Erlan, seorang mahasiswa muda dari universitas andalanesia yang berusia 23 tahun, dengan kulit putih dan tinggi 183 cm, serta wajahnya yang tampan. Terlahir di keluarga yang cukup mampu membuatnya memiliki pribadi yang manja, sombong dan sangat sering menghambur hamburkan uang. Beberapa mahasiswa mahasiswi mendekati dirinya hanya untuk memanfaatkannya saja. Ayahnya sangat tak senang dengan kelakuan putra semata wayangnya itu. Putranya berubah setelah kematian sang ibu 3 tahun yang lalu. Karena sudah tak tahan dengan perilaku erlan, sang ayah memutuskan untuk bersikap tegas padanya.
Saat erlan sampai di rumah, hal pertama yang ia dapati adalah sang ayah yang sedang duduk di sofa ruang tamu dan menatap tajam dirinya. Mencoba untuk tidak peduli, dirinya melewati sang ayah bersikap seolah tak ada siapapun disana.
“berhenti disana” suara rendah dan dingin sang ayah terdengar ke telinganya dan membuatnya menghentikan langkahnya.
“apa lagi sekarang?” jawab erlan sembari membalikkan badan dan menatap ayahnya dengan tatapan acuh tak acuh.
“dari mana saja kau?”
pertanyaan ayahnya membuat erlan mendengus tak suka.
“untuk apa ayah tahu? Ini tak ada hubungannya denganmu ayah?”
saat hendak membalikkan tubuhnya, suara sang ayah membuatnya naik pitam.
“jauhi gadis itu, ayah tak menyukai dirinya. Kau tahu dia bukan orang baik erlan"
apa baru saja ayahnya menyuruhnya untuk menjauhi alana?? Gadis yang ia cintai.
“apa?! Jangan membawa bawa alana ayah. Aku mencintainya dan tak akan menjauhinya!!”
“kau berani meninggikan suaramu pada ayah sekarang!! Lihat, karena gadis itu membawa pengaruh buruk padamu, itu sebabnya kau seperti ini erlan!! Ayah tidak mau tahu, jika ayah menyuruhmu untuk menjauhi gadis itu, maka jauhi dia!! Atau ayah akan mengirimmu ke pamanmu di Australia, kau dengar!!
Mata erlan memerah. Kenapa ayahnya tak pernah memahami perasaanya? Kenapa? Ayahnya egois. Ya itulah yang ada dipikiran erlan sekarang.
“sialan”
“apa!? Kau baru bilang apa?!! Siapa yang mengajarimu mengumpat seperti itu erlan!!”
“ayahh cukup!! Aku muak, ayah tak pernah memahamiku. Semenjak ibu tiada, ayah selalu tak punya waktu untukku, ayah terus saja meninggalkanku dan pergi kekantor!! Ayah tak pernah berada disisiku disaat aku terpuruk! Dan alana lah yang tetap berada disisiku dan terus menghiburku, menemaniku, dan sekarang?!! Ayah menyuruhku untuk menjauhinya. Ayah egois!!”
mata erlan sudah banjir sedari tadi. Ayahnya yang melihat itu cukup terkejut. Apa selama ini, putranya benar benar merasa seperti itu?
“ayah bekerja untukmu erlan! Ayah tahu gadis itu tidak baik itu sebabnya ayah menyuruhmu menjauhinya, dan kau mengatakan ayah egois!! Apa yang sudah dilakukan gadis itu sampai sampai-“
“ARGHH!! Berhenti mebawa bawa alana untuk permasalahan ini ayah!!! Ayah adalah ayah yang buruk, ITU SEBABNYA IBU PERGI AYAH!!!”
“ERLAN!!”
PLAKKK
Panas, itulah yang erlan rasakan dipipinya. Ayahnya menamparnya, ayahnya benar benar sudah tidak menyanyanginya bukan. Ayahnya tak pernah memukulnya, dan sekarang??
“astaga, ap-apa yang sudah. Erlan apa kau baik baik saja? Erlan kau mau kmana? Erlan, Er?lan!!”
Tanpa menjawab sang ayah, erlan pergi menggunakan mobilnya ke rumah alana. Dirinya ingin sandaran sekarang, dia butuh pelukan. Dia butuh ditenangkan.
Memencet bel, dirinya sudah berada didepan pintu apartemen alana sekarang. Pintu terbuka, betapa terkejutnya erlan saat seorang pria bertelanjang dada yang menyambutnya didepan pintu apartemen. Dengan wajah bingung, pria itu bertanya
“siapa kau?”
Belum sempat otaknya mencerna apa yang terjadi, suara alana terdengar kemudian.
“sayang siapa yang datang”
alana terkejut, mengapa erlan datang selarut ini, tanpa mengabarinya terlebih dahulu.
“er-eerlan, kau kenapa datang tanpa mengabariku- AAAA!!!!”
Teriakan alana terdengar karena erlan yang tiba tiba menghajar pria selingkuhan alana dengan brutal. Tak sempat melawan, sang pria sudah terlanjur pingsan akibat serangan tiba tiba yang ia dapatkan.
Erlan menatap alana yang sedang bergetar dipojokan dengan mata merah dan penuh amarah. Alana yang ketakutan mencoba melarikan diri, namun belum sempat dirinya berdiri, alana sudah menarik rambutnya dan memukuli dirinya hingga babak belur.
“dasar jalang, jadi kau seperti ini, hah jika kau muncul dihadapanku lagi, maka jangan harap wajah menjijikanmu itu akan dapat tampil di publik lagi, camkan itu!!”
Setelah selesai, erlan berkendara dengan kecepatan tinggi dijalanan. Tapi karena dirinya ceroboh, mobil yang ia kendarai menambrak mobil besar yang akan putar balik sehingga ia mengalami kecelakaan yang cukup parah. Mobilnya hancur, dan tubuhnya tidak sadarkan diri setelah terlempar ke sisi jalan dengan cukup keras.
DI RUMAH
Perasaan ayah erlan tidak enak sedari tadi. Dirinya cukup menyesal telah menampar sang anak tadi. Jujur dirinya marah dan kecewa dengan ucapan erlan, tapi erlan pasti merasa lebih kecewa.
“hah...anak itu kemana, sudah lewat tengah malm dan dia belum kembali”
DRRRRRRTTTT
“siapa yang menelepon tengah malam begini?”
Nomor tak dikenal menelepon ke ponsel sang ayah. Tapi sang ayah tetap mengangkat telepon itu, mungkin saja penting.
“halo?”
“......”
“benar saya wirabrata”
“......”
“APA!!!!”
Bak tersambar petir di siang bolong, betapa panik dan terkejutnya wirabrata saat endengar jika putranya mengalami kecelakaan parah.
DI RUMAH SAKIT
“hah hah.....suster, dimana pasien yang baru saja mengalami kecelakaan? Saya ayahnya”
Dengan penampilan yang cukup berntakan, wirabrata datang dan bertanya tempat sang putra. Putranya sakit sekarang, putra kesayangannya sedang sakit sekarang. Jika terjadi sesuatu pada erlan, maka dirinya telah melanggar janji yang ia buat dengan istrinya sebelum sang istri pergi untuk selamanya.
Flashback
Saat itu kondisi sang istri tiba tiba menurun. Wirabrata yang panik segera memanggil dokter.
”sayang bertahanlah, dokter akan segera sampai, oke, bertahanlah demi aku dan erlan sayang”
Dengan berlinang air mata, wirabrata terus menggenggam tangan sang istri.
“ Wira, aku ingin meminta satu hal darimu, jika aku sudah tidak ada...jaga putra kita. Jangan buat dirinya sedih. Ambillah peranku oke”
“kau ini bicara apa elena, kita akan menjaga erlan bersama sama oke? Jangan membuatku takut”
“maaf wira, aku menyayangi kalian berdua, sangat....tapi-“ sang itri mengalami sesak nafas dan tiba tiba tak sadarkan diri. Dokter juga sampai saat itu.
“permisi pak, mohon utuk memberi kami ruang, kami akan mencoba yang terbaik”
Wirabrata menunggu di belakang sang dokter, berdoa agar mendapat keajaiban dan sang istri selamat. Tapi sepertinya Tuhan lebih menyayangi istrinya. Sang istri meninggal, dan hal itu meninggalkan luka yang sangat membekas di hati wirabrata dan erlan.
Flashback End
Saat ini, wirabrata sedang berada di ruangan erlan. Putranya sedang terbaring tak berdaya dibangsal rumah sakit dan kata dokter sedang mengalami koma. Betapa hancur hati wirabrata melihat kondisi sang anak yang seperti ini.
“maafkan aku sayang, aku gagal menjaga putra kita” Karena tak kuat menahan kesedihan, air mata wirabrata tumpah saat itu juga.
DI DALAM MIMPI ERLAN
“dimana aku?”
Yang dirasakan erlan saat ini adalah, dirinya berada di padang bunga yang indah. Sangat indah, sampai sebuah suara terdengar memanggilnya dari arah belakang.
“erlan”
Saat berbalik, yang ia lihat adalah ibunya, dengan gaun putih dan bercahaya, ibunya terlihat sangat cantik. Sembari memeluk, air mata terus keluar dari matanya. Ibunya hanya tersenyum dan terus mengusap kepalanya sembari menenangkan.
“nak, bagaimana kabarmu sekarang?”
“aku tidak baik baik saja ibu, aku...”
Erlan menceritkan segalanya, dari ayahnya yang memukulnya, dan alana yang menghianatinya.
“sayang, ayahmu bukan membencimu, ayahmu sangat menyayangimu, apa kau tak tahu betapa berantakannya ayahmu sekarang”
“aku....”
“sudah waktunya kamu kemali erlan, tempatmu bukan disini nak”
“tidak, ibu aku ingin ikut denganmu”
Sembari tersenyum, sang ibu menutup mata erlan.
“ibu..apa yang kau lakukan, ibu!!”
“buka matamu perlahan nak, ibu tak pernah pergi, tapi ibu akan selalu dihati erlan dan ayah, oke..”
Saat membuka matanya perlahan, yang dilihat oleh erlan adalah ayahnya yang menangis dan terus memanggil dirinya.
“aaakhh, d-dokter, pasien bangun”
Semua orang terkejut, tentu saja. Erlan dinyatakan meninggal beberapa waktu lalu akibat gagal jantung, dan sekarang dirinya membuka mata dan menatap orang orang dengan bingung.
“erlan, erlan kau sadar, ayah pikir ayah kehilanganmu tadi” ucap ayahnya sembari menangis.
Air mata keluar dari mata erlan, dirinya merasa bersalah karna kelakuannya yang buruk pada sang ayah. Dirinya ingat pesan ibunya tadi.
“ayahmu menyayangimu, jdi turuti perkataannya dan sayangi dia erlan, ibu menyayangi kalian”
6 bulan kemudian
Erlan dan ayahnya berziarah ke makam sang ibu. Pagi ini cuaca sangat cerah, tak terik dan juga tak terlalu panas.
“hai bu, maaf aku dan ayah baru bisa datang sekarang. Aku akan segera lulus, jadi aku sangat sibuk mengerjakan skripsiku, dan ayah juga sibuk dikantor. Aku sudah berubah bu, jangan khawatir, aku menuruti semua kata ibu dan ayah”
“bu...aku merindukanmu, aku ingin kita bertemu lagi, selanjutnya....aku ingin terlahir menjadi anak mu lagi, aku ingin kita tetap bersama, ibu sekarang sudah tidak akan sakit lagi, jadi berbahagialah ibu”
Menangis bersama, itulah yang dilakukan oleh kedua ayah dan anak itu. Menangis bahagia tentunya.
“erlan, ayo pulang”
“baik ayah, ibu kami pulang dulu, selamat tinggal. Sampai jumpa lagi ibu...”
END