SAHABAT SEJATI TAKAN PERNAH PERGI
( Kisah nyata )
Kisah tentang 3 anak manusia yang besahabat dari kecil, yaitu shyla, natalie dan diandra.
Watak: Shyla( jutex keras kepala dan selalu optimis )
Natalie( no basa basi dan keras kepala ) Diandra( kalem, dewasa dan selalu jadi penengah )
Meskipun begitu, mereka saling menyayangi
Mereka saling suport dalam suka maupun duka.
Di sore yg sepi shyla sedang sendiri di rumah. Tiba tiba terdengar suara deru mobil berhenti di depan rumahnya. Shyla dengan pelan memutar roda kursi rodanya,
menuju jendela kaca ruang tamu, ia melihat Diandra turun dari mobilnya ( narasi )
D. (Tok tok tok...)Assalamu'alaikum
Ada orang ga sih. Shyla, kamu ada di dalam ga.
S. Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh(sambil membuka pintu )
Masuk Di, tumben dateng sore begini.
Duduk Di, mau minum ambil sendiri ya, soalnya ga da orang di rumah. Mama belum pulang, ibuk lagi di kampung jenguk ibunya( ucapnya sambil tersenyum)
D. Iya shyl, ehh udh cantik, udah mandi kah?
S. Alhamdulillah, udh Di. Tumben jam segini ke sini.
D. Eehh, iya shyl ada yang mau ketemu nich, kamu tau ga dia siapa.
S. Ga tau dan aku ga mau tau( jawab dgn jutex)
D. Tuh kan, kata keramatnya keluar. Senyum atuh Shyla. ( berhenti & menghela nafas)Shyla aku minta maaf, aku salah. aku ga bisa menolak keinginannya
S. Di, aku ga layak ketemu sama siapa². kamu tau kan keadaanku, aku ga bisa sebebas dulu, lihat ke dua kaki ku Di. Aku hanya tergantung pada alat ini, aku ga mau jadi beban buat temen². Suruh pulang siapaun itu.
N. Shyla!! Kenapa kau selalu menolak kehadiran kami, apa kami salah jika ingin ketemu sahabat nya!!
S. ( kaget )Ga ada salah Nat, aku...akuu..
D. Udah Nat udah. jangan teriak teriak kalem atuh, kasihan shylanya( ucap Diandra degan kalem )
Shyla pun mulai terisak
N. Kesel aku Di, di telfon ga diangkat, di WA ga di balas, di jenguk pun ditolak. Apasih salah kita( jawab Natalie degan nada kesal )
D. Kita harus sabar Nat, jangan kebawah emosi. Tuh kan shyla jadi nangis, udah... udah nat
S. Aku cuma ga mau repotin kalian aku ga mau jadi beban untuk sahabat² ku. Aku tak sebebas dulu, berlari kemanapun kusuka, lihat, lihat kakiku! Aku lumpuh Nat. aku bukan shyla yang dulu( sambil berurai air mata )
N. Mana shyla yang galak, jutex, keras kepala dan selalu optimis. Kayak nya bukan kamu, sahabatku bukan kamu.
Maaf, aku salah orang ( sambil belalu pergi )
D. Nat, kamu tau keadan shyla kan. Bagaima rasanya jadi shyla, sore kita lihat dia masih lari larian mengitari lapangan berebut bola. Paginya dia udah di larikan ke rumah sakit dan tiba tiba dia dinyatakan lumpuh. Syok ga kalau kita jadi dia, sabar. Mungkin karena belum siap aja ketemu kita.
S. Maaf, maafin aku nat, di, aku menolak kalian di rumah sakit waktu itu, karena aku belum siap menerima kenyataan, aku takut kalian ga mau menerimaku lagi. Aku ga mau imajinasiku jadi kenyataan, ternyata aku salah. Kalian masih tetep seperti dulu.
N. ( menoleh, menghela nafas sambil tersenyum ) aku ga mau kehilangan kalian, aku ga mau kehilangan persahabatan kita, kalian berdua tetep yang terbaik
D. Dan kita adalah sepaket, kita selalu saling melengkapi dari dulu.
N. Kita saling melengkapi saling melindungi, meski kadang berantem si ( sambil tertawa kecil )
S. Terima kasih nat, di, aku juga ga mau kehilangan kalian. Kalian sahabat terbaikku. Selamanya
Pulau dewata
23 Agustus 2023 22.45 wita