Eka, anak gadis kelas 12 IPA 6 di salah satu sekolah di Balikpapan. Setiap harinya kecuali di hari Sabtu dan Minggu kegiatan Eka adalah bersekolah sambil berjualan kue yang ibunya buat, pada saat libur Eka menjual kuenya sambil berkeliling menggunakan sepeda.
Suatu pagi di hari Senin Eka menjual kuenya kepada teman-temannya dengan wajah yang nampak bahagia karena kuenya banyak yang membelinya. Saat jam pelajaran hampir tiba, Eka didatangi 3 orang anak cewek seumurannya. Iya, benar saja itu Dewi, Dinda, dan Ayu 3 wanita remaja yang suka membuat kegaduhan.
" Aduh, maaf ya Eka gue gak sengaja, lagian lo si ngapain halangin jalan gue" ucap Dinda yang sengaja menjatuhkan buku di atas kepala Eka. "Dasar dekil" ejek dewi. Seketika hati Eka sakit sekali mendapat perlakuan seperti itu. "Sudah sudah tidak apa apa Eka mereka emang suka begitu kan, kamu yang sabar yaa" ucap Ani sambil tersenyum kepada Eka. "Iyaa Ani terima kasih yaa" balas Eka sambil memeluk ani yang berada di depannya.
Keesokan harinya Eka berangkat sekolah dengan wajah yang murung, "Haii, Eka kenapa nih, kok wajahnya di tekuk gitu sih?" tanya Ani pada Eka. "Hmm...Ani? aku bisa gak ya secantik dan sekurus kamu, aku capek selalu di bully, aku juga ingin cantik seperti yang lain" ucap Eka sambil menahan tangis. "Hmmm...Eka, udah yaa kamu jangan sedih lagi, gini saja gimana besok pulang sekolah kita gym, dan aku temanin kamu beli skincare?" tanya Ani pada eka. "Sebenarnya aku mau Ani, tapi kan uang aku ga cukup buat beli itu" jawab Ani sedih. "Gapapa Eka kali ini aku traktir deh, setelah itu kamu nanti jualan kue nya harus lebih semangat yaa supaya laris dan nanti kamu bisa beli apa yang kamu inginkan, okeeii." ucap Ani sambil tersenyum kepada Eka.
Keesokan harinya pun selepas mereka puang dari sekolah. Eka dan Ani pun pergi ke gym dan setelah itu mereka ke toko kosmetic membeli beberapa skincare yang terbilang murah. Beberapa hari kemudian setelah Eka pun Olahraga di rumah saja karena ia tidakmau membuang buang uang nya untuk pergi gym, setelag ia rutin berolahraga ia pun langsing, wajah nya pun terlihat mulai bersih dan cantik karena skincare yang di belikan Eka. "ya Allah terima kasih" ucap Eka terharu. Keesokan harinya Eka pun berangkat sekolah saat memasuki kelas terlihat Dinda yang duduk di kursi guru. "Hah ini Eka?" ucap Dinda kaget melihat Eka. "Iyaa ini Eka, kenapa?" jawab Ani. "Alaah paling juga pakai merkuri kan?" ucap Dewi. "Astaghfirullah" ucap Eka dalam hati.
Beberapa hari kemudian Dewi, Dinda, dan Ayu pun tidak pernah lagi membully Eka. "MasyaAllah anak ibu cantik sekali ya" ucap ibu Eka sambil tersenyum melihat anaknya yang terlihat beda dan lebih cantik. "MasyaAllah ibu bisa aja ih" jawab Eka tersenyum. Hari-hari berlalu seperti biasa Eka pun menjual kuenya seperti biasa dan Allhamdulillah kue yang ia jual selalu laris, dikarenakan harga yang murah dan rasa yang enak membuat banyak pelanggan suka membelinya.
Eka pun tersenyum bahagia dan bersyukur atas apa yang Tuhan berikan untuknya.