1
Nama gue Suryo, gue lahir di sebuah desa kecil di Jawa Tengah. Gue terlahir dari keluarga yang sederhana, tapi gue bersyukur banget karena gue punya keluarga yang sangat menyayangi gue.
Gue punya satu adik perempuan bernama Ayu. Ayu lebih tua satu tahun dari gue. Kami berdua sangat dekat, dan kami selalu bersama-sama.
Gue dan Ayu sering kali pergi ke pasar bersama-sama. Kami suka berbelanja kebutuhan sehari-hari, dan kami juga suka jajan.
Suatu hari, kami sedang berjalan-jalan di pasar. Tiba-tiba, kami melihat sebuah gerobak yang menjual mendoan. Mendoan adalah salah satu makanan favorit gue, dan gue langsung tertarik untuk membelinya.
Kami menghampiri gerobak itu, dan kami memesan dua potong mendoan. Mendoan yang kami beli itu sangat enak. Mendoannya garing di luar dan lembut di dalam.
Saat kami sedang menikmati mendoan, tiba-tiba, ada seorang gadis cantik yang menghampiri gerobak itu. Gadis itu memesan dua potong mendoan juga.
Gadis itu sangat cantik. Dia memiliki rambut panjang yang hitam, mata yang besar, dan senyum yang manis.
Gue langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Gue tidak bisa mengalihkan mataku darinya.
Gadis itu membayar mendoannya, dan dia berjalan pergi. Gue langsung menyesal karena tidak sempat berkenalan dengannya.
2
Sejak hari itu, gue tidak bisa melupakan gadis cantik itu. Gue selalu memikirkannya, dan gue selalu berharap bisa bertemu dengannya lagi.
Keesokan harinya, gue kembali ke pasar berharap bisa bertemu lagi dengan gadis itu. Tapi, gue tidak melihatnya di mana pun.
Gue terus mencarinya setiap hari, tapi gue tidak pernah bertemu dengannya lagi.
Gue mulai putus asa. Gue pikir, mungkin gue tidak akan pernah bisa bertemu lagi dengan gadis itu.
3
Suatu hari, gue dan Ayu sedang berjalan-jalan di kebun belakang rumah kami. Tiba-tiba, kami melihat seorang gadis yang sedang duduk di bawah pohon.
Gue langsung mengenali gadis itu. Dia adalah gadis cantik yang pernah gue lihat di pasar.
Gue sangat senang. Akhirnya, gue bisa bertemu dengannya lagi.
Gue langsung menghampirinya, dan kami berkenalan.
Gadis itu bernama Gita. Dia adalah tetangga baru kami.
Gita adalah gadis yang baik hati dan ramah. Kami langsung akrab, dan kami sering menghabiskan waktu bersama-sama.
Gue semakin jatuh cinta pada Gita. Gue ingin menjadikannya pacarku.
4
Gue mulai memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku kepada Gita.
Suatu hari, gue mengajaknya jalan-jalan di taman. Di sana, gue mengungkapkan perasaanku kepadanya.
Gita sangat terkejut. Dia tidak menyangka bahwa gue menyukainya.
Gita mengatakan bahwa dia juga menyukaiku. Dia juga mengungkapkan perasaannya kepadaku.
Kami berdua sangat bahagia. Kami akhirnya menjadi sepasang kekasih.
5
Gue dan Gita menjalin hubungan selama satu tahun. Hubungan kami sangat harmonis, dan kami saling mencintai.
Pada suatu hari, gue memutuskan untuk melamar Gita. Gue ingin menjadikannya istriku.
Gita sangat bahagia. Dia menerima lamaranku.
Kami menikah setahun kemudian. Pernikahan kami sangat sederhana, tapi sangat bahagia.
6
Setelah menikah, gue dan Gita hidup bahagia bersama-sama. Kami memiliki dua orang anak yang sangat lucu.
Gue tidak pernah lupa kisah cinta pertamaku dengan Gita. Kami bertemu karena mendoan, dan kami akhirnya menikah karena cinta.