Tidak ada yang tidak baik dari suatu perpisahan. Tuhan pasti menitipkan makna yang belum kita sadari maksud dibalik semua itu . Sama seperti kisahku dengannya , yang harus pisah tanpa adanya ikatan. Sudah hampir 4 tahun aku mengaguminya .
Pada akhirnya, semua telah kulakukan selama ini , bagimu hanya sebuah nyanyian tanpa suara sebuah intonasi tanpa nada , atau bahkan sebuah pengharapan yang olehku terlampaui tinggi kamu mengakui aku memang ada tapi hanya Sekadarnya saja .
Mungkin , tuhan menyelamatkan satu diantara kami berdua , dari orang yang tidak baik . Diantara kami dulu kami saling melengkapi satu sama lain . Bagaimana mentari yang menuntun untuk berjalan, seperti hujan yang membasuh semua perih .
" Seperti kisah kita harus berakhir sampai di sini " Ujarnya malam itu .
Aku terdiam sambil memandang bulan , mengingatkan ketika masih bisa tertawa bersamanya . Senyumnya , tingkah lakunya , aku rindu padanya . Tapi sekarang dia memilih untuk mengakhiri semuanya.
" Mungkin saja sudah cukup baik, tapi belum cukup baik dalam beberapa hal untukmu , " gumanku dalam hati .
Beberapa bulan berlalu , aku sudah bisa membiasakan hal yang aku paksaan, tidak bersamamu. Ternyata ucapanku dulu hanya omong kosong belajar . " Aku tidak bisa tanpamu ."
Nyatanya , tanpamu aku baik-baik saja sekarang. Jadi , salah satu hal yang selalu aku ingat hingga hari ini adalah, ketika patah hati berdamailah dengan diri sendiri terlebih dahulu.
Kedepannya, kalau udah ga sama dia , aku bisa Nemu lagi , ngaa ya ? Manusia sebaik dia , genggam tangannya sehangat dia , yang suara tawanya menjadi nada paling candu , yang dialognya selalu mengundang canda .
Aku selalu rindu ingin menyampaikan ini kepadamu . Andai ada satu mesin waktu maka akan kusisakan satu waktu buat memutar kembali hari itu . Aku selalu ingin tau bahwa beberapa tahun terakhir ini aku banyak kalah dan jatuhnya . Aku tau , hubungan bukan hanya soal angka, soal dua tahun atau tiga tahun , tapi memang sebuah percaya dan kepastian yang menjadi komposisi untuk bertahan lebih lama kan ?
" Gimana kabar anak itu ?" Tanya sahabatku .
" Udah jangan bahas dia lagi !" Jawabku.
Aku yang sudah mulai move on darinya , tertekun lagi sahabatku mulai tanya tentang dia . Kau meninggalkan aku saat jatuhku betul-betul susah berdiri . Banyak ketidakadilan yang kudapatkan. Ucap-ucap rindu yang pernah terjadi sempat membuat ku sembuh walau pada akhirnya kau memilih abai .
Aku berusaha tumbuh setiap harinya . Kukalahkan segala hal yang membuatku tak baik-baik. Sulit sekali rasanya ketika semesta mengalahkan usahaku untuk memperjuangkanmu. Aku dibunuh debar-debar bersalah. Apa yang membuatku pergi tanpa alasan? Apa yang membuatmu enggan menjelaskan kesalahpahaman kita ? Aku maga penasaran hari itu .caramu memblokir media sosialku semakin semakin membuatku tak paham, apa kau disana kau pernah curang ?
Aku sama sekali tak pernah menuduh jawab soal itu . Yang kutahu Sekang sebulan kau pamer tentang Puspa baru di media sosialmu . Hari ini kau membuka blokiranmu dan meminta pertemanan padaku. Sebagai orang yang mau membuktikan bahwa memang aku selalu baik-baik saja , kuterima permintaan itu . Entahlah waktu membuatku semakin kuat . Sayapku ditempat semakin sempurna . Yang bukan milikku sekuat aku memaksa, dia tidak bisa menjadi tempatku pulang .
Sekarang aku hanya bisa memeluk erat semua kenangan pahit itu karena aku yakin, menerima jauh lebih indah daripada melupakan. Menang berat sekali yang kurasa, tak ada kata - kata tangbiaa kuutarakan , selain kata-kata terima kasih .
Terima kasih karena dirimu pernah hadir dalam hidup ini . Terima kasih karena kehadiranmu mengajarkanku untuk terus melangkah tanpa melihat kebelakang . Terima kasih atas dirimu telah mengukir kisah dalam sanubariku . Membuat sebuah lukisan makna yang selalu terpajang dalam dinding yang kosong ini .
Untukmu boy Lis . Telah kutitip rindu ini pada langit dan udara . Berharap semesta kan menyapa . Mengalami dirimu yang tak bisa jumpa . I love you lis .