastikan bahwa perempuan yang ia cintai itu baik baik aja.saat ia tiba di rumah Lia orang tua Lia sudah di bukus kain kafan dan siap untuk di kurbakan disisi lain Romi sudah ditangkapnya oleh pihak berwajib atas kesalahannya. Dion yang melihat Romi ditahan oleh pihak berwajib pun dapat langsung mengsimpukan bahawa Romi lah orang yang telah membunuh orang tua nya Liana.
beberapa bulan sebelumnya.
" Lia gue minta maaf dan gue..."
Romi menggantukan kalimat nya di akhir
"Apa" "hm gak, gak apa apa lupakan"
"btw kamu pulang Sama siapa?"
"sendiri"
" Pulang sama aku aja" sambil memberikan helm "kalau aku pulang sama kamu kinar gimana dia pulang sama siapa terus kalau kinar cemburu?"
"Aku Sama kinar udah putus,ayo Lia aku antar kamu pulang"
Liana pun menuruti perkataan Romi.
sesampainya di rumah Liana Romi memberikan sebuah boneka beruang gak kecil dan didalam nya terdapat kamera tersembunyi "Lia ini hadia buat kamu "
Ucap nya sambil memberikan boneka ke arah Liana "tapi kan aku gak ulang tahun" "sebagai permintaan maaf ku ke kamu" " aku kan udah bilang aku udah maafkan kamu dari lama" " jadi kamu gak mau" sambil memberikan wajah sedih dan itu membuat Liana merasa kasian "iya udah ini kami terima, kamu jangan sedih"
"Yaudah Lia aku pulang dulu ya" "hati hati" Romi pun menghidupkan motor nya dan melajukan motor dengan kecepatan sedang.
Liana melihat boneka pemberian Romi dan dia pun tersenyum kearah boneka Tersebut sambil mengatakan 'cantik'. dan sisi lain Romi mengawasi Liana dari hp nya yang sudah ia pasang kamera pengawas.
berapa Minggu setelah Romi memberikan boneka Tersebut yang berisikan kamera pengawas. setelah itu pun Liana heran dari mana Romi tahu jam berapa ia tidur dan aktivitas apa saja yang ia lakukan di kamar.
Malam kejadian.
Di malam hari nya Romi datang ke rumah Liana, saat Romi datang ke rumah Liana saat itu sudah tidur dan Dion juga suda pulang ke rumah nya dan tinggal kedua orang tua Liana yang belum tidur saat romi mengetuk pintu rumah Liana dan yg membuka nya adalah sang ayahnya Lia
"Kamu ngapain kamu ke sini pergi" usir ayah nya Lia, ayah nya Liana emang sangat membeci Romi karena Romi telah membuly anak nya dan diri nya juga saat membeci Romi.
saat itu Romi hanya diam dan tipa tipa tanda ada nya aba aba Romi menusuk ayannya Lia hingga keluar lah darah segar Romi menusuk ayannya Lia tepat di jantung nya dan saat itu juga ayah nya Lia mati Romi menusuk nya tanpa ada nya ekspresi, wajah nya datar dan sang istri yg melihat kejadian itu pun menjerit hingga membangun kan sang anak dan Romi yg mendengar suara jeritan itu pun segara menusuk ibu nya Lia sama seperti ia menusuk ayannya Lia,Lia yang melihat kedua orang tua nya di bunuh di depan mata nya pun langsung menjerit ketakutan Romi yang melihat Liana keluar dari kamar nya pun langsung mendekat ke arahnya, Liana yang melihat Romi mendekatke arah nya pun mundur perlahan lahan napas Liana naik turun hingga akhirnya badan Liana terbentur tembok dinding kamarnya.
" Liana sekarang kamu milik ku gak da lagi yang menghalangi aku lagi sekarang"
Romi pun semakin mendekat ke arah Liana dan akhirnya tanpa aba aba Romi mencium Liana, Liana pun semakin ketakutan dan Romi melakukan tindakan permekosan kepada Liana.
di rumah sakit sekarang ini terbaring seorang wanita yang tertutup oleh kain berwarna putih dia adalah Liana. setelah kejadian orang tua nya Liana ditemukan di kamar nya dalam keadaan sudah tidak berpakaian dan badan nya yang penuh dengan luka luka dan lembab di bagian vagina nya Liana menyusul kedua orang tua sehari setelah kedua nya dimakamkan
Dan yah sekarang Romi sudah ditahan oleh pihak berwajib atas kesalahan yang ia perbuat.
Romi diduga menghidap Obsessive Love Disorder yaitu rasa cinta yang berlebihan.
1 tahun kemudian
saat ini Dion berada di makam Liana
" Lia ini gue bawakan bunga mawar kesukaan Lo, Lia maaf ya gue gak bisa lama lama di sini ada banyak perkejaan yang harus gue kerjakan gue pamit yah"
saat ini Dion sudah berkerja di perusahaan keluarga dan Romi saat ini keadaan membaik OLD nya pun sudah tak separah dulu.
Semua kini berjalan dengan normal.
- selesai -