Perkenalkan namaku adalah Alexia Vanesa Arabella. Aku pindah ke Jepang ketika lulus SMP. Lalu aku sekolah SMA disana, nama sekolah ku SHEIDA HIGH SCHOOL. Tahun ajaran pun dimulai, ini hari pertamaku masuk SMA, ketika dikelas semua murid memperkenalkan dirinya termasuk aku.
"Hello perkenalkan namaku Alexia Vanesa Arabella, aku pindahan dari Indonesia, semoga kita bisa berteman dengan baik" Begitu kata ku.
Perkenalan pun sudah selesai, sekarang kelas sudah dimulai. Disaat itu pelajaran Matematika. Aku pun berkenalan dengan teman sebangku ku.
"Permisi, siapa namamu?" Begitu lah kataku.
"N-namaku Akane" Ujar Akane, teman sebangku ku.
"Oh, salam kenal, namaku Alexia" Ucapku.
"Wah namamu bagus" Ujar Akane.
"Terimakasih, semoga kita bisa berteman baik ya" Ucapku.
"Ya" Ujar Akane.
Pelajaran pun selesai, sekarang waktunya makan siang.
"Akane, ayok kita makan siang" Ucapku.
"Ya, baiklah" Ujar Akane.
Kami pun berjalan ke kantin. Ketika diperjalanan, aku tak sengaja menabrak orang.
Aku menabrak laki-laki yang tampan dan terlihat baik.
"M-maaf, aku tidak sengaja" Ucapku.
"Lain kali hati-hati" Ucap pria itu.
"Iya-iya maaf ya" Ucapku.
Pria itu pun langsung pergi. Aku masih memikirkan wajahnya, dan suaranya. Ketika aku sudah selesai makan siang dan kembali ke kelas, ternyata pria itu adalah teman sekelasku. Aku pun menyapanya
"Emm, hello, maaf ya yang tadi. Oh ya namamu siapa?" Ucapku
"Namaku Eito" Ucap pria itu.
"Ohh, perkenalkan namaku Alexia, salam kenal" Ucapku.
"Ya" Ucap Eito.
Pelajaran selanjutnya pun dimulai, sepanjang pelajaran aku hanya memperhatikan Eito. Aku berpikir, "apakah aku mencintainya? Ah tidak-tidak." Ucapku dalam hati.
Bel sekolah sudah berbunyi, aku pun menghampiri Eito.
"Eito, apakah kau mau pulang bersamaku?" Ucapku.
"Emm baiklah" Ujar Eito.
Kami pun pulang bersama. Lalu ketika dijalan, aku tak sengaja tersandung dan ditangkap oleh Eito. Kami saling bertatap, dan disitulah rasa cintaku mulai muncul.
"Emm terimakasih" Ucapku
"Ya, tidak masalah, lain kali hati-hati" Ucap Eito.
"Ya, aku akan berhati-hati" Ucapku.
Aku pun sudah sampai di rumahku.
"Emm, sampai jumpa Eito, aku duluan ya" Ucapku.
"Ya" Ucap Eito.
Malam hari pun tiba, aku masih memikirkan kejadian tadi. Entah mengapa aku jadi salah tingkah karena itu. "Kurasa aku menyukai Eito" Ucapku dalam hati.
Pagi hari pun tiba, aku pergi bersekolah. Lalu tak sengaja aku bertemu dengan Eito.
"Hello Eito, mau berangkat sekolah bersama?" Ucapku.
"Ya" Ucap Eito.
Kami pun sudah sampai disekolah. Kami memasuki kelas bersama. Tak lama kelas pun dimulai. Hari ini adalah pertukaran tempat duduk, dan ternyata aku duduk bersama Eito.
"Wah ternyata kita duduk bersama ya" Ucapku.
"Ya" Ucap Eito.
Sejauh ini sikap Eito memang cuek dan dingin, tapi tidak apa-apa aku akan melelehkan nya.
"Pelajaran ini cukup sulit, apakah kau mengerti?" Ucapku.
"Aku lumayan mengerti" Ucap Eito.
Lalu tak lama Eito menarik kursi ku agar lebih dekat dengannya.
"Mendekatlah, aku akan mengajarimu" Ucap Eito.
"Terimakasih Eito" Ucapku.
Pelajaran pun selesai, waktu nya makan siang, aku pun mengajak Eito ke kantin.
"Eito, ayok kita ke kantin, kau mau makan kan?" Ucapku.
"Ya, ayok" Ucap Eito.
Kami pun sudah sampai dikantin.
"Emm kau mau makan apa?" Ucapku.
"Aku ingin onigiri" Ucap Eito.
"Aku juga ingin makan itu saja deh" Ucapku.
Ketika kami sudah selesai makan siang, kami pun pergi ke perpustakaan. Ketika aku ingin mengambil buku di rak atas, aku tidak bisa menggapainya. Lalu Eito membantu ku untuk mengambilkannya.
"Ini buku mu" Ucap Eito
"T-terimakasih" Ucapku.
Disana aku sedikit gugup dan malu. Pelajaran selanjutnya pun dimulai, aku dan Eito menuju kelas bersama.
"Bagaimana cara mengisi ini? Ini sulit" Aku menggerutu.
Eito pun menyodorkan buku catatan nya kepadaku dan menjelaskan materi itu. Aku menatap Eito, dan tak lama Eito pun menatap balik kepadaku.
"Ada apa?" Ucap Eito.
"Ah tidak ada apa-apa" Ucapku.
"Duh, tinta pulpen ku habis" Ucapku.
Eito pun menyodorkan pulpennya kepadaku.
"Ini, pakai saja" Ucap Eito.
"Wah terimakasih" Ucapku.
Bel pulang pun sudah berbunyi.
"Eito, apakah kau mau pulang bersamaku?" Ucapku.
"Ya" Ucap Eito.
"Oh ya, aku ingin meminta nomor telefon mu, untuk jaga-jaga saja" Ucapku.
Eito pun memberikan nomor telefon nya kepadaku. Dan kami pun berjalan pulang ke rumah. Entah mengapa hari itu sangat dingin, aku kedinginan.
Ketika Eito melihat itu, ia langsung membuka jasnya dan memberikan kepadaku.
"Ini pakai saja, kurasa kau kedinginan" Ucap Eito.
"Emm terimakasih" Ucapku.
Begitulah cerita sekolahku setiap harinya... Sampai pada suatu hari, Eito mengajakku untuk bertemu di taman.
"Emm ada apa kau mengajakku kesini?" Ucapku.
"A-aku ingin mengatakan, bahwa aku menyukaimu... " Ucap Eito.
Aku sangat terkejut dengan pernyataan Eito.
"S-sebenarnya... Aku juga menyukaimu..." Ucapku.
"Apakah kau mau menjadi pacarku?" Ucap Eito.
"Y-ya, aku mau" Ucap ku sembari gugup.
"Apakah aku boleh memanggilmu *sayang*?" Ucap Eito.
"Tentu saja boleh" Ucapku.
Begitulah awal kisah cintaku bersama Eito.