Aku dulu ingat sekali, setiap hari aku selalu duduk di tepi kelas, menatap papan tulis kosong yang ada di depan, mendengar ocehan guru... Juga tawa teman-teman kelas yang begitu bergema di telingaku.
Entah mengapa, di tengah keramaian itu... Aku masih merasa begitu hampa, aku masih mencatat setiap hal yang bahkan menurut orang tak penting untuk dipelajari, membaca buku hingga halaman terakhir... Dan terus belajar hingga aku tak pernah lelah.
Aku tahu, kini itu hanya kenangan...
Tapi, di kala saat kau muncul tiba-tiba di dalam hidup ku, untuk pertama kalinya aku sadar... Jika ada seseorang yang begitu istimewa akan muncul dalam hidupku.
*Kelas 12-A
Ku dengar suara berisik juga tawa teman-teman ku di kala jam kosong ini, dengan wajah kesal akupun melangkah masuk kelas lalu ke menulis di papan tulis, "Hei, ada tugas dari Ibu Anna, nih tugasnya, kumpul hari ini." Seruku.
Semua teman-teman mengiyakan ucapanku, sebagian mengeluh, "Ya, tugas lagi donk."
Aku hanya memberi tatapan dingin, lalau duduk di kursi ku, kursi paling depan dan berhadapan langsung dengan meja guru, "Tugas matematika halaman 17..." Gumam ku pelan sambil membuka buku cetak dan buku tulis dalam diam.
"Ah, materi ini rupanya, cuma 10 soal, mungkin masih sempat buat baca materi lain." Sahutku dalam hati, lalu mulai menulis kembali soal matematika.
Nampak, ketika aku sedang menulis, layar handphone ku bercahaya, sepertinya aku lupa menaruh handphone ku ke dalam tas.
Aku pun mengambil handphone ku, hendak menyimpannya, tapi ku lihat sepertinya ada yang mengirim pesan-
Baru saja hendak membuka layar handphone ku yang begitu gelap, ku rasakan nafas ringan di belakang leherku.
Sontak aku langsung melihat kearah belakang dengan wajah kaget, "Apa-apaan kau!" Seruku cepat.
Aku tahu saat ini situasi kelas sangat kacau, bahkan tak akan ada yang sadar jika aku baru saja berteriak.
Anak bajing*n, apa lagi yang akan menganggu ku sekarang-
Kedua mataku membulat sempurna, ku lihat seorang pria yang tinggi tak jauh Adi ku, rambut sedikit pendek dengan kulit putih, mata hitam berdiri di dekat wajah ku, tak bereaksi dengan teriakan ku tadi.
Hagh, bukankah anak ini yang duduk di belakang sih bocah yang sering minta jawaban ke aku yah?
Kami bertukar pandang hampir beberapa saat, "Kau main handphone?" Tanyanya mendadak.
"Ha, maksud?" Tanyaku, perlahan-lahan memasang wajah kesal.
Dia mau apa lagi dah?
"...ah, ternyata kamu bisa main juga yah? Ku pikir, kau perempuan yang sangat serius." Tanyanya lagi sambil memberi senyum kecil padaku.
Aku menatap kesal, "memangnya kenapa?"
"Ya, gak ada apa-apa, kamu lagi lihat apa?" Tanyanya.
Aku menatap sekeliling, ini serius gak ada yang sadar aku dan anak ini lagi ngobrol berdua?
Maksud ku, anak ini... Dia anak paling terkesan di kelas ku, berbeda dengan ku yang di kenal sebagai sih pemegang rangking dan kesayangan guru, anak ini di kenal karena sosoknya yang muda bersosialisasi dan... Tampan?
Hampir semua orang di sekolah bilang dia tampan, tapi jujur dia bukan tipe ku.
Aku tak suka pria yang jaub lebih pendek dariku, aku tahu tinggi ku memang di atas rata-rata untuk seorang perempuan.
"Gak lihat apa-apa, cuma lihat ada pemberitahuan gak." Ketus ku dingin lalu kembali menatap buku matematika ku.
Tunggi, benar juga, nama anak ini siapa yah?
Dev, Lev...?
"Jev, buruan sini, gua dapat karakter game baru, bro!"
Ah, ya, benar... Namanya Jevris, baru ingat.
Jevris masih berdiam diri di dekat ku, menoleh kebelakang sejenak, 'ya, temannya sedang nyariin dia sih. Bagus lah, kalau dia bakal pergi."
Aku kembali fokus dengan tugasku, tapi sebelum Jevri pergi, nampak ia hendak mengatakan sesuatu tapi karena aku tidak menatapnya, ia justru melewati meja ku dan melangkah ke arah belakang sembari memukul meja ku sejenak, tapi suara pukulannya masih terdengar.
Aku memasang wajah kaget, lalu menatap kearah atas dengan marah, yang ku lihat saat itu hanya lah senyum puas dari wajahnya.
"hei, kau-"
Ia tertawa kecil.
Lalu, iapun bergegas pergi ke mejanya dan mulai menyapa teman bangkunya.
Apa-apaan anak ini, kenapa ia melakukan itu? Benak ku kesal dalam hati.
*Bersambung...