Senin, 12 April 2021
Ini pertama kalinya aku mengalami jatuh cinta pada lawan jenis. Ah, sepertinya Tuhan masih memberiku kesempatan untuk merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta. Sekarang, aku akan berjuang untuk mendapatkan dia dan hidup bersama dengannya. Apa aku bisa melakukan itu? Ah, tentu saja. Ini pertama kalinya bagiku.
Armada Fahreza, bahkan nama pemuda itu selalu ada dalam pikiran dan hatiku. Setiap kali sosok itu muncul, aku tersenyum memandangnya dari kejauhan. Tubuh jangkungnya begitu sempurna di mataku, serta jangan lupakan hidung mancung, rahang tegas dan bahu yang gagah membuatku makin mencintainya. Sayang, ciptaan Tuhan yang indah itu hanya bisa kupandangi dari kejauhan saja. Aku masih belum berani untuk mendekatinya dan menyampaikan perasaannya padaku karena dia begitu di kenal oleh kalangan wanita.
Rabu, 5 Mei 2021
Akhirnya, aku hari ini bisa mendekatinya dan mengajaknya mengobrol. Awalnya, aku ragu untuk mengajaknya mengobrol santai, karena ada seorang gadis yang ada di sampingnya, dan gadis itu terlihat dekat dengannya. Setelah meyakinkan diriku sendiri, aku mendekatinya dan mengajaknya mengobrol. Kami perlahan berkenalan dan sesekali bercanda ringan. Sejak saat itu, kami menjadi lebih dekat.
Sabtu, 13 Mei 2021
Sejak saat itu kami menjadi semakin dekat setiap harinya. Gadis yang hari itu selalu menempel bersamanya pun tidak terlihat masalah dengan hubungan kami yang semakin dekat. Aku kembali merasakan desiran ketika dirinya yang kucintai bisa bersama setiap waktu. Bahkan, dia pasang badan ketika aku dalam bahaya. Cintaku kepadanya semakin tubuh setiap detiknya. Aku semakin mendekatkan diri kepadanya agar dia tahu bahwa aku mencintainya lebih daripada apapun. Bahagia memang sangat sederhana bagiku. Aku hanya berada di sampingnya saja, sudah membuat hatiku berbunga-bunga.
Kamis, 25 September 2022
Sudah genap satu tahun lima bulan kami dekat bagai saudara. Dan, perasaan itu pun semakin tumbuh setiap harinya. Dirinya juga tidak masalah saat aku menjadikannya pacar pura-pura. Dia juga bahkan mengenalkanku kepada teman dan sahabat dekatnya, orang tuanya dan kerabatnya. Oh, apa ini pertanda jika dia mulai memandangku sebagai seorang gadis? Ah, aku sangat bahagia. Tidak lupa, aku juga mengenalkannya pada keluargaku. Dan, dia menerima itu dengan tangan terbuka. Dia tidak masalah mengenal lebih dalam tentangku.
Selasa, 23 Oktober 2022
Sepertinya, aku adalah gadis yang paling bahagia di dunia ini. Bagaimana tidak? Dia akan mengenalkanku pada seseorang yang penting baginya. Apa dia akan mengenalkan sahabat perempuannya? Atau sepupu kesayangannya? Oh, aku tidak sabar untuk menemuinya.
Aku takjub ketika melihat parasnya yang cantik. Dia sangat manis bila tersenyum. Bahkan, Armada sampai ikut tersenyum ketika gadis itu tersenyum. Aku tidak mau berpikir macam-macam dengan hubungan mereka. Pasti hubungan mereka tidak seperti yang kupikirkan, bukan?
Jum’at, 7 November 2022
Setelah kejadian malam itu, aku makin berusaha mendekatkan diri padanya. Namun, entah kenapa sikapnya berubah, yang awalnya hangat menjadi dingin. Perubahan sikapnya kepadaku itu membuatku semakin yakin bahwa dia sedang menghindariku. Karena sakit hati, aku tidak berhubungan lagi dengannya.
Minggu, 11 Desember 2022
Sudah satu bulan empat hari kami tidak berkirim kabar atau bertemu. Sepertinya dia juga mempunyai kesibukan sendiri. Aku tidak terlalu peduli sekarang. Tapi, hatiku masih berharap bahwa dia mencariku dan menanyakan kabar. Kenyataannya, dia sama sekali tidak sekali pun mencariku.
Kehidupanku berjalan normal seperti biasa ketika kulihat seorang pemuda dan seorang gadis tengah berdiri berhadapan di depan rumah seseorang yang kukenal. Aku berjalan mendekat perlahan ke arah mereka dan begitu terkejut mengetahui bahwa pemuda itu adalah Armada, pemuda yang selama ini kucintai.
Dia terlihat mengeluarkan kotak kecil berwarna merah dan sebuket bunga mawar. Gadis itu berteriak kegirangan dan menerima hadiah itu. Gadis itu memeluk Armada dengan kebahagiaan yang memuncak dan mencium pipi Armada lembut. Aku yang menyaksikan adegan itu hanya bisa mematung di tempat. Ingin rasanya aku berteriak dan membuang buket serta kotak merah itu. Tapi, aku terlalu kecewa dengannya. Air mataku menggenang di pelupuk mata dan jatuh satu per satu di kedua pipiku. Aku terisak pelan dan merasakan sesak di dadaku.
Aku berlari meninggalkan mereka. Dadaku sesak karena menahan sakit dan kekecewaan yang besar padanya. Aku berlari tidak tentu arah dan sampai di danau yang tenang. Di sana aku berteriak sekencang-kencangnya, meluapkan seluruh rasa sakitku. Aku jatuh terduduk dengan tangan meremas dada. Sungguh, sakit dada ini. Rasanya ingin meledak saking sakitnya.
Tuhan, sungguh aku mencintainya dengan tulus tanpa memandang harta atau pun lainnya. Aku hanya ingin dia tahu perasaanku saat ini, tapi dia sedang bersama gadis lain yang membuatku mau tidak mau harus mundur. Apa pantas jika aku masih mengharapkan cinta darinya? Sudah cukup dia tersenyum untukku walaupun senyuman lebarnya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk gadis itu. Kalau takdir tidak mau kami bersatu, aku bisa apa? Mungkin, dia bukan yang terbaik untukku dan Tuhan sudah menyiapkan pemuda yang jauh lebih baik untukku. Aku bahkan belum sempat menyatakan perasaanku padanya.
Aku tersenyum menyadari hal itu. Ah, apa yang di rencanakan Tuhan saat ini? Aku hanyalah manusia yang bisa berencana, tetapi tidak bisa berkehendak. Hanya Tuhan yang bisa menentukan mana yang terbaik untuk kita, mana yang buruk untuk kita. Aku akan merelakanmu untuk gadis lain, Armada. Karena aku percaya bahwa rencana Tuhan tidak lah salah. Tuhan memberikan sakit hati ini untuk menunjukkan bahwa kau bukanlah yang terbaik menurut-Nya. Terima kasih karena telah mewarnai hidupku selama ini. I Love You, Armada Fahreza. Aku selalu mencintaimu.