Rudi adalah seorang penulis novel yang sedang mengalami kebuntuan ide. Ia merasa bosan dengan rutinitasnya yang monoton dan ingin mencari inspirasi baru untuk karyanya. Ia memutuskan untuk pergi ke sebuah desa terpencil yang terkenal dengan kisah-kisah mistisnya. Ia berharap bahwa ia bisa menemukan bahan cerita yang menarik dan menyeramkan di sana.
Ia menyewa sebuah rumah kosong di pinggir desa yang sudah lama tidak berpenghuni. Rumah itu terlihat tua dan kumuh, tapi Rudi tidak peduli. Ia justru merasa tertantang untuk tinggal di sana. Ia pikir, mungkin ada sesuatu yang aneh atau misterius di rumah itu yang bisa ia jadikan sebagai plot novelnya.
Ia mulai mengeksplorasi rumah itu dari ruang tamu, ruang makan, dapur, kamar tidur, hingga kamar mandi. Ia tidak menemukan apa-apa yang mencurigakan atau menakutkan. Semua tampak normal dan biasa saja. Ia merasa kecewa dan mulai bosan.
Ia kemudian melihat ada sebuah pintu yang tertutup rapat di ujung koridor. Ia penasaran dan mendekati pintu itu. Ia mencoba membukanya, tapi ternyata terkunci dari dalam. Ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan di balik pintu itu. Ia mencari-cari kunci yang mungkin ada di rumah itu, tapi tidak menemukannya.
Ia akhirnya memutuskan untuk memaksa membuka pintu itu dengan menggunakan sebuah linggis yang ia temukan di gudang. Ia memukul-mukul pintu itu dengan keras hingga akhirnya terbuka. Ia melihat ada sebuah tangga yang menuju ke bawah tanah. Ia merasa ada aura gelap dan dingin yang keluar dari lubang tangga itu.
Ia mengambil senter dari tasnya dan mulai turun ke bawah tanah. Ia tidak tahu apa yang akan ia temukan di sana, tapi ia berani mengambil risiko demi novelnya. Ia berpikir, mungkin ini adalah rahasia besar yang ada di rumah ini.
Ia sampai di dasar tangga dan melihat ada sebuah ruangan besar yang gelap gulita. Ia menyalakan senternya dan menyinari sekeliling ruangan itu. Ia terkejut dan ngeri melihat apa yang ada di sana.
Di ruangan itu, ada puluhan mayat manusia yang sudah membusuk dan berserakan di lantai. Mayat-mayat itu tampak mengenaskan dengan luka-luka yang berdarah dan tubuh-tubuh yang cacat. Beberapa mayat bahkan sudah tidak memiliki kepala atau anggota tubuh lainnya.
Rudi merasa mual dan ingin muntah melihat pemandangan mengerikan itu. Ia bertanya-tanya siapa yang telah melakukan hal ini dan apa motifnya. Apakah ini adalah hasil dari pembunuhan massal atau ritual sesat? Apakah ini adalah rahasia gelap yang disembunyikan oleh pemilik rumah ini?
Ia ingin segera keluar dari ruangan itu dan melaporkan hal ini ke polisi. Ia berbalik dan berlari menuju tangga. Namun, sebelum ia bisa naik ke atas, ia mendengar suara langkah kaki yang mendekat dari belakang.
Ia menoleh dan melihat ada sosok bayangan hitam yang besar dan tinggi berdiri di depan pintu tangga. Sosok itu memegang sebuah kapak besar yang berlumuran darah. Sosok itu menatap Rudi dengan mata merah menyala dan mulut menganga.
Rudi terperanjat dan ketakutan. Ia sadar bahwa ia telah masuk ke dalam perangkap. Sosok itu adalah pembunuh yang telah membantai semua orang di ruangan ini. Dan sekarang, giliran Rudi yang akan menjadi korban selanjutnya.
Rudi berteriak minta tolong, tapi tidak ada yang mendengarnya. Ia mencoba melawan, tapi sia-sia. Sosok itu terlalu kuat dan cepat untuk ia hadapi. Sosok itu mengayunkan kapaknya ke arah Rudi dan membelah kepalanya menjadi dua.
Rudi mati seketika dengan darah yang memercik ke mana-mana. Novelnya tidak pernah selesai. Ia tidak pernah tahu bahwa rumah kosong itu adalah rumah maut yang menyimpan rahasia mengerikan.