Mulyono seorang bos rongsok. Memiliki istri dan dua orang anak. Sebelum menjadi bos rongsok, dia berjualan mie ayam pinggir jalan dengan gerobag. Penghasilannya hanya pas-pasan bahkan terkadang berhutang untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Suatu hari Mulyono mencoba keberuntungan di bisnis rongsok. Awalnya hanya sekedar mencari rongsok di pinggir jalan atau di tempat sampah di komplek perumahan. Karena rongsok yang dikumpulkan lumayan banyak, dia menjualnya di lapak rongsok yang terdekat dengan rumahnya. Karena sering menjual rongsok, suatu hari ada tukang rongsok yang menjual rongsok kepadanya. Bermodalkan uang seadanya dia membeli rongsok dari tukang rongsok. Lama-kelamaan usaha rongsoknya berkembang seiring berjalannya waktu. Demi keluarganya terutama istri dan dua anaknya, Mulyono berusaha memenuhi kebutuhan hidup meskipun dengan cara yang tidak wajar. Yah Dia mulai mengenal dukun atau orang pintar untuk melancarkan dan mengembangkan usaha rongsok tersebut. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit itulah kata pepatahnya.Yang tadinya punya rumah saja itupun hasil mencicil karena hutang kini telah memiliki kendaraan. Mulanya rumah, pembuatannya dengan mencicil pembayaran material bahan bangunan dan juga tukangnya. Kemudian sepeda motor, membeli dengan mencicil ke pihak dealer. Lalu sebuah mobil pickup membelinya dengan mencicil untuk membawa barang dagangan rongsoknya. Kemudian berlanjut membeli satu kendaraan berupa truk. Truk tersebut dibelinya dengan cara mencicil juga kepada pihak bank. Dengan jaminan sertifikat rumah dari mertuanya. Semakin lama karena bisnisnya berkembang, dia pun meminjam sejumlah uang ke pihak bank untuk mengembangkan usahanya di bidang rongsok. Adanya jaminan sertifikat tanah mertuanya, Mulyono meminjam ratusan juta untuk modal membeli mesin penggilingan rongsok plastik. Dari hasil tersebut bukan hanya kendaraan yang di beli, sebidang tanah ratusan juta bisa terbeli meskipun dengan cara mencicilnya juga kepada pihak bank. Demi kenyamanan keluarganya, Mulyono membeli mobil bermerek sebagai kendaraan pribadinya. Untuk dipergunakan bila bepergian dengan seluruh anggota keluarganya. Hidupnya tidak kekurangan uang, meskipun barang yang di belinya dengan cara mencicil. Suatu hari, ia tergoda dengan janda yang membuka salon kecil-kecilan. Dari Mulai berkenalan hingga akhirnya berkencan. Sudah banyak yang mengingatkan tetapi tidak dihiraukannya. Mulyono tergoda janda dan melupakan istri serta kedua anaknya. Janda tersebut melihat harta yang dimiliki Mulyono sebagai bos rongsok yang sangat mapan. Dia dan Mulyono berusaha menyingkirkan istri Mulyono dengan cara menyantetnya. Membuat istri Mulyono sakit bahkan sering kesurupan berkali kali. Namun usaha tersebut gagal karena sang istri masih dilindungi oleh Allah dengan doa dari orangtuanya dan saudaranya serta kedua anaknya. Dengan berobat ke pak kyai, dan pak ustadz, Alhamdulillah Allah menyembuhkannya. Bahkan Mulyono demi janda tersebut,ia pergi dari rumahnya meninggalkan istri dan dua anaknya. Semua harta yang ia punya satu persatu dibawanya. Dari mobil pribadi, mobil pickup, dan truk yang untuk usaha. Seta hutang dengan jaminan sertifikat tanah mertuanya dan sertifikat tanah yang dibelinya untuk gudang dan penggilingan rongsok. Setelah semua itu Mulyono bawa, dia menceraikan istrinya dengan meninggalkan setumpuk hutang. Istrinya sangat terpukul dan ingin mengakhiri hidupnya karena sang suami yang selingkuh Dengan janda akhirnya meninggalkannya dan kedua anaknya dengan setumpuk hutang. Namun iman yang masih ada membawa sang istri tetap sabar menjalani kehidupannya tanpa suami dan berusaha melunasi hutang atas nama sertifikat orangtuanya. Kini sang istri dan kedua anaknya telah mampu berdiri menopang kehidupannya. Sedangkan Mulyono terdengar kabar bahwa ia mengalami kebangkrutan. Semua harta yang dulu dibawanya telah habis. Uang dari hutang sertifikat, mobil, pickup, truk, semuanya habis. Bahkan dia berhutang pada bank koperasi simpan pinjam, bos rongsok, dan masih banyak, namun tidak di bayarnya. Setelah kebangkrutannya dan memiliki banyak hutang, janda selingkuhannya pergi meninggalkannya. Mulyono berharap bisa kembali lagi kepada mantan istrinya dan dua orang anaknya. Namun terlambat, kini mantan istrinya sudah bahagia. Mantan istrinya sudah menikah lagi dan kedua anaknya menerimanya. Mulyono kembali berusaha dengan berbagai cara termasuk ke dukun atau orang pintar untuk bisa kembali kepada mantan istrinya. Hingga kini usahanya selalu gagal. Dulu tidak punya apa-apa, hidup seadanya tapi berkumpul dengan istri dan anak tercinta. Setelah punya banyak harta Mulyono melupakan istri dan anaknya hingga pergi meninggalkan rumah demi selingkuhannya. Yah harta menjadikan Mulyono lupa pada istri dan kedua anaknya.