Di sebuah desa terdapat tiga remaja yang bersahabat sejak kecil. Rumah mereka
saling berdekatan sehingga sering keluar bersama. Saat di TK mereka berangkat ke sekolah bersama-sama. Bila salah satu belum siap yang lainnya akan sabar menunggu. Setelah mereka siap, baru berangkat bersama-sama
Ketiga remaja itu bernama Dunung. Dani, dan Dafide. Tetapi Dafidz lebih tua satu tahun dari Danang dan Dani. Saat Dufidz kelas 1 SD. Danang das Deani masih di Walaupun berbeda lutas mereka tetap menjaga persahabatan diantara merej sekolahpun mereka tetap bermain besama teman-teman yang lain. Tiga sa bermain sepak bola setiap hari, mereka kumpul di lapangan tepat pokal
mgid
Read More >
Benama tenu-teman yang lain mereka mengumpulkan sang plastik yang harganya Rp 3.500. Setelah mereka mendapatkan bola, D Dani mulai bermain dengan semangat hingga menjelang magrib. Mereka pulang masing-masing untuk mundi dan mempersiapkanuntuk berangkat ke musholla dekat rumah mereka. Saat azan tiba, mereka berangkat bersama-sama hingga palangnyapan mereka juga bersama-sama. Sebelum pulang mereka menyempatkan untuk ngobrol sebentar, walaupun mereka masih mempunyai PR.
Hampir setiap hari mereka berkumpul bersama, apalagi saat hari libur. Mereka bisa bermain sampai lupa waktu dan larut malam. Sampai-sampai Dani dimarahi ibunya. Dani kena marah gara-gara pulang terlalu malam. Hari demi hari mereka lalui bersama dengan
penuh canda dan tawa Ketika Dafide naik ke SMP. Danang dan Dani berada di kelas 6 SD. Mulai sejak itu mereka bertiga jarang bermain dan keluar bersama. Dafidz jadi jarang keluar rumah karena ia
mulai serias dengan pelajaranya, tetapi Danang dan Dani menyadari bagaimana kesibukan
yang dialami Dafidz. Di kelas 6 SD ini, Danang dan Duni masih bisa bermain bersama, telapi mereka merasa kurang puas karena tidak hadirnya Dafide Saat Danang dan Dani naik ke SMP, mereka pisal sekolah. Sehingga mereka tidak bisa kumpul bersama lagi. Ketiga remaja ini memiliki sekolah yang berbeda, dan mereka sudah tidak bisa bermain bersama lagi karena pulangnya sore hari. Mereka sudah lelah searian sekolah, jadi lebih memilih istirahat di rumah. Tiga sahabat ini menekuni pelajaranya
masing-masing. Dengan belajar giat dan rajin mereka berharap mendapat nilai yang terbaik
Jadi mereka tidak memiliki waktu luang sedikitpun untuk bermain bersama, mereka lebih
memlih bermain dengan teman-teman di sekolahnya.
Di sekolahnya Dani mendalami permainan sepak bola, dengan mengikuti sebuah
SSB. Sedangkan Danang lebih memilah untuk mengembangkan ilmunya, untuk ita in mengikuti KIR. Sedangkan Dufida yang lebih tua satu dari mereka lebih mereka mengembangkan agamanya, sehingga ia mengikuti DIX di remaja yang alim, rajin mengaji dan sholat ke masjid. Saat tiga sahabat itu di SMA a melanjutkan keahliannya ke ekskul masing-masing. Mereka memilih kegiatan yang tidak jauh beda dari SMP