Ketika kita jatuh cinta, kita merasa seperti orang gila. rasa itu muncul ketika kita menyukai lawan jenis, ini adalah kisahku dan namaku adalah rini.Itu semua bermula sejak kelas 10.
Aku mempuyai seorang sahabat laki-laki bernama kim,kami sudah berteman lama sejak 3 tahun di bangku SMP hingga sekarang,dia orangnya tampan, pintar,yang paling aku suka kim orangnya perhatian.
Awal-awal masuk SMA pertemanan kami biasa saja masih sama waktu SMP. Kala itu dia bercerita bahwa dia menyukai kakak kelas,entah kenapa mendengar itu lidahku kaku dan tidak bisa mengeluarkan kata sedikitpun.
Aku merasakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya raut wajahku lansung berubah menjadi sedih apalagi hati seketika hancur berkeping-keping. Aku tidak tahu kenapa perasan sedih itu tiba-tiba muncul begitu saja.
Apakah ini pertanda bahwa aku sedang jatuh cinta? Ahh ayolah ini tidak mungkin kan? (gumanku dalam hati).Akupun segera melupakan kejadian itu.
Hari senin dengan suasana cerah di pagi hari rutinitas sebagai pelajar adalah pergi ke sekolah, aku sengaja berangkat lebih awal pagi ini karena aku lupa mengerjakan tugas matematika.
Setibanya di sekolah aku melihat tak ada seorang pun disana,aku pun segera berlari menuju ruang kelas.
Aku membuka pintu dengan buru-buru, mengambil buku dari dalam tas kemudian lansung mengerjakan tugas. Aku kaget ketika sahabatku membelai halus rambutku akupun menatap kearahnya "aduh bagaimana inii? , gumanku dalam hati".
Bahkan hal yang sering dilakukan sebelumya membuat jantungku berdebar kencang.
"Hay ri, mengapa kamu sangat terburu buru bahkan tidak melihat aku?"(gumannya).
Hay juga ki, maaf ya aku terburu buru jadi tidak sempat melihat kamu, aku pikir aku orang pertama yang dateng hehehe.(jawabku)
Emangnya ada apa sih? (Guman kim).
Aku lupa kalau hari ini ada tugas matematika ki.
Makanya jangan kebanyakan main melulu, nih salin punya aku aja(sambil memberikan buku?).
Saking senangnya aku tidak sengaja menarik tangan kim, sehingga kami saling bertatap tatapan.
Kim memukul halus dahiku(nanti suka loh guman kim).
Idih,aku?suka sama kamu?ya Nggak mungkin lah (balasku).Akupun segera menyelesaikan tugasku ya walaupun contekan dari kim.Satu persatu temanku berdatangan,jam tanda pelajaran pun dimulai,seperti biasa jam istirahat aku dan kim pergi ke kantin.
Tiba tiba saja kim menggandeng tanganku, aduhhh eror lagi nih jantung(gumanku).
Hari ini kamu yang teraktir aku ya kim, ihhh nggak mau lah enak aja loe(ujar kim).
Ya sudah aku nggak usah ikut deh.
Jangan begitu dong yaudah aku traktir deh(bujuk kim).
Sesampainya di kantin baru saja mulai makan ehh tiba tiba kim berbisik, "ri itu kakak kelas yang aku ceritain ke kamu namanya cintia,cantik kan orangnya?"(ujar kim sambil tersenyum).
Aku pun melihat kearah kakak kelas yang dimaksud kim. Hatiku diliputi rasa cemburu yang sanggat besar.
Ri ,ri ri, woey orang kalau nanya ya di jawab( guman kim sembari memukul meja).
Iyaa cantik kok, cantik banget(balasku sambil menahan cemburu). Kami pun segera menghabiskan makanan, kemudian kembali ke kelas.
Jam pelajaran pun berakhir dan saatnya pulang.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun demi tahun pun berganti . Perasaan aku ke kim semakin menjadi jadi. Namun aku hanya bisa mencintai kim dalam diamku, karena aku takut persahabatan kami hancur,apalagi hubungan kim dan cintia si kakak kelas semakin akrab. Aku mendengar kabar bahwa kim dan kak cintia sudah pacaran mulai dari saat itu persahabatan aku dan kim terlupakan, aku tidak lagi sedekat itu dengan kim bahkan ketika aku mengajak untuk ngobrol dia tidak punya waktu.
Satu tahun pun berlalu begitu saja tanpa ada momen bahagia antara aku dan kim,dan tidak terasa aku sudah kelas 12.Sepulang sekolah tiba tiba saja kim memanggilku. Ada apa kim tanyaku bingung? Selamat ulang tahun ya, kim lansung memelukku.Terimaksih ya kim, aku pikir kamu melupakannya.
Ya nggak mungkin lah masa ulang tahun sahabat aku sendiri lupa sih ,gila kamu ya? ,(Jawab kim).
Yaaa kamu kan sibuk sama pacar kamu (jawabku).
Emangnya kamu cemburu ya (ejek kim).
Iya aku cemburu jawabku dalam hati).
Makanya cari pacar dong,oh iya ri maaf ya aku nggak bisa hadir di acara ulang tahun kamu hari ini,soalnya aku ada janjian sama cintia.seketika kebahagiaan itu lenyap begitu saja...
Hari ini hari terakhir aku duduk di bangku SMA, hari ini kami merayakan perpisahan. Aku pun datang menghampiri kim."selamat ya kim sudah lulus oi iya kabar kak cintia bagaimana?(Tanyaku?). Ohh terimakasih ya ri,selamat juga buat kamu ya .Cintia baik kok (jawabnya sembari berlalu dari hadapanku).
pada saat itu juga persahabatan kami bubar.
Akupun mulai berusaha melupakan kim dan berjanji pada diriku sendiri untuk tidak menceritakan bagaimana perasaanku yang sebenarnya.
Melupakan orang yang kita cintai memang sulit namun takdir berkata lain, mau tak mau aku harus move on.
Singkat cerita 5 tahun pun berlalu Sampai saat ini aku tidak lagi mendengar kabar dari kim,kini aku sudah lulus kuliah dan menjalin hubungan dengan seorang lelaki yang sangat mencintaiku. Aku berharap hubunganku dengannya dapat berakhir dengan bahagia.
Cerper karya: yustina sriyani Muliawati
Tidak selamanya yang kita cintai berhak kita miliki, namun mereka harus dimiliki dan mencintai.