Tidak terasa mereka sudah berada di depan rumah Cinta, dengan tiba tiba Cinta langsung mencubit pipi Rian dan meninggalkannya sambil berkata “dadah Kurusss” kata Cinta sembari tertawa sambil berlari kecil.
Cinta dan Rian memang sangat dekat dan sudah kebiasaan Cinta menggoda Rian,
Rian hanya bisa tersenyum sambil memegang pipinya yang merah gara gara dicubit oleh Cinta.
Didalam hati Rian hanya bisa menikmati apa yang terjadi sekarang dengan sahabatnya itu tanpa Cinta tahu bahwa Rian menyimpan Perasaan suka sejak mereka masih kanak kanak. Mungkin sebagian dari mereka yang mengetahui itu akan mengatakan bahwa mereka lebih baik menjadi sahabat, namun Rian tidak menggubris semua itu.
“Ibu aku menjadi ketua osis" ucap Cinta sesampainya dirumah
“wahh.. bagus itu nak, itu akan menjadi motivasi untuk menjadi siswi yang baik” jawab Ibu
“yah sudah Bu Cinta akan langsung ke kamar, lelah rasanya seharian mengikuti kegiatan di sekolah” sambung Cinta
“tidak langsung makan nak?” tanya Ibu
“tidak Bu, tadi sudah makan di kantin sekolah” jawab Cinta
Tidak terasa Cinta tertidur sangat lama sampai Ayah pulang bekerja, sesampainya ayah di rumah langsung menuju kamar Cinta karena Ayah tahu bahwa pasti anak perempuannya itu sangat kelelahan dengan kegiatan di sekolah. Ketika Ayah sampai di depan pintu Cinta dan mengetuk pintu.
“Cinta…” panggil Ayah
“ehmmmm.. iya Yah” jawab Cinta lemas
“masih tidur kamu” ucap Ayah
“iya Yah sebentar lagi boleh, badanku rasanya mau patah lelah sekali” ucap Cinta
“Lebay kamu, yah sudah Ayah dan Ibu tunggu di meja makan, jangan terlalu malam tidurnya” sambung Ayah
“siap” tukas Cinta
Ayah langung meninggalkan kamar Cinta dan menuju meja makan yang sudah terdapat Ibu yang sedang menyiapkan makan malam, Cinta adalah anak tunggal mereka karena Ibu Cinta sudah tidak bisa mengandung karena beberapa faktor medis. Tidak lama Cinta keluar kamar dan bergabung bersama Ayah dan Ibunya makan malam bersama.
Keesokan harinya Cinta sudah sampai di sekolah lebih awal karena dia sudah beristirahat sangat lama kemarin, terdengar di luar kelas beberapa teman membicarakan pesta akhir orientasi yang akan dilaksanakan 3 hari lagi, namun mereka harus bersama Plus One atau orang yang spesial, Cinta yang mendengarpun tidak banyak berfikir akan mengajak siapa karena baginya hal hal seperti itu tidak terlalu penting untuk difikirkan.
"kamu akan mengajak siapa Cin di pesta akhir orientasi?” tanya Shania
“entahlah lagian itu masih 3 hari lagi tidak usah terlalu dipikirkan” jawab Cinta.
Kegiatan orientasi hari ini dipenuhi dengan para kakak senior dan anggota osis yang menjahili para junior mereka termasuk Cinta, namun Cinta yang memang sangat pintar dan ceria membuat dia tidak merasa kesal atau lelah. Tiba tiba
“kamu akan mengajak siapa di pesta akhir orientasi?” tanya kak amir
“ohh iya kak, emm mungkin dengan seseorang, kenapa kak?” tanya Cinta balik
“emmm tidak apa apa, aku kira kamu belum ada pasangan, aku ingin mengajakmu” jawab Amir
“tapi aku juga tidak tahu kak apa orang yang aku akan ajak mau pergi bersamaku” tukas Cinta
“kalau begitu aku masih ada harapan untuk pergi ke pesta bersamamu kan?” tanya Amir
“kita lihat nanti saja kak” jawab Cinta singkat
Setelah selesai dengan apa yang harus dikerjakan, Cinta dan teman temannya kembali kekelas dan mengerjakan tugas yang diberikan Pak Wisnu dan tidak lama karena waktu sudah banyak dihabiskan di luar ruangan. Tidak sampai beberapa jam bel sekolah menandakan jam waktu sekolah telah usai. Beberapa siswa dan siswi langsung menuju gerbang sekolah untuk pulang namun tidak dengan Cinta ia malah duduk termenung di dalam kelas sendirian, tak lama ternyata Ria sudah memperhatikan Cinta sejak tadi ia langsung menghampiri dan langsung duduk disebelahnya.
"kenapa cantik” ucap Rian yang membuat Cinta kaget
“astaga Rian ku kira siapa” jawab Cinta
“kenapa melamun sendirian nanti malah ditemenin setan loh” kata Rian
“iiss kamu ini bercanda saja, tidak apa apa aku hanya ingin sendirian saja” tukas Cinta
“jadi aku mengganggumu saat ini” ucap Rian
“tidak kalau kamu tidak apa apa” jawab Cinta
“ya sudah ayo pulang” kata Rian.
sebenarnya ada yang ingin ucapkan Rian kepada Cinta namun tidak bisa ia tanyakan.
Beberapa hari dilewati tanpa hambatan sampai hari dimana pesta akhir orientasi tiba, sore pukul 2 jam menunjukan bahwa waktu mendekati dimana ia harus menemukan pasangan pestanya. Tiba tiba pintu kamar Cinta terbuka dan ternyata ada Amir yang berada dibalik pintu itu, dalam hati ada rasa kekecewaan di raut wajah Cinta namun harus ia tutupi karen dia tidak mau membuat Amir kesal
"bagaimana apakah kamu masih belum ada pasangan” tanya Amir
(andai dia tahu aku tidak mau pergi dengannya, aku akan pergi dengan orang yang menurutku spesial tapi bukan kak Amir) ucap Cinta dalam hati
“emm sepertinya belum kak” ucap Cinta
“kalau begi..” kalimat itu tidak jadi diucapkan Amir karena ada panggilan dari Ibu Cinta
“Cin ada yang cari didepan” kata Ibu
“baik Buk, bentar yah kak tunggu di ruang depan aja yokk sekalian Cinta mau liat siapa yang datang” kata Cinta
“baiklah” ucap Amir
Tidak diduga sebelumnya ternyata orang yang mencari Cinta adalah Rian pria yang memang sedari dulu ditunggu kedatangannya dengan Cinta,
“hay Cin” sapa Rian
“hay, kenapa kesini” jawab Cinta
“tidak apa apa, kata Ibumu ada Kak Amir yah didalam” ucap Rian dengan wajah kesal
“iya kebetulan dia ingin mengajakku pergi ke pesta akhir orientasi” jawab Cinta dengan wajah sedikit kecewa
“ohh yah sudah aku tidak jadi mengajakmu pergi kalau kamu mau pergi dengan Kak Amir” ucap Rian kesal
“lah kenapa tidak jadi, aku kan bilang kalau Kak Amir mengajakku tapi aku tidak bilang kalau aku mau pergi dengannya” sambung Cinta dengan sedikit tertawa
“aku malah menunggu orang yang menurutku spesial mengajakku pergi namun dia malah akan pergi”
“siapa? Aku?” ucap Rian tidak percaya
“siapa lagi?” tanya Cinta yang membuat Rian malah tertawa dan langsung memeluknya tanpa aba aba yang membuat Cinta kaget namun tidak lama membalas pelukan hangat dari sahabatnya yang sudah dari lama ia suka.
Didalam rumah Amir hanya bisa tersenyum tipis sambil melirik Ibu Cinta yang tersenyum melihat Cinta Dan Rian.