Prang
Orang
"Sudah puas selingkuhnya mas? " tanya seorang wanita bernama Sava.
"Maksud kamu itu apa sih Sava? " elak Rasyid.
"Halah enggak usah sok polos deh mas. " sentak Sava dengan tatapan tajamnya. Wanita cantik itu tak tahan akan sikap munafik yang di tunjukkan sang suami.
Dia lekas melempar foto kearah Rasyid. Rasyid sendiri langsung memunguti photo dirinya yang berjatuhan. Kedua matanya membuat sempurna, dia kembali menatap kearah sang istri.
"Enggak bisa jawab 'kan ya? " sindir Sabar dengan nada sinisnya.
"Ngurus istri satu saja enggak vecus, gegayaan pake acara selingkuh segala sama janda sebelah. "
"Pergi dari rumah ini sekarang juga mas, rumah ini aku yang punya. " tegas Sava. Rasyid sendiri menelan salivanya mendengar pernyataan istrinya. pria itu berusaha memohon pada Sava agar di maafkan. Namun Sava tak peduli dengan permohonan Rasyid.
Sava menghempas tangan suaminya yang mengenggam tangan dirinya. Wanita itu memanggil pelayan untuk membereskan pakaian sang suami. Tak lama pelayan datang, Sava merebut koper Rasyid lalu melemparnya kearah sang suami.
"Sana, sekarang kamu bebas tinggal sama janda di sebelah mas. Mas tunggu saja surat perceraian dari aku. " ketua Sava.
"Sava maafin mas sayang, mas khilaf. " sesal Rasyid.
"Aku enggak butuh maaf kamu mas, sebaiknya kamu pergi dari rumah ini sekarang juga. " pekik Sava emosi.
Rasyid lekas bangkit dan meraih kopernya. pria itu pergi membawa koper dengan rasa penyesalannya. Sava sendiri memilih berbalik, berusaha menahan tangisannya.
Wanita itu tak kuasa menahan kesedihan atas berakhirnya rumah tangga nya dengan sang suami. Sava merasa telah gagal menjadi seorang istri hingga suaminya sendiri selingkuh dengan seorang janda. Setelah kepergian Rasyid, tak lama dua anak kecil datang menghampiri Sava
"Mungkin ini memang berat, namun aku yakin di balik kesedihan akan ada kebahagiaan setelah nya. " gumam Sava. Wanita cantik itu memeluk kedua anaknya yang bernama Laura dan Laurin.
"Mommy, Janji akan menjaga kalian dengan segenap jiwa mommy nak meski tanpa sosok daddy kalian di tengah tengah kita. "
Tamat