Waktu itu aku sedang ada acara pramuka di sekolah, nah acara waktu itu nginep di sekolah begitu, waktu itu malam jumat. Aku ini orangnya penakut pokoknya apa-apa gak berani sendirian terutama kalo malem, tapi karena ini acara pramuka sekolah jadinya aku terpaksa buat ikut. Aku punya teman yang biasanya selalu bareng kalo ngapa-ngapain.
Aku datang jam 4 ke sekolah walau acaranya baru mulai setelah maghrib tapi aku ingin main dulu sebelum malam, aku bermain bareng teman kelasku, sampai akhirnya maghrib dan acara sebentar lagi akan di mulai. Aku dan teman ku duduk bersebelahan ketika acara di mulai, acara pertama awalnya berjalan membosankan namun karena bosan ada anak yang malah tidur dan tidak memperhatikan, alhasil dia di omelin sama guru pramuka dan di hukum.
Acara pertama berjalan lancar, kemudian lanjut ke acara kedua di jam 8, kami disuruh untuk istirahat dulu dan makan bekal yang kami bawa dari rumah. Aku dan temanku makan bekal bersama di tangga sekolah, tapi anehnya aku mendengar ada suara langkah dari atas tangga yang seperti jalan menuruni tangga. Awalnya sih biasa saja namun lama kelamaan semakin aneh karena suara langkah itu terdengar seperti turun naik dan tidak kelihatan orangnya. Aku dan temanku akhirnya pindah tempat makan karena kami berdua takut.
Kami pindah ke tempat yang lumayan ramai murid, tak lama kemudian acara kedua dimulai, kami pun mengikuti acara kedua ini, ternyata acaranya adalah belajar membuat tenda dan menurutku itu hal yang seru. Acara itu selesai cuku lama sampai sekitar setengah 11 malam, acara kedua selesai dan kami pun di suruh tidur oleh pelatih pramuka dan para guru kami.
Tapi ketika kami sedang tidur, di jam 1 kami di bangunkan untuk acara ketiga, padahal waktu itu aku ngantuk banget, tapi mau bagaimana lagi jadinya aku pun mengikuti arahan guruku untuk pergi ke lapangan. Sesampainya aku di lapangan, murid murid di kumpulkan berkelompok sesuai kelasnya dan di bagi dua, untung saja aku sekelompok dengan teman akrabku waktu itu. Aku gak tahu waktu itu di suruh ngapain tapi kata temanku, kami di suruh untuk jalan keliling kelas buat nyari benda yang di suruh.
Pas tahu di suruh gitu aku gak mau karena takut, sekolah waktu itu kalau malem gelap banget lampunya gak di nyalain, tapi walaupun gak mau juga tetap saja karena di suruhnya buat kaya begitu jadinya aku terpaksa. Kelompok kami kebagian giliran 3 setelah kelompok lain, tapi pas ngeliat kelompok pertama pas pulang ada yang nangis aku malah jadi tambah takut, kelompok 2 pun gitu pas balik ada juga yang nangis.
Akhirnya giliran kami pun tiba dan kami di suruh untuk mencari sebuah kain berwarna hitam di setiap kelas. Kami pun jalan mencari ke setiap kelas tapi sudah di cari 5 kelas tetap gak ketemu, akhirnya ada yang nyaranin buat berpencar nyarinya karena biar cepet ketemu, sudah jelas aku nolak dan gak mau karena takut. Tapi yang lain malah setuju buat berpencar, jadinya aku berdua doang sama temanku yang cari bareng.
Kami kebagian nyari di lantai 3 gedung b itu gedung lumayan besar tiap lantainya saja ada 8 kelas, kami pun berjalan ke gedung b tapi ketika baru mau naik tangga, kami mendengar kembali suara langkah kaki yang kami dengar sebelumnya tapi ini di gedung yang berbeda. Aku sempat bilang ke temanku untuk balik lagi, tapi dia nolak dan maksa aku buat ikut nemenin dia ke atas. Kami pun mulai menaiki tangga perlahan hingga akhirnya sampai ke lantai tiga tanpa terjadi apa apa.
Tapi anehnya sepanjang jalan kami menaiki tangga suara jalan itu terus terusan ada di dekat kami, akhirnya kami mencari mulai dari kelas yang dekat dengan tangga terlebih dahulu, kami mencari secara menyeluruh sampai ke kolong meja satu persatu. Di kelas pertama kami tidak menemukan apa apa dan lanjut ke kelas sebelahnya, ketika kami sedang mencari tiba tiba temanku ini kebelet buang air kecil, dia bilang mau ke toilet sebentar tapi langsung lari ninggalin aku, aku juga ikut lari ngikutin dia sampai ke toilet di lantai 3, aku nungguin dia di toilet cukup lama, akhirnya karena sudah terlalu lama aku pun teriak memanggil dia tapi anehnya tidak ada jawaban dari arah dalam toilet, aku mencoba memanggilnya kembali namun tetap saja tidak ada jawaban.
Aku mulai curiga dan akhirnya mencoba buat mengetuk pintu dan memanggilnya lagi, tapi ketika aku mengetuk, dari dalam terdengar suara ketukan kembali seperti menjawab ketukanku. Awalnya aku berpikir positif itu temanku tapi setelah beberapa detik aku mulai berpikiran negatif dan akhirnya memutuskan untuk membuka pintu, dan benar saja temanku tidak ada di dalam toilet. Aku lari teriak sekencang kencangnya menuju tangga dan aku menabrak sesuatu dan terjatuh, ternyata aku menabrak temanku yang juga sedang lari ke arahku mendengarku teriak, aku marah ke temanku karena meninggalkanku sendirian, tapi kata dia malahan aku yang ninggalin dia di kelas sendirian dan lari, temanku tak sempat mengejar karena dia ada di pojok kelas dan dia gak tahu aku lari kemana.
Dia menenangkanku, tak lama kemudian temanku mengajakku untuk lanjut mencari di kelas terakhir yang paling pojok, ternyata selama aku di toilet temanku ini mencari sendirian ke setiap kelas. Akhirnya karena aku merasa gak enak sudah bikin dia cari ke setiap kelas sendirian, aku pun setuju dan lanjut mencari ke kelas yang terakhir.
Ketika kami masuk kami melihat kelasnya berantakan, meja dan bangku tidak tersusun rapih, kami mulai mencari kain itu secara perlahan namun tiba tiba temanku jalan ke arah meja guru sendiri ketika aku sedang mengecek kolong kolong meja, melihat itu aku memanggil dia, tapi dia hanya diam dan menatap kosong ke arah papan tulis. Aku langsung berpikiran negatif kalau temanku ini mungkin saja kesurupan, waktu itu diam dan tak bisa berbuat apa apa, tiba tiba ada tulisan di papan tulis “kamu mau temenin aku ga? Hehe” temanku melihat ke arah ku dan tersenyum. Aku pun langsung lari meninggalkan kelas sambil teriak sekencang kencangnya, aku lari sampai ke gedung a dan bertemu dengan teman kelas dan guruku.
Mereka bertanya dari mana aja aku, aku hanya nangis dan gak bisa menjawab, aku diberi minum dan sudah lumayan tenang, aku pun menceritakan kejadian nya dan menyuruh guruku cepat cepat ke gedung b untuk membawa temanku pulang, namun aku terkejut seketika di beri tahu bahwa ternyata temanku itu sedang izin sakit dan tidak masuk sekolah hari itu.