Dia... Ialah sosok penting di hidupku, seorang wanita yang tak pernah membuat satupun dari kami bersedih. Ia spesial, berbeda dari yang lain.
Matanya nampak indah meski ditutupi oleh kacamata, Suaranya terdengar lembut, ialah salah satu orang yang telah membuat suatu hal yang kubenci menjadi suatu hal yang ku senangi.
Meski kita baru kenal, dan mungkin aku tak meninggalkan ingatan bermakna di dirimu, dan mungkin jika kau suatu hari melupakanku. Aku tak masalah, setidaknya engkau pernah kenal denganku, pernah berbincang denganku, dan pernah membuatku tertawa. Maka itulah hal yang penting bagiku.
Engkau salah satu orang yang dapat membuat sesuatu yang dibenci oleh seseorang seperti matematika menjadi menyenangkan. Engkau salah satu yang dapat mengendalikan tutur katamu meski kami membuatmu jengkel. Engkau dapat mengatur emosimu, tak sekalipun aku melihat dirimu berlarut dalam emosi.
Engkau pernah mengenalku, begitu pula denganku. Mungkin aku kan perlahan-lahan menghilang dari ingatanmu, namun mengenalmu saja sudah cukup bagiku.
Semoga suatu saat nanti kerja kerasmu dalam mendidik kami akan berbuah, semoga engkau tak melupakan kami meski telah memiliki siswa didik baru.
(DANIA ISLAM FAIZAH to BU HJ. RIA)