Saat aku menutup mataku yang terbayang hanya wajahmu.dalam hatinya hanya terukir namamu,saat kau ucapakan "aku suka kamu fara"
Itu kata-kata teridah yang akan selalu tersimpan di pita batinku
Fara gadis umur 19 tahun dia anak yg periang ,kreatif,humoris dan mudah akrab.
Di suatu ketika ada teman fara bernama nur,mengenalkan fara dengan pria bernama yuda.
Yuda pria yang baik,sopan,royal,romantis,dan perhatian.
Idaman para gadis.
Yuda dan fara dekat di pertemuan pertama mereka.
2 minggu berlalu yuda dan fara semakin saling menyukai.
Saat itu yuda ingin main kerumah fara,untuk memberi fara kejutan.
Sesampainya di rumah fara,yuda mengetok pintu.
" tok..tok.. paket"
Fara kaget mendengarnya karena dia gak merasa pesan paket apa-apa
"Iya sebentar" jawab fara sembari membukakan pintu.
Pas pintu di buka fara makin kaget yang datang yuda yang kini jadi pengobatan rindunya
"Yuda? Kenapa gak bilang dulu kalo mau kesini?"
"Kalo bilang gak kejutan dong"
"Ayooo masuk yud,silakan duduk"
"Iya makasi"
"Mau minum apa? biar aku buatin"
"Oh gak usah far ,aku kesini cuman mau kasih ini,dan ngomong sesuatu"
Yuda memberikan kotak kado ke fara
"Apa ini?,aku gak lagi ulang tahun yud"
"Iy aku tau,buka ajah dulu"
Fara membuka kotak itu dan isinya kalung berbentuk hati yang tertulis nama fara.
"Kalungnya bagus yud,ini buat aku kah?"
Yuda berdiri dan mengambil kalung dari tangan fara lalu memakaikan nya di leher fara
"Bagus far,aku mau bilang sesuatu"
"Bilang apa yud"
"Aku suka kamu fara"
"Apa yud? Tp apa tidak terlalu cepat kamu bilang itu ke aku?"
"Maaf fara kalo kamu merasa ini terlalu cepat,gimana apa kamu mau jadi pacarku far?"
"Emhhhh gimana ya yud"
"Kalo kamu tolak aku kamu bisa lepas kalungnya,kalo kamu terimah cium liontin kalung itu far"
Dengan tegang yuda menunggu jawaban fara,dan fara dengan malu-malu mencium liontin kalung itu
Yuda yang melihat spontan memeluk fara.
"Jadi kamu terimah aku far"
"Iya ,tapi lepas dulu jangan main peluk-peluk dong"
"Maaf reflek"
Setelah itu mereka ngobrol,lalu yuda pamit pulang.
" far aku pulang dulu ya sayang"
"Iy hati-hati dijalan,kalo uda sampai kabari aku"
"Siap,besok aku jemput ya sayang"
"Iya" fara menjawab dengan menganggukan kepala.
Ke esokan paginya fara siap-siap buat pergi bersama yuda pacar barunya.
Yuda pun menjemput fara kerumahnya
Mereka jalan-jalan ke taman,setelah seharian mereka keluar fara diantar pulang oleh yuda.
Pas fara turun dari motor mau membuka pintu,tiba-tiba fara jatuh pingsan.
Yuda kaget,dan gak banyak fikir panjang yuda gegas minta tolong dan fara di larikan kerumah sakit terdekat.
Setelah 3 jam fara belum juga sadar dari pingsan,yuda mendampingi fara di rumah sakit.
Waktu fara siuman yuda masih menemaninya.
"Far kamu uda sadar,stop jangan gerak-gerak dulu,kamu istirahat ok"
"Aku kenapa di sini yud?"
"Iya kamu pingsan waktu kamu aku antar pulang tadi"
"Makasi ya uda jagain aku"
"Uda tugasku jagain orang yang aku sayang,kamu istirahat ya"
Setelah itu yuda pamit pulang dulu ke fara karena pihak keluarga fara sudah datang,saat keluarga fara datang dokter memberi tau tentang penyakit yang di idap fara.
Fara sakit gejala paru-paru,yang mungkin di sebab kan terlalu banyak menghirup asap rokok.
Resikonya fara sekarang mudah lelah,mudah sesak nafas.
Fara gak bisa aktif seperti dulu.
Fara putus harapan karena punya penyakit dia mudah lelah,gak bisa ikut kegiatan apa-apa.
Esok harinya yuda menjenguk fara yang kebetulan sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit,yuda kerumah fara.
Sesampainya di rumah fara,ibu fara yang membukakan pintu,lalu ibu fara menyuruh yuda menunggu di ruang tamu.
Fara keluar menemui yuda dengan kondisi yang masih lemas dan pucat.
"Hey yud"
"Hey far"
"Gimana uda lebih baik kah"
"Uda" dingin sikap fara ke yuda
"Kamu kenapa?,kamu marah sama aku far?"
"Aku mau minta putus yud"
Yuda kaget mendengar farah bilang minta putus,yuda bertanya kenapa.
Fara menjawab karena dia sudah gak seperti gadis sehat lain,dia sudah penyakitan.
Fara takut yuda malu punya pacar penyakitan seperti dia.
Lalu yuda mencoba membuat fara tenang,membuat fara mengerti apa yang di alami sekarang bisa di lewati bersama,bukan sendiri.
"Fara,sayang" yuda sembari memegang tangan fara dan menatap fara
"Iya kenapa?"
" fara,aku suka kamu gak lihat dari fisik saja,aku suka kamu alami karna kamu apa adanya,kamu humoris"
"Itu dulu sekarang aku uda gak kayak dulu yud"
"Seperti apa kamu sekarang gak meruba sayang aku ke kamu far,ayo kita lewati bersama apa yang sedang kamu alami"
"Apa kamu gak malu yud?"
"Malu apa,kamu manis,aku janji aku akan menemani kamu sampai kamu sehat lagi kayak dulu."
"Makasi ya yud,kamu uda jadi penyemangat aku"
"Uda donk jangan sedih,uda minum obat belum?"
"Uda tadi"
"Senyum donk"
Fara tersenyum menatap yuda.
Mulai saat itu fara punya alasan buat sembuh lagi,gak lepas dari yuda yang sering kerumah fara buat selalu kasih perhatian khusus agar tetap semangat.
Sudah 6 bulan berlalu yuda masih dengan sabar,menemani fara dalam masa pengobatana
Sampai akhirnya fara benar2 sehat lagi.
Fara minta yuda buat bawah dia keluar jalan-jalan karena 7 bulan fara menjalani masa pengobatan di rumah saja.
Yuda setuju dan mengajak fara jalan-jalan.
Saat itu sikap yuda terasa hangat lebih hangat dari biasanya,lebih romantis.
Sepanjang jalan di atas motor yuda genggam tangan fara terus,mengarah spion motor ke arah wajah farah,agar yuda dpat memandangnya sepanjang jalan.
Sesampainya di taman yuda menggandeng fara.
Mereka duduk,ngobrol dan bercanda.
"Fara,seandainya aku pergi kamu gmn?"
"Aku bakal cari kamu"
"Beneran?"
"Ya beneran,emang kamu mau pergi?"
"Gak lah aku cuman tanya aja"
"Ohhhh kirain mau ninggalin aku"
"Fara aku boleh peluk kamu dan cium kening kamu?"
Dengan malu-malu fara menjawab
"Boleh yud"
Yuda merangkul fara,lalu mencium kening fara dengan berkata
"Maafin aku ya far"
"Maaf buat apa?"
"Karena belum bisa jadi pacar yang baik"
"Yud,kamu uda paling baik,terlalu baik buat aku"
"Uda gak usah di bahas lagi,kita pulang yuk far uda sore"
Fara dan yuda pulang,sepanjang perjalan mereka berpegangan tangan.
Yuda mengantar fara pulang,lalu yuda pamit pulang juga ke fara.
Keesokan harinya,yuda sulit buat di hubungi ,nomer yuda gak aktif,fara bingung karena gak ada kabar dari yuda.
Sampai beberapa bulan berlalu fara masih mencari kabar tentang yuda.
Pada akhirnya ada teman fara yang memberitahu fara,kalo yuda sudah menikah di jodohkan orang tuanya.
Fara kaget mendengarnya,hatinya hancur,tp mau gimana lagi mungkin bukan jodoh.
Fara menulis surat buat yuda yang dia hanyutkan di sungai taman tempat terakhir mereka berkencan.
Isi surat fara
Dear yuda
Kenapa harus seperti ini..
Aku selalu memimpikan kamu yang akan jadi jodohku
Kamu laki-laki yang baik,kamulah alasan aku sekarang sembuh.
Makasih buat semua waktu kamu yuda
Buat semua perhatian kamu
Aku rela kamu pergi asal kamu bahagia.
Selamat tinggal masalalu
Aku akan mencoba melangkah mengobati luka hati ini.
Aku kan mencoba melupakan tentangmu,dan tentang kita.
Mungkin tugasmu sudah selesai untuk menjagaku
Karena kamu hanya berjanji bersamaku sampai aku sembuh,bukan bersamaku selamanya
Terima kasih karena janji itu aku bisa sehat.
Semoga kamu bahagia dengan pasanganmu sekarang dan aku bisa mendapatkan pasangan yang lebih baik dari kamu.
Fara menghanyutkan surat itu di sungai sambil menangis...
Apakah fara dan yuda di pertemukan kembali.
Di tunggu part 2 janji terakhir yuda