1: Junaedi, si Pemuda Desa
Di sebuah desa pedalaman di Indonesia, hiduplah seorang pemuda bernama Junaedi. Junaedi adalah pemuda yang baik hati dan sederhana. Dia tinggal bersama ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan.
Junaedi bekerja sebagai petani untuk membantu ibunya. Dia adalah petani yang rajin dan tekun. Dia selalu bekerja keras untuk membahagiakan ibunya.
Suatu hari, Junaedi sedang bekerja di sawah ketika dia melihat seorang wanita cantik sedang duduk di bawah pohon. Wanita itu sangat cantik, dengan rambut panjang dan mata yang indah. Junaedi terpesona oleh kecantikan wanita itu.
Junaedi memberanikan diri untuk menghampirinya dan bertanya, "Siapa kau?"
Perempuan itu tersenyum dan menjawab, "Aku adalah hantu."
Junaedi terkejut mendengar jawaban perempuan itu. Namun, ia tidak takut. Ia justru merasa kasihan pada perempuan itu.
"Kenapa kau menjadi hantu?" tanya Junaedi.
Perempuan itu menghela napas dan berkata, "Aku mati karena kecelakaan. Aku dibunuh oleh kekasihku."
Junaedi semakin merasa kasihan pada perempuan itu. Ia pun berjanji untuk selalu menjaganya.
Dia bertanya kepada wanita itu siapa dia dan dari mana dia berasal. Wanita itu menjawab bahwa namanya adalah Siti. Dia adalah seorang hantu yang tinggal di desa itu.
Junaedi terkejut mendengar jawaban Siti. Dia tidak pernah percaya pada hantu sebelumnya. Tapi dia tidak bisa menyangkal bahwa Siti adalah wanita yang sangat cantik.
Junaedi dan Siti mulai berteman. Mereka sering bertemu di sawah atau di hutan. Mereka saling bercerita tentang kehidupan mereka.
Junaedi mulai jatuh cinta pada Siti. Dia tidak peduli bahwa Siti adalah hantu. Dia hanya ingin bersamanya.
2: Cinta yang Terlarang
Hari demi hari Junaedi selalu terbayang-bayang dengan Siti. Akhirnya Junaedi memutuskan untuk mencari keberadaan Siti dimana dia pertama kali bertemu dengan Siti. Tak butuh waktu lama Junaedi bergegas ke sawah milik orang tuanya. Junaedi tampak senang karena melihat sosok perempuan yang mengenakan gaun putih dan rambut yang panjang terurai. Dia yakin bahwa sosok perempuan itu adalah Siti.
Sejak saat itu, Junaedi dan perempuan itu sering bertemu. Mereka saling jatuh cinta. Namun, cinta mereka terlarang. Manusia dan hantu tidak boleh bersatu.
Orang tua Junaedi awalnya tidak tahu jika anaknya menjalin hubungan dengan sosok hantu.
Hubungan Junaedi dan Siti berjalan dengan lancar. Mereka sering menghabiskan waktu bersama di hutan yang sepi. Mereka saling bercerita tentang hal-hal yang mereka sukai.
Suatu hari, orang tua Junaedi mulai curiga dengan perubahan sikap Junaedi. Junaedi sering pulang larut malam dan terlihat murung. Orang tuanya pun memutuskan untuk meminta bantuan Kyai untuk bisa menyelamatkan Junaedi.
Kyai datang ke rumah Junaedi dan meminta Junaedi untuk menceritakan apa yang terjadi. Junaedi pun menceritakan semuanya pada Kyai. Kyai pun terkejut mendengar cerita Junaedi.
Kyai tahu bahwa hubungan Junaedi dan Siti adalah hubungan yang tidak wajar. Namun, Kyai juga tidak ingin menyakiti hati Junaedi. Ia pun memutuskan untuk membantu Junaedi.
Kyai pun melakukan ritual pembersihan diri untuk Junaedi. Ritual tersebut dilakukan di tengah hutan. Junaedi diharuskan untuk berpuasa dan berdoa selama tiga hari.
Selama ritual, Junaedi sering diganggu oleh sosok hantu . Siti tidak ingin Junaedi meninggalkannya. Ia pun berusaha untuk menghalangi Junaedi dari Kyai.
Pada hari ketiga ritual, Junaedi berhasil menyelesaikan puasanya. Ia pun berdoa dengan khusyuk memohon kepada Tuhan untuk bisa melepaskannya dari Siti.
Tiba-tiba, Junaedi merasakan ada kekuatan yang besar yang menjalar di tubuhnya. Kekuatan tersebut membuat Junaedi merasa kuat dan mampu melawan Siti.
Junaedi pun berdiri dan menghadapi Siti. Ia pun berkata, "Siti, aku tahu kau mencintaiku. Tapi, hubungan kita tidak bisa dilanjutkan. Aku harus kembali kepada orang tuaku."
Siti pun menangis mendengar perkataan Junaedi. Ia tahu bahwa Junaedi benar. Ia pun akhirnya melepaskan Junaedi.
Junaedi pun kembali kepada orang tuanya. Ia pun menceritakan semuanya pada orang tuanya. Orang tuanya pun sangat bersyukur karena Junaedi akhirnya bisa kembali kepada mereka.
Junaedi pun berjanji kepada orang tuanya untuk tidak pernah menjalin hubungan dengan makhluk halus lagi. Ia pun akhirnya bisa hidup bahagia bersama orang tuanya.