Rina adalah seorang mahasiswi fisika yang sangat tertarik dengan konsep perjalanan waktu. Ia selalu bermimpi bisa mengunjungi masa lalu dan melihat bagaimana kehidupan orang-orang di zaman dahulu. Suatu hari, ia mendapat kesempatan untuk mengikuti sebuah proyek rahasia yang dikembangkan oleh profesor pembimbingnya. Proyek itu adalah sebuah mesin waktu yang bisa membawa seseorang ke masa lalu atau masa depan.
Rina sangat antusias untuk mencoba mesin waktu itu. Ia memilih untuk pergi ke masa lalu, tepatnya ke tahun 1945, saat Indonesia baru saja memproklamasikan kemerdekaannya. Ia ingin melihat langsung bagaimana perjuangan para pahlawan dan rakyat Indonesia untuk meraih kemerdekaan dari penjajah.
Ia memasuki mesin waktu yang berbentuk seperti sebuah kapsul. Ia memasukkan koordinat waktu dan tempat yang ia inginkan, yaitu Jakarta, 17 Agustus 1945. Ia menekan tombol start dan merasakan tubuhnya bergetar sejenak. Kemudian, ia melihat layar di depannya menunjukkan angka-angka yang berubah-ubah dengan cepat. Ia merasa seperti terbang melewati terowongan cahaya.
Setelah beberapa menit, mesin waktu berhenti dan layar menunjukkan bahwa ia telah tiba di tujuannya. Ia membuka pintu kapsul dan keluar dengan hati-hati. Ia melihat sekelilingnya dan terkejut. Ia berada di sebuah lapangan luas yang dipenuhi oleh orang-orang yang berpakaian sederhana. Di tengah lapangan, ada sebuah panggung kecil yang dihiasi dengan bendera merah putih. Di atas panggung, ada dua orang yang sedang berdiri di depan mikrofon. Mereka adalah Soekarno dan Hatta, proklamator kemerdekaan Indonesia.
Rina tidak percaya bahwa ia benar-benar berada di masa lalu. Ia merasa seperti bermimpi. Ia mengambil kamera digitalnya dari tasnya dan mulai mengambil foto-foto dari tempat itu. Ia ingin mengabadikan momen bersejarah ini.
Namun, tindakannya itu tidak luput dari perhatian orang-orang di sekitarnya. Mereka melihat Rina dengan tatapan heran dan curiga. Mereka tidak mengenal Rina dan tidak mengerti apa yang ia lakukan dengan alat aneh yang ia pegang. Mereka mulai mendekati Rina dan bertanya-tanya siapa ia dan dari mana ia berasal.
Rina merasa ketakutan. Ia sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan besar dengan membawa kamera digital ke masa lalu. Ia khawatir bahwa ia akan menimbulkan masalah atau bahkan mengubah sejarah dengan kehadirannya di sana. Ia berusaha untuk menjelaskan bahwa ia hanya seorang turis yang ingin melihat pemandangan, tapi orang-orang tidak percaya padanya. Mereka mulai menuduh Rina sebagai mata-mata atau pengkhianat.
Rina panik dan berlari kembali ke mesin waktu. Ia masuk ke dalam kapsul dan menekan tombol kembali ke masa kini. Ia berharap bahwa mesin waktu masih bisa bekerja dengan baik dan membawanya pulang dengan selamat.
Namun, sebelum pintu kapsul tertutup, ada beberapa orang yang berhasil mengejar Rina dan masuk ke dalam kapsul bersamanya. Mereka ingin menangkap Rina dan menyita alat-alat yang ia bawa. Mereka tidak menyadari bahwa mereka juga akan terbawa ke masa kini bersama Rina.
Mesin waktu mulai bergerak lagi dan membawa Rina dan beberapa orang asing dari masa lalu ke masa kini. Rina tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia hanya bisa berdoa agar semuanya baik-baik saja.
Akankah Rina bisa kembali ke masa kini dengan selamat? Bagaimana nasib orang-orang yang ikut terbawa ke masa kini bersama Rina? Apakah mereka bisa beradaptasi dengan dunia yang sangat berbeda dari dunia mereka? Apakah perjalanan waktu Rina akan mempengaruhi sejarah Indonesia?