★★★
Leona dan Selena kedua gadis cantik yang bersahabat sejak kecil, tetapi persahabatan mereka tidak berlangsung lama ketika sebuah kejadian buruk yang menimpa Selena yang mengharuskannya pergi selamanya, menjadi sebuah boneka yang terkurung di sebuah tempat tinggal yang kosong dan tidak berpenghuni sejak jaman penjajahan Belanda.
"Kamu yakin mau masuk kedalam rumah ini?" Tanya Leona yang menatap rumah ditengah hutan.
"Ya, mau bagaimana lagi?, kita sudah terdesak, kau lihat kan? Hari sudah semakin gelap." Jawab Selena yang memang tidak memiliki sifat mudah takut seperti Leona.
"Tapi Selena, kamu lihatkan rumah ini kumuh dan gelap sekali. Lebih baik kita bangun tenda dihutan saja daripada tidur disini." Ucap Leona yang mulai merinding dan Leona merasakan ada seseorang yang sedang menatapnya dan Selena.
"Leona, apakah kamu tidak melihat hari sudah mulai gelap? dan jika kita membangun tenda dihutan sekarang itu sudah sangat terlambat! Jadi tidak mungkin kita tidur dihutan untuk saat ini. Kita tidak tahu hewan buas apa saja yang sedang berkeliaran dihutan saat ini." Jelas Selena yang gemas melihat Leona yang memiliki sifat penakut itu.
"Benar apa yang dibilang Selena, Leona. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita nanti jika kita masuk hutan lebih dalam lagi, apalagi sekarang hari sudah malam." Setuju Nathan yang juga diangguki oleh Sean.
Selena, Nathan dan Sean mereka bertiga suka berpetualang dan memposting tentang petualangan mereka di sosial media. Tetapi Leona tidak menyukainya, dia terpaksa mengikuti sahabatnya yang suka berpetualang ditempat ekstrim seperti dihutan dan digunung.
Salah satu alasan mereka tidak berhenti melakukannya adalah mereka tidak menemukan sesuatu yang aneh ditempat tempat yang mereka datangi.
"Tapi-" Perkataan Leona terpotong karena Selena menggenggam pergelangan tangan Leona dan menyeretnya untuk masuk kedalam rumah itu. Mereka berempat pun masuk kerumah itu
"Permisi..." Ucap Leona yang masih mengikuti ajaran leluhurnya jika datang kesuatu tempat yang tidak berpenghuni harus mengucapkan salam.
Selena memutar bola matanya melihat sahabat kecilnya itu terlalu mengikuti ajaran leluhur tetapi Selena tidak mau memprotes karena Selena juga diperintahkan hal yang sama oleh neneknya, tapi Selena tidak melakukannya, menurutnya itu sudah ketinggalan zaman.
"Rumah ini besar juga yah..." ucap Nathan melihat betapa besar dan luas rumah yang sekarang mereka injak.
"Yah aku rasa juga begitu."
"Tapi kenapa rumah ini kosong yah? Harusnya ada orang yang tinggal di rumah sebesar ini." Ucap Selena bingung.
"Selen...aku takut..." Leona memegang erat tangan Selena.
"Kamu ini!" Selena menghembuskan nafas melihat sifat Leona yang penakut itu.
"Guys, kita lihat yuk sekeliling rumah ini siapa tahu ada kamar untuk kita tempati." Sahut Sean.
"Oke" Jawab Nathan dan Selena sedangkan Leona mengangguk pelan.
Sementara itu Leona merasa ada seseorang yang sedang menatapnya. Kata neneknya, Leona dulunya memiliki mata batin untuk melihat makhluk halus atau tak kasat mata tetapi mata batinnya segera neneknya tutup dan sekarang Leona tidak bisa melihat makhluk halus lagi tetapi Leona bisa merasakan kehadiran mereka.
"Leona...woi" panggil Selena melihat Leona yang berkeringat dingin.
"Hemm ada apa?"
"Kamu lihat nih" Selena menunjukkan sesuatu dipelukannya, sebuah boneka perempuan yang imut jika dilihat. tetapi tidak dengan Leona. Ia justru merinding melihatnya.
"Darimana kamu mendapatkan bonekanya?" Tanya Leona yang memalingkan pandangannya tidak mau melihat bentuk boneka yang dipeluk sahabatnya.
"Aku lihat tadi ada di kamar sana." Selena menunjuk sebuah kamar yang diujung sana.
Leona melihat bentuk kamar itu dari luar, "Dimana Sean dan Nathan?"
"Mereka ada didapur. Aku terkejut loh ternyata didapur ada kopi bubuk, aku pikir rumah ini kosong sudah sangat lama." Jawab Selena.
"Selena, mending sekarang kita keluar dari sini, kita-"
"STOP! Aku kesal yah melihat kamu yang penakut itu kalau kamu tidak mau tidur disini, silahkan tidur dimanapun kamu mau. Sialan!" Ucap Selena melangkah masuk kedalam kamar yang ia tunjuk tadi.
"Selena"
"Apa ini cuma perasaan aku aja? Tapi rumah ini benar benar aneh." Leona memikirkan sesuatu setelah itu matanya terbelalak.
Leona ingat beberapa bulan yang lalu teman ibunya mengatakan kalau ditengah hutan yang mereka datangi sekarang, ada sebuah rumah ditengah hutan dan rumah itu adalah rumah peninggalan zaman penjajahan Belanda. Rumah itu juga pernah didatangi oleh satu kelompok kemping yang terdiri dari lima orang dan setelah masuk kedalam rumah itu sekarang hanya tinggal satu orang yang bisa keluar sekaligus orang itu trauma dan orang itu bilang jangan pernah menyentuh dan memeluk boneka perempuan yang ada didalam sebuah kamar serta jangan pernah mengatakan atau melakukan hal hal negatif dirumah itu.
"AKHH TOLONG"
Sementara itu Sean dan Nathan...
"Hei Bro, mari minum bersama" ucap Nathan yang mengajak Sean untuk minum minum.
"Apakah kau gila? Kau ingat kita sedang berada dimana kan? Sebaiknya kau Jaga Sikapmu!" Ucap Sean jengkel.
"Ayolah~ sedikit saja...memangnya apa yang akan terjadi dirumah tua ini? Hahaha..."
"Kalau begitu kau saja yang minum, aku sedang tidak ingin" jawab Sean menolak.
"...."
Sean yang tadinya sibuk mencari Senter di dalam tas nya kemudian merasakan bahwa tidak ada lagi suara suara dari temannya itu, benar benar senyap. Kemuadian dia melirik temannya untuk melihat apa yang sedang ia lakukan saat ini.
Sean melotot kaget melihat Nathan yang terdiam dengan tatapan matanya yang kosong. Bukan hanya itu saja, tubuh Nathan juga perlahan menjadi sebuah boneka.
" i-ini...Astaga, apa yang baru saja terjadi?" ucap Sean yang masih shock itu.
" tunggu...bukankah ini rumah yang waktu itu pernah aku kunjungi? Astaga kenapa aku baru ingat sekarang? Sial".
"AKHH TOLONG"
"Selena...itu suara Selena, kuharap tidak terjadi apa-apa pada mereka" ucap Sean yang bergegas menghampiri Selena dan Leona.
*Sementara itu, Kembali ke dimana Selena dan Leona berada...
"Selena" Leona berlari menuju kamar yang tadi Selena masuk, Leona melihat sebuah boneka yang sedang mencekik Selena dan boneka itu menatap Leona dengan tatapan horor.
"Apa yang kamu lakuin pada temanku? Lepaskan dia..." Tanya Leona takut.
"Kau selamat..." ucap boneka perempuan itu.
"Lepaskan temanku!"
"Dia telah melanggar aturan dirumah ini."
"tolong maafkan temanku."
"TIDAK BISA!"
Leona ingin menyelamatkan Selena tetapi ditahan oleh Sean. Kemuadian Sean menarik Leona untuk menjauh dan keluar dari rumah itu. Sementara itu, Jiwa Selena sudah akan menjadi boneka.
"Kenapa kamu menarik tanganku? Aku ingin menyelamatkan Selena."
"Leona jangan gila! Mereka sudah melanggar aturan di rumah ini!"
"Mereka?"
"Ya Nathan dan Selena."
"Mereka berdua melanggar aturan disini."
Setelah Sean menjelaskan kalau dirinya adalah orang yang selamat dari kelompok kemping itu. Dikelompoknya yang dulu empat orang yang tidak selamat mereka berempat melanggar aturan dan menjadi boneka yang harus tinggal didalam rumah itu.
Leona yang mendengar perkataan Sean terduduk menangis melihat sahabatnya menjadi boneka begitu juga temannya Nathan. Pantas saja sejak datang kerumah ini, Leona merasa ada beberapa orang yang menatap mereka.
Leona sadar kalau mereka berdua salah. Sekarang Leona dan Sean segera keluar dari hutan ini.
"Maafkan aku Leona, semoga kamu bahagia, Selamat Tinggal..." Batin Selena dari dalam rumah itu dengan menjadi sebuah boneka yang harus tetap tinggal dirumah itu begitu juga dengan Nathan.
END.