"Oppa ..." Hana terkejut melihat dua sayap hitam lebar di punggung Tae Hyung, kekasihnya.
🌼🌼🌼
Hana menuju ke apartemen kekasihnya. Ia akan memberi surprise. Ia membawa cake untuk hari jadi mereka yang pertama.
Hana memencet password apartemen. Ia masuk ke dalam apartemen. Tapi ia melihat ...
"Oppa ..." Hana terkejut melihat dua sayap hitam lebar di punggung Tae Hyung, kekasihnya.
"Ini ... Ini ..." Tae Hyung bingung harus menjawab apa.
"Aku bukan manusia"
"Aku malaikat"
"Sayapku muncul saat malam hari" Tae Hyung mengatakan yang sejujurnya. Entah apa yang akan terjadi nantinya. Apakah Hana akan meminta putus atau tetap menjadi kekasihnya.
Hana pingsan.
"Hana ... Hana ..." Tae Hyung menepuk-nepuk pipi Hana. Berharap Hana akan bangun. Tapi Hana masih pingsan.
Tae Hyung menggendong Hana ala bridal style dan menaruhnya di ranjang. Ia berada di samping Hana. Menjaganya.
Hana terbangun.
Di mana ini?
Ini kamar Tae oppa.
Bagaimana aku bisa tidur di sini?
Hana mengingat-ingat lagi.
"Oppa ..."
"Tadi aku bermimpi"
"Aku melihat oppa bersayap hitam"
"Kau tidak bermimpi"
Tae Hyung menunjukan sayap hitam besarnya ke Hana.
Semoga Hana tidak pingsan.
"Oppa ini benar-benar asli?" tanya Hana sambil memegang sayap hitam Tae Tae.
"Asli"
Hana mencabut satu helai sayap Tae Tae.
"Ouch ..." Tae Tae sedikit kesakitan.
Jadi ...
Jadi ...
Tae oppa benar-benar malaikat?
Pantas saja selama ini kami selalu berkencan saat siang hari.
Pantas saja saat kuajak nonton midnight di bioskop, oppa selalu menolak.
Hana dan Tae Tae saling berpandangan.
"Kenapa nggak pernah bilang?" Hana ngambek. Tae Tae telah membohonginya selama ini.
Sudah satu tahun. Satu tahun mereka berpacaran.
"Aku takut"
"Aku takut bila kau tahu aku bukan manusia"
"Aku takut bila kau tahu aku malaikat"
"Kau akan meninggalkanku"
"Aku terlalu mencintaimu"
"Sangat mencintaimu"
"Aku tak mau kehilanganmu"
"Kenapa harus takut?"
"Aku akan tetap bersama oppa"
"Karena aku juga sangat mencintai oppa"
"Apapun keadaan oppa, aku akan menerimanya"
Tae Tae mencium Hana.
"Oppa ..."
"Apa kau bisa terbang?" tanya Hana penasaran.
"Bisa"
"Oppa ... Bawa aku terbang" pinta Hana dengan puppy eyesnya.
"Baiklah ..."
Tae Tae menggendong Hana ala bridal style dan membawanya terbang dengan sayap hitam lebarnya.
Hana bisa melihat gedung-gedung dan jalan raya dengan lampu gemerlap di bawahnya.
"Oppa ... Bawa aku lebih tinggi lagi" pinta Hana. Ia sudah terkagum-kagum dengan pemandangan kota.
"Aku tidak bisa membawamu terbang lebih tinggi lagi"
"Berat"