Aku takut memulai sebuah hubungan tapi aku benci kesepian takut sendirian hingga saat aku terjebak dalam kegelapan kamu ada. Kamu datang menemuiku dengan membawa sebuah lampu dan menemuiku harusnya aku biasa saja tapi ternyata aku malah jatuh cinta.
Sebuah event yang Tampa sengaja mempertemukan kita. Awal dimana semuanya dimulai kita disatukan dalam satu kepanitian yang sama dan mau tak mau kita sering berinteraksi bersama. Interaksi kita semakin intens selalu bersama kemanapun. Perhatian kecil yang kau berikan kepadaku membuat diriku luluh. Tanpa sadar benih-benih cinta mulai tumbuh.
Setelah event berakhir kita masih dekat bahkan tambah dekat. Jalan bareng,bertukar kabar setiap hari,callingan sebelum tidur sudah menjadi rutinitas kita. Sungguh indah kisah kita kala itu.
"Jangan pernah ngerasa sendiri ada aku disini" ucapmu ditelepon pada suatu malam. Tapi sepertinya itu hanya omong kosong saja disaat aku membutuhkanmu kau hilang entah kemana kau pergi meninggalkan kenangan kita yang indah. Kau menghilang begitu saja bak ditelan bumi tak ada kabar.
Kau bagai kapal yang terus melaju diluasnya ombak samudra biru namun sayangnya,kau tak pilih aku tuh jadi pelabuhan mu. Kamu memberiku dunia baru yang menyenangkan kamu ngasih tempat yang nyaman walau tempat tersebut tak bisa ku sebut sebuah rumah,kamu menjelma sebuah ikatan semu yang tak bisa ku lihat namun bisa ku rasakan,kamu sentuhan seperti dingin angin malam.
"Cuma kamu satu-satunya orang yang aku punya syiren" ucapmu digelapnya malam yang hanya diterangi oleh bulan dan beberapa bintang. Aku masih teringat gimana senangnya dan berharganya aku saat di sampingmu.
Rangga makasih. Makasih udah ngenalin dunia kamu yang begitu menyenangkan bagiku aku dari dunia yang gelap dan sunyi bisa merasa senang dan bahagia bisa kenalan dengan dunia kamu. Meskipun aku tak bisa beneran masuk ke dunia kamu,meskipun yang kuliat mungkin dari depan pintu yang kamu tidak bisa antar aku masuk kita memang tak pernah memulai apapun kita memang nggak pernah bilang kita saling sayang tapi aku bisa ngerasain kasih sayang yang kamu kasih ke aku.
Kita emang bukan sipa-siapa kita hanya dua orang asing yang kesepian dan kita saling bertemu. Kita adalah pecundang,pecundang yang takut penolakan,pecundang yang takut memulai. Kita terjebak dalam sebuah hubungan yang bukan hubungan,kita terjebak dalam ikatan yang bukan ikatan.
"Kamu tau fiersa Besari tidak ren"
"cuma tau beberapa lagunya yang lagi viral aja sih"
"Kamu harus dengar semua lagunya bagus banget"
"Boleh"
Kemarin aku masih di mobilmu bahagia,kita mendengarkan lagu favoritmu kamu,kita melalui berbagai warung makan kesukaanmu,kamu bercerita tentang keluargamu,kamu bercerita tentang banyak hal,tentang hari-hari kamu. Kini yang tersisa hanya kenangan. Hanya sayup-sayup suara kamu Yang semakin diingat semakin membuatku mati rasa. Kemarin kita kasih kita sekarang nggak ada kata kita sekarang hanya ada aku aku yang kembali sendirian aku yang sesepi ini aku yang kembali gelap seperti sebelum mengenal kamu rasanya seperti mengiris melihat diriku sendiri.
Setiap aku merasa senang ada rasa takut menyelimutiku. Takut akan ada kesedihan apa yang menghampiriku akan ada air mata apa yang akan membuatku sakit hati ternyata setelahnya kamu pergi meninggalkanku.
Kita terlalu singkat untuk berakhir begitu saja,kita sebuah epilog tanpa prolog.