mira mengingat apa yang terjadi dua hari yang lalu ketika melihat sang kekasihnya menyematkan cincin di tangan wanita lain, seketika hatinya luluh lantai dia ingin beranjak dari tempat itu namun dia tidak melangkah dia diam bagaikan patung, angga melihat kearah mirna yang diam sambil menangis menyaksikan dia bertunangan dengan orang lain pun menghampiri mira.
"maaf " angga mengeluarkan satu patah kata yaitu maaf
" maaf ? " angga hanya mengangguk kan kepalanya
mira melanjutkan perkataan nya "apakah hanya maaf saja yang ingin kau katakan ?... tidak kah kamu ingin menjelaskan pada ku maksud dari semua ini"
"sekali lagi maaf, aku ingin menjelaskan semua ini namun aku saat ini tidak bisa karena keluarga dan calon istri ku sedang menunggu" sambil menoleh kearah tempat keluarga dan calon istrinya berkumpul.
"temui aku dua hari lagi di taman tempat kita sering bertemu" kemudian angga meninggalkan mira.
setelah mengingat hal itu mira bimbang apakah dia akan datang untuk menemui angga di taman, jujur saja mira sebenarnya enggan untuk bertemu lagi dengan angga karena kejadian dua hari lalu sangat menyakitkan baginya, namun dia juga penasaran kenapa angga setega itu terhadap dirinya padahal dia tidak pernah melakukan kesalahan yang bisa menyebabkan hubungan mereka berakhir....
mira sudah ber siap-siap untuk pergi menemui angga, di perjalanan pikiran dira tidak bisa diam dia terus riuh bertanya kenapa kenapa namun pikirannya juga tidak mampu menjawab pertanyaan yang muncul... akhirnya mira sampai dan langsung menghampiri angga yang sudah datang dari tadi
" aku kira kamu tidak akan datang ra. maaf" Lagi-lagi kata maaf yang keluar dari mulutnya angga
" bisa kah kamu jangan mengucapkan kata maaf lagi karena percuma maaf mu itu tidak bisa mengembalikan keadaan seperti semula kan "
" aku tau ra tapi tetap saja aku harus mengatakan maaf kepada kamu"
" aku datang kesini bukan ingin mendengarkan kata maaf mu namun aku ingin mendengar kan apa alasan yang menyebabkan kamu melakukan hal ini"
sebelum menjawab angga menarik napas dalam-dalam kemudian baru lah dia ngejawab
" aku sudah tidak memiliki rasa pada kamu ra" angga terdiam sejenak baru melanjutkan perkataannya
" sebenarnya aku sudah ingin mengakhirinya sudah lama "
mendengar hal itu dira sangat geram marah dan ingin rasanya dia berteriak kepada angga namun dia tidak melakukan hal itu entah apa alasan mira tidak melakukan hal tersebut.
"lantas mengapa kamu tidak mengakhirinya "
"karena aku belum menemukan waktu yang tepat"
"jadi menurut mu waktu yang tepat kemarin,dua hari yang lalu ? " dengan suara yang sedikit bergetar mira melanjutkan perkataannya
" apakah kamu tau cara mu begitu sadis, jika kamu memberitahuku terlebih dahulu mungkin aku tidak akan sesakit ini dan membenci mu "
"aku tau untuk itu aku ingin mengakhirinya sekarang dengan baik-baik"
mira tidak habis pikir mendengar perkataan angga yang ingin mengakhiri secara baik-baik sekarang
"apakah kamu sadar mengatakan hal itu, ingin mengakhirinya baik-baik ? bagaimana bisa baik-baik ha setelah perlakuan mu terhadap aku ? jika kamu berniat mengakhirinya secara baik-baik maka kamu akan lakukan sebelum kejadian ini bukan sekarang "
"iya aku tau aku salah aku minta maaf pada mu mira, aku Terima kalau kamu membenciku tapi aku harap suatu hari nanti kita bisa jadi teman" angga diam sejenak kemudian melanjutkan
"aku hanya mengatakan itu, apakah ada yang ingin kamu bahas ? "
namun mira hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari angga
"kalau begitu aku pergi dulu, dan sekali lagi aku minta maaf pada kamu mira "
angga pergi, mira melihat hal itu dia datang ingin mendengar penjelasan kenapa dia tinggalkan namun tak ada penjelasan apapun dia hanya minta maaf dan mengatakan mau berteman suatu saat nanti dalam pikiran mira bukan kah sesuatu hal yang gila, sambil memandangkan ke arah angga yang berjalan, mira sangat mengutuk dirinya kenapa dia datang kesana dan setelah angga pergi dia melihat ke arah angga karena yang dia dapatkan kan adalah hati yang semakin sakit melihat aga berjalan dengan calon istrinya
"ternyata dia tidak datang sendiri dia membawa calon istrinya. apakah hubungan yang kita jalani selama ini benar-benar tidak ada artinya bagimu angga ? " mira berbicara sendiri.
mira kembali kerumahnya dengan perasaan yang sangat kacau sepanjang perjalanan pulang mira hanya menangis dia tidak tau harus bagaimana lagi penghianatan yang dia dapatkan dari sang kekasih sangat-sangat perih.
sesampainya di rumah mira menangis histeris dan melempar barang-barang yang ada didekat nya sambil mengatakan "ku kira hubungan yang kita jalani adalah hubungan yang serius ternyata bagi mu hanya permainan semata" mira pun duduk dan terus menangis.
"Hari-hari yang telah kita lewati kini hanya menjadi sebuah kenangan yang indah untuk ku dan bagimu tidak berarti apapun, ya itulah kebodohan yang ku lakukan mudah percaya, mudah memberikan hati untuk orang... aku bertekat kebodohan yang ku lakukan itu tidak akan aku ulangi lagi"
mira tidak tau harus berkata apa karena kejadian ini sangat menyakitkan dan tidak tau harus berbuat apapun kecuali menangis dan berusaha untuk meyakinkan dirinya bahwa apa yang terjadi saat ini adalah pembelajaran untuk dirinya kedepannya agar tidak mencintai seseorang terlalu dalam dan semua akan baik-baik saja.
" Tuhan tidak tidur pasti dia mendapatkan karma atas perbuatanya kepada ku mungkin tidak sekarang tapi nanti " mira menguatkan diri dengan kata-kata itu namun tetap saja rasa sesak di dadanya tidak bisa hilang.
mira berteriak sekencang-kencangnya mungkin bisa melegakan namun tetap saja tidak bisa membuat dia merasa lebih baik karena rasa sakit yang sangat mendalam yang ditorehkan angga terlalu dalam.