Rama adalah seorang anak yatim piatu yang hidup di jalanan. Ia tidak memiliki rumah, keluarga, atau teman. Ia hanya memiliki satu kemampuan yang istimewa, yaitu bisa mencuri mimpi orang lain.
Ia bisa masuk ke dalam mimpi orang lain saat mereka tidur dan mengambil apa yang mereka inginkan di dalam mimpi itu. Ia bisa mendapatkan uang, makanan, pakaian, mainan, atau apapun yang ia butuhkan untuk bertahan hidup.
Ia tidak tahu bagaimana ia bisa memiliki kemampuan ini. Ia hanya tahu bahwa ia harus berhati-hati saat mencuri mimpi orang lain. Jika ia terlalu lama berada di dalam mimpi orang lain, ia bisa terjebak di dalamnya dan tidak bisa kembali ke dunia nyata. Jika ia mengambil terlalu banyak barang dari mimpi orang lain, ia bisa membuat orang itu bangun dengan perasaan kosong dan depresi.
Ia juga harus menghindari mimpi-mimpi buruk yang bisa membahayakan dirinya. Ia pernah masuk ke dalam mimpi seorang tentara yang sedang berperang dan hampir mati tertembak oleh musuh. Ia pernah masuk ke dalam mimpi seorang wanita yang sedang diteror oleh hantu dan hampir mati ketakutan.
Ia selalu mencari mimpi-mimpi yang indah dan menyenangkan untuk dicuri. Ia suka masuk ke dalam mimpi anak-anak yang penuh dengan imajinasi dan kegembiraan. Ia suka masuk ke dalam mimpi orang-orang yang bahagia dan beruntung.
Ia merasa bahwa dengan mencuri mimpi orang lain, ia bisa merasakan sedikit kebahagiaan yang tidak pernah ia dapatkan di dunia nyata. Ia merasa bahwa dengan mencuri mimpi orang lain, ia bisa melarikan diri dari kenyataan yang pahit dan menyedihkan.
Namun, suatu malam, ia bertemu dengan seorang gadis yang mengubah hidupnya.
Gadis itu bernama Luna. Ia adalah seorang anak yatim piatu juga, tapi ia hidup di panti asuhan. Ia tidak memiliki kemampuan istimewa seperti Rama, tapi ia memiliki hati yang baik dan tulus.
Rama melihat Luna sedang tidur di kamar panti asuhan. Ia penasaran dengan mimpi Luna dan memutuskan untuk masuk ke dalamnya.
Ia terkejut melihat bahwa mimpi Luna adalah sebuah dunia fantasi yang indah dan menakjubkan. Di dunia itu, ada peri-peri yang terbang di udara, unicorn-unicorn yang berlari di padang rumput, naga-naga yang menghuni gunung berapi, dan banyak makhluk ajaib lainnya.
Rama merasa seperti masuk ke dalam sebuah dongeng. Ia merasa kagum dan takjub dengan dunia itu. Ia ingin mengambil sesuatu dari dunia itu untuk dibawa pulang.
Ia melihat Luna sedang bermain dengan seekor unicorn putih yang cantik. Unicorn itu tampak sangat sayang pada Luna dan Luna pun tampak sangat bahagia bersamanya.
Rama mendekati mereka dan mencoba untuk mengambil unicorn itu dari Luna. Ia berpikir bahwa unicorn itu pasti sangat berharga dan bisa membuatnya kaya raya jika ia menjualnya di dunia nyata.
Namun, saat ia menyentuh unicorn itu, sesuatu yang aneh terjadi.
Unicorn itu menoleh ke arah Rama dan menatapnya dengan mata marah. Unicorn itu mengangkat kakinya yang tajam dan menendang Rama dengan keras.
Rama terpental jauh dan jatuh ke tanah. Ia merasakan sakit yang luar biasa di dadanya. Ia melihat darah mengucur dari tubuhnya.
Ia sadar bahwa unicorn itu telah melukainya dengan parah. Ia sadar bahwa ia telah membuat kesalahan besar.
Ia melihat Luna yang berlari ke arahnya dengan wajah khawatir. Luna menangis dan memeluk Rama. Luna meminta maaf dan mengatakan bahwa unicorn itu tidak sengaja melukainya. Luna mengatakan bahwa unicorn itu adalah temannya yang setia dan tidak suka dengan orang asing.
Rama merasakan sesuatu yang aneh di hatinya. Ia merasakan sesuatu yang hangat dan lembut. Ia merasakan sesuatu yang ia belum pernah rasakan sebelumnya.
Ia merasakan cinta.
Ia menatap Luna dengan mata sayu. Ia tersenyum dan mengatakan bahwa ia tidak apa-apa. Ia mengatakan bahwa ia minta maaf karena mencoba mencuri unicorn itu. Ia mengatakan bahwa ia kagum dengan dunia mimpi Luna. Ia mengatakan bahwa ia ingin tinggal di dunia itu bersama Luna.
Luna tersenyum dan mengatakan bahwa ia juga ingin tinggal di dunia itu bersama Rama. Luna mengatakan bahwa ia suka Rama. Luna mengatakan bahwa Rama adalah orang pertama yang masuk ke dalam mimpi nya.
Rama merasa bahagia mendengar kata-kata Luna. Ia merasa bahwa ia telah menemukan seseorang yang mengerti dan menerima dirinya apa adanya. Ia merasa bahwa ia telah menemukan seseorang yang bisa membuatnya bahagia.
Ia memeluk Luna erat-erat dan mencium pipinya. Ia mengatakan bahwa ia juga suka Luna. Ia mengatakan bahwa Luna adalah orang pertama yang membuatnya merasakan cinta.
Mereka berdua tertawa dan bercanda di dunia mimpi itu. Mereka berdua lupa dengan dunia nyata yang menyakitkan dan menyedihkan. Mereka berdua bahagia di dunia mimpi itu.
Namun, mereka tidak menyadari bahwa waktu terus berjalan di dunia nyata. Mereka tidak menyadari bahwa mereka telah terlalu lama berada di dunia mimpi itu.
Mereka tidak menyadari bahwa mereka telah terjebak di dunia mimpi itu.