METAMORFOSIS YANG INDAH
Di suatu desa, hiduplah keluarga bahagia, yaitu keluarga Riri, ada ayah, ibu, Raka, dan Riri si anak bungsu. Sekarang adalah hari minggu, dan kebetulan anak-anak sedang libur sekolah. Keluarga Riri berencana akan pergi berlibur ke taman bunga yang ada di tengah kota. Riri mempunyai kakak laki-laki yaitu Raka. Ada juga Ayah dan Ibu yang akan pergi bersama mereka. Ketika ibu sedang bersiap-siap, Riri bertanya pada ibunya. “Bunda! Bunda! sekarang kita mau pergi berlibur kemana sih?”. Ibu pun menjawab “Riri sayang, kita akan pergi berlibur ke taman bunga yang ada di alun-alun kota nak. Nah, ini ibu bawa bekal untuk kita nanti makan bersama disana”. “Asyik, kita mau berlibur, horee!!”. Ucap Riri sambil meloncat-loncat kegirangan. Melihat adiknya yang gemas itu, Raka mengusap kepala Riri. “Masya Allah Riri senang yah kita mau pergi berlibur?”. Ucap Raka sambil mengusap kepala Riri dengan gemas. “Senang sekali dong bang, kan Riri ingin sekali melihat taman bunga, Riri juga mau lihat kupu-kupu”. Ucap Riri antusias. “Oh, mau lihat kupu-kupu dan bunga ternyata. Yasudah, nanti keliling tamanya bersama Abang yah”. Ucap Raka pada Riri. “Iya kak, apakah Bunda sudah selesai bersiap-siapnya? Ayo kita berangkat bunda, Riri sudah tidak sabar mau lihat kupu-kupu”. Bunda pun menjawab “Sudah Riri sayang, ini baru selesai. Yah, ayo kita berangkat lihat nih! Riri sudah tidak sabar”. Ayah yang sedang menghidupkan mesin mobil, menjawab dengan nada semangat “ Ayo anak-anak kita berangkat!! Ayo Bund! Berangkat!”. Akhirnya, mereka pun berangkat menuju taman bunga.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya Riri dan keluarganya sampai di taman bunga. Riri sangat senang, karena selain banyak sekali bunga ada juga tempat untuk bermain. “Abang! Abang! ayo kita pergi liat kupu-kupu!”. Ajak Riri antusias pada abangnya. Raka pun menjawab “Sabar Riri, ini Abang lagi bantuin bunda dulu gelar tikar”. Melihat adiknya yang sudah tidak sabar itu, Raka pun segera berlari menyusul adiknya yang sudah jalan terlebih dahulu. Melihat tingkah dua anaknya itu, bunda tersenyum dan berkata “Hati-hati ya bang, jaga Riri. Riri pelan-pelan nak hati-hati larinya!”. “Iya bundaa”. Ucap mereka serempak. Setelah mereka berjalan cukup lama, Riri takjub melihat bunga warna-warni yang indah bermekaran dihiasi dengan kupu-kupu yang tak kalah indah berterbangan kesana kemari. “Wah, Abang lihat! lihat! Indah sekali bunga dan kupu-kupunya, warna-warni dan cantik-cantik semua”. Raka yang melihat itu pun, menjawab. “Iya de, indah yah. Ingat loh dek kata bunda kalau kita melihat sesuatu yang indah kita harus mengucapkan apa?”. “Eh iya bang, Riri lupa. Subhanalloh indah sekali”.